
INFO BAKALAN ADA YANG ANGET-ANGET LAGI, HAPPY READING.
Berjam-jam di dalam pesawat membuat tubuh Nesa terasa pegal, dan beruntung sekarang mereka sudah sampai di Jepang. Sesampainya di Jepang Xavier langsung memesan apartemen untuk mereka sewa beberapa hari ke depan.
setelah semua barang-barang masuk ke dalam kamar, Nesa langsung merebahkan dirinya di atas kasur sedangkan Xavier memilih untuk mandi karena mereka sampai cukup malam.
"Jangan langsung tidur, ganti pakaian mu dulu... aku ingin mandi sebentar, "
"hmm, baiklah, "
Nesa menurut ia langsung mengganti pakaian dan menyiapkan pakaian untuk Xavier, setelah berganti pakaian karena lapar Nesa mengeluarkan mie instan yang ia bawa di dalam koper dan menuju dapur untuk memasak 3 mie instan.
2 untuk Xavier dan 1 untuk Nesa, selagi menunggu Xavier dan air matang Nesa bermain handphone namun ada satu pesan yang membuatnya gagal fokus namun ia memilih untuk mengabaikan dan kembali melanjutkan masak mie nya.
"sayang kamu masak apa? " tanya Xavier yang sudah selesai mandi.
"hanya mie instan, besok temani aku belanja untuk persediaan kulkas beberapa hari, "
__ADS_1
"hum baiklah, "
lalu Xavier duduk di meja makan sambil menunggu Nesa selesai masak, sejujurnya ia juga sudah sangat lapar karena tadi tidak makan malam di pesawat. selesai memasak mie Nesa menaruh mie yang matang ke atas piring dan memberikan satu piring kepada Xavier.
mereka berdua makan tanpa suara, tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka menyelesaikan makan malam. setelah selesai Nesa mengambil piring Xavier dan akan mencucinya saat bangun dari duduknya tidak sengaja Xavier melihat ke arah dada Nesa yang sepertinya tidak mengenakan bra di balik pakaian tidurnya.
Xavier menelan salivanya dan memilih pergi ke ruang tamu dan menunggu Nesa sambil menonton televisi, namun tetap saja pikirannya melayang kemana-mana mengingat dada Nesa yang cukup besar dan menggugah gairahnya itu.
sedangkan Nesa mencuci dia piring dan panci yang tadi ia buat masak, setelah mencuci piring Nesa mengeringkan piring terlebih dahulu dan menata nya di rak piring, setelah selesai Nesa menyusul Xavier yang tengah menonton televisi di ruang tamu.
sesampainya di ruang televisi tanpa rasa bersalah Nesa langsung duduk di samping Xavier tanpa tahu jika Xavier tengah menahan hasrat nya, padahal tadi pagi mereka sudah melakukan servis namun tetap saja menurut Xavier tubuh Nesa benar-benar seksi dan menggugah.
"aku sudah tidak mengantuk, lalu bagaimana dengan mu? "
"aku juga sudah tidak mengantuk lagi, oh ya besok setelah dari tempat belanja apa kamu ingin berjalan-jalan di sekitar Tokyo? "
"emm, boleh saja, aku juga ingin tahu daerah Tokyo, "
__ADS_1
"baiklah besok aku akan ajak kamu berkeliling, "
Nesa tidak menjawab lagi, ia memilih untuk menonton televisi sedangkan Xavier terus curi pandang ke arah dada Nesa tanpa sepengetahuan Nesa. ia masih menahan gairahnya namun semakin di tahan pikirannya semakin liar alhasil ia langsung menyerang Nesa.
Nesa yang terkejut karena tiba-tiba Xavier menindih nya dia atas sofa hanya diam saat menerima cumbuan kasar dari Xavier yang sudah sangat bergairah. namun saat tersadar Nesa mulai mengikuti permainan lidah Xavier yang sangat lincah.
"emhpp, "
tidak tinggal diam tangan Xavier bergerak lincah di atas dua gundukan gunung Nesa dan merobek pakaian tidur Nesa secara paksa hingga terlihat benda putih, mulus dan kenyal itu langsung di lahap oleh bibir tebal Xavier.
sedangkan Nesa hanya meraung ke enakan di bawah kendali Xavier, Nesa meremas rambut Xavier yang tengah menyusu bagaikan bayi yang tengah kehausan. Xavier terus bermain di dada Nesa lalu dengan perlahan ia menarik celana Nesa hingga hanya tersisa ****** ******** saja.
tanpa mensia-siakan itu, Xavier memasukkan tangannya Ke dalam celana Nesa dan bermain di milik Nesa dengan memasukkan 2 jarinya ke dalam sangkar Nesa membuat Nesa terus melenguh keenakan saat Xavier terus menerus mengeluarkan dan masukan jarinya.
setelah puas bermain dengan buah kembar itu, Xavier sekarang membuka pakaian nya dengan masih bermain di bagian milik Nesa dengan jarinya, setelah semua pakaiannya terbuka Xavier membuka ****** ***** Nesa yang sudah sangat basah.
lalu melepaskan jarinya dari sana dan di gantikan dengan senjata tempur miliknya, dengan sekali hentakan milik Xavier sudah berada di dalam sangkar milik Nesa. Nesa melenguh ke enakan saat senjata milik Xavier masuk sepenuhnya di dalam sangkar emasnya.
__ADS_1
Xavier langsung memanu mundurkan senjatanya dengan cepat, membuat Nesa terus mengeluarkan suara-suara merdu yang menghiasi ruang tamu apartemen mereka. Xavier dan Nesa memainkan beberapa gaya dan mereka bermain di atas sofa yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
Xavier menggempur Nesa hingga dini hari mereka baru selesai dan tidur di atas sofa dengan keadaan tubuh yang masih polos dan di penuhi okeh cairan milik mereka berdua