
4 bulan kemudian...
hari-hari di lalui dengan bahagia oleh Nesa dan Xavier, selama 4 bulan terakhir semuanya berjalan dengan lancar meski ada sedikit konflik itu pun hanya karena Nesa menginginkan sesuatu dan di larang oleh Xavier.
sekarang mereka berdua tengah bersiap ingin membeli perlengkapan baby, usia kandungan Nesa sudah menginjak 7 bulan dan sudah di perbolehkan untuk membeli perlengkapan bayi, dan juga besok mereka akan melaksanakan upacara peringatan tujuh bulanan.
Xavier semenjak kandungan Nesa menginjak usia 7 bulan, ia tidak pernah ke perusahaan lagi hanya untuk fokus menjaga Nesa dan paling hanya sesekali jika ada masalah dan mengharuskan ia yang menangani masalah itu.
dan juga ayah dan bunda tidak ada di rumah sudah sekitar 1 minggu mereka pergi berlibur ke luar negeri, dan hari ini mereka pulang karena besok acara tujuh bulanan cucu pertama mereka.
"bunda sama ayah pulang berapa hari lagi deh? " tanya Nesa dan duduk di sofa ruang keluarga.
"hari ini pulang, dan nanti malam mereka sampai, " jawab Xavier dan duduk di samping Nesa.
"mau berangkat sekarang atau nanti? " tanya Xavier.
"nanti dulu deh, pengen makan kukis dulu, tidak apa-apa kan? " jawab Nesa dan bertanya.
Xavier hanya mengangguk, tidak mungkin ia menolak permintaan Nesa selagi tidak berbahaya ia akan menyetujui permintaan Nesa. setelah mendapatkan anggukan dari Xavier, Nesa bangun dari duduknya dan menuju dapur untuk mengambil kukis.
sesampainya di dapur Nesa mengambil kukis dan 2 gelas jus setelah itu ia kembali ke ruang keluarga sambil membawa nampan berisi kukis dan jus. sesampainya di ruang keluarga Nesa menaruh nampan di meja dan duduk kembali di samping Xavier dan menyalakan televisi.
"terimakasih, " ucap Xavier setelah menerima segelas jus.
__ADS_1
Nesa hanya mengangguk, ia mulai menikmati kukis dan jus nya sambil menonton televisi, entahlah berniat untuk membeli perlengkapan bayi malah berakhir bersantai di ruang keluarga sambil memakan kukis.
"kamu makannya cepetan, nanti keburu siang panas ada lagi alasannya jadi Tidak jadi pergi, " ujar Xavier dan mengambil satu kukis yang di makan Nesa.
"iya aku tahu, tinggal sedikit lagi tuh, " sahut Nesa dan mempercepat makannya.
saat tengah menghabisi kukis nya, bel rumah berbunyi membuat Xavier dan Nesa saling tatap kebingungan pasalnya tidak ada tamu yang akan datang tapi kenapa ada yang memencet bel.
"siapa yang datang? kamu buka gih sayang, " ucap Nesa menyenggol Xavier.
"mana aku tahu, sebentar aku lihat dulu, " jawab Xavier.
Nesa mengangguk saja. lalu Xavier bangkit dari duduknya dan langsung menuju pintu utama untuk melihat siapa yang datang. saat membuka pintu pertama yang ia lihat ada seorang wanita cantik yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. dengan wajah datar Xavier bertanya.
"hay, kamu lupa sama aku ya? wajar sih, aku Jessica mau ketemu sama kamu dan Nesa, " ucap wanita itu sambil tersenyum.
Xavier terlihat terkejut, pasalnya wajah Jessica benar-benar berubah, padahal waktu itu ia memberikan pelajaran bukan di bagian wajah melainkan kaki dan tubuhnya kenapa sekarang malah wajahnya yang berubah?.
Xavier menatap datar wanita itu, dia tidak percaya dan hendak menutup pintu dan mengabaikan wanita itu namun wanita itu langsung menghadang dan memohon untuk bertemu dengan Nesa.
"aku tahu kamu tidak percaya, aku melakukan operasi pelastik agar kalian tidak mengenaliku namun aku ke sini ingin meminta maaf, apakah aku boleh bertemu Nesa? " ucap Jessica dengan cepat.
"sayang siapa? " tanya Nesa dari belakang Xavier.
__ADS_1
saat menunggu Xavier, Nesa merasa terlalu lama dan penasaran makanya ia menghampiri Xavier. Nesa melihat keluar dan mendapati ada seorang wanita cantik yang tengah memegang tangan Xavier. Nesa ingin marah namun ia tidak mau salah paham dulu.
"Mbak nya siapa ya? " tanya Nesa dan memeluk lengan Xavier.
Jessica yang melihat Nesa lagi sangat senang, sudah lama ia ingin datang dan meminta maaf secara langsung kepada Nesa namun karena kondisinya ia tidak bisa melakukan itu dan baru sekarang ia bisa melakukan itu.
"aku Jessica, aku ke sini mau minta maaf sama kamu... mungkin kamu tidak akan mengenaliku dengan wajah baru ku, aku ke sini benar-benar mau minta maaf akan kesalahan dan kelicikan ku waktu itu, sebelum aku pergi ke negara tetangga untuk memulai hidup baru rasanya sangat bersalah jika aku tidak meminta maaf secara langsung dengan mu... mau memaafkan aku atau tidak itu urusan mu, tapi aku meminta maaf untuk terakhir kalinya sebelum pergi, maafkan aku Nesa, " jelas Jessica panjang lebar dengan tulus bahkan hingga menangis.
Nesa yang mendengar itu tentu saja terharu, ia berjalan ke arah Jessica dan memeluk wanita yang tengah menangis itu dengan erat, sedangkan Jessica yang di peluk semakin menangis dan Xavier hanya menonton saja karena ini masalah dua wanita itu.
"sudah tidak apa-apa, aku sudah memaafkan mu, kamu bisa pergi dengan tenang dan memulai kehidupan mu yang baru, " ucap Nesa menenangkan dan melepaskan pelukan mereka.
"terimakasih, hanya ini yang aku sampaikan dan juga semoga keluarga kecil kalian bahagia selalu dan bayimu lahir dengan selamat, aku pergi selamat tinggal, " ucap Jessica dan hendak pergi.
"kita tetap saudara kan? " ujar Nesa melihat kepergian Jessica.
"tentu, " jawab Jessica sebelum masuk kedalam mobil dan benar-benar meninggalkan mereka.
setelah kepergian Jessica dan maaf yang tulus dari Jessica, Nesa menangis tersedu-sedu, Xavier yang sadar langsung memeluk wanita itu dan menenangkan wanita itu agar tidak menangis lagi.
"sudah jangan menangis lagi, ayok kita pergi keburu siang, " ucap. Xavier dan menghapus air mata Nesa.
"iya, baiklah, " jawab Nesa dan memeluk Xavier setelah itu melepaskan nya kembali.
__ADS_1