
2 hari suda berlalu dan sekarang adalah hari di mana Nesa akan di pinang oleh Xavier di mana hari ini adalah hari ia menjadi seorang istri. dengan gaun pengantin dan make-up yang sudah selesai Nesa memperhatikan Xavier yang akan mengucapkan janji suci lewat televisi.
yang tersambung dengan CCTV ruang tamu, acara akad nikah di adakan di rumah laki-laki dan resepsi akan di adakan di gedung nanti nya, Nesa terus memperhatikan Xavier yang sudah berjabat tangan dengan ayahnya.
ijab kobul pun di mulai, ayah Nesa mengucapkan ijab kabul dengan lantang dan di balas oleh Xavier tidak kalah lantangnya meski wajah datar dan tegangnya menghiasi ia tetap mengucapkan ijab kobul dengan lancar dalam satu tarikan napas.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Xavier Anderson Miller bin Erwin Miller dengan putri saya yang bernama Vanesa Anggelista Paramita dengan mas kawin berupa uang 1 milyar dan 1 rumah di bayar tunai, "
"saya terima nikah dan kawinnya, Vanesa Angelista Paramita bin Ardiansyah Adiwijaya dengan mas kawin berupa uang 1 milyar dan 1 rumah di bayar tunai! " ucap Xavier dengan lantang nya.
semuanya tersenyum, Ardiansyah menatap ke arah pak penghulu dan para wali yang hadir dan serempak mereka semua mengatakan sah, Xavier dengan wajah tegangnya bersyukur bisa melafalkan itu dalam satu tarikan nafas.
Nesa yang berada di kamar Xavier tengah menangis haru karena sekarang ia sudah bukan gadis lagi melainkan seorang istri, Bunda yang sejak tadi menemani Nesa menenangkan Nesa dan memberikan selamat setelah itu mengajak Nesa untuk turun bertemu suaminya.
"selamat ya sayang! bunda ikut senang, " ucap bunda sambil memeluk Nesa.
"terimakasih bunda, " jawab Nesa sambil memeluk bunda.
"ya sudah hapus air matamu dan kita turun ke bawah, " ucap bunda dan di angguki oleh Nesa.
bunda menggandeng tangan Nesa sambil menuruni anak tangga, pusat perhatian sekarang teralih kepadanya termaksud Xavier yang menatap nya tanpa berkedip hingga di senggol oleh kedua laki-laki paru baya baru ia sadar.
bunda membawa Nesa ke Xavier, sebelum di serahkan kepada Xavier Nesa di berikan kepada Ardiansyah terlebih dahulu, sebelum tugas yang Ardiansyah emban di berikan kepada Xavier sepenuh nya.
"nak, saya memberikan anak saya agar kamu jaga baik! saya harap kamu memenuhi apa yang harus kamu penuhi sebagai seorang suami dan kamu Nesa kamu harus berbakti kepada suamimu dan jangan bersikap terlalu manja kepadanya... kalau begitu nak Xavier saya berikan tugas saya kepadamu seluruhnya, " ucap Ardiansyah panjang lebar kepada Xavier dan Nesa.
__ADS_1
"pasti! saya akan menjaga Nesa sampai kapanpun itu! " jawab Xavier mantap sambil mengambil Nesa dari gandengan ayahnya dan ia bawa ke gandengannya.
"iya ayah, Nesa akan melakukan terbaik, " ujar Nesa setelah berada di genggaman Xavier.
Ardiansyah hanya tersenyum, sungguh ia merasa terlalu cepat melepaskan putri kecilnya. setelah itu mereka semua mulai menikmati acara sederhana sedangkan acara mewahnya akan di adakan nanti malam.
"hey, selamat ya sahabat ku, " ucap Shafira yang datang dan langsung memeluk Nesa.
"terimakasih sudah datang Shafira, semoga kamu cepat menyusul, " jawab Nesa sambil membalas pelukan Shafira.
"ya doakan saja, " ujar Shafira dan mereka terkekeh bersama.
"oh ya, ini aku berikan hadiah untuk mu... maaf kecil dan oh ya bukanya saat sedang berdua saja ya, " ucap Shafira dan mengedipkan mata ke arah Xavier.
"ya baiklah terimakasih, " ucap Nesa.
"baiklah kalau begitu aku mau menikmati makanan di sini dulu aku sudah lapar, dah, " ucap Shafira tanpa malu.
"astaga anak itu, " ucap Nesa pelan.
setelah kepergian Shafira datanglah Daniel yang membawa Kotak yang sedikit sedang yang mungkin isinya tidak beda jauh meresahkan nya dari kotak yang di berikan oleh Shafira tadi.
"hey selamat bro! " ucap Daniel sambil bersalaman dan berpelukan ala laki-laki.
"ya terimakasih, "
__ADS_1
"selamat nyonya, " ucap Daniel sambil menggoda Nesa dengan menaik turunkan alisnya.
"terimakasih Daniel, " jawab Nesa sambil tersenyum membuat Xavier meradang.
"ck, lepas tidak usah menatap istri ku seperti itu dan juga sebaiknya kamu cepat lah pergi dari sini! " ucap Xavier kesal dan mengusir Daniel.
"wow tenang lah teman, oh ya ini hadiah untuk kalian lebih tepat nya untuk Nesa pakai saat malam nanti ya, " ujar Daniel dan langsung memberikan hadiah itu dan segera pergi sebelum terkena amukan dari Xavier.
"aku? apa isinya? " tanya Nesa bingung.
"sudah sebaiknya kita taruh dulu hadiah ini, setelah itu makan dulu karena keluarga ku belum datang semua, " ucap Xavier memberi tahu.
"ya baiklah, " jawab Nesa dan menaruh hadiah dari Shafira dan yang lainnya di tempat yang sudah di siapkan.
...PROMOSI BAB...
Wil, bocah SMP kelas 9, harus berpetualang menemukan siapa bapak kandungnya, agar nama yang tertulis di ijasah betul-betul tidak salah. Selama ini nama bapak kandung di ijasah SD dan beberapa surat penting lainnya tidak sama.
Perjuangannya begitu berat, petunjuk yang ia punya hanya tiga lembar KK. Tak ada tempat bertanya, karena satu-satunya orang terdekat yang ia punya, yaitu ibunya, sudah meninggal.
Petualangan Wil dimulai berdasarkan alamat pada lembar KK, dan tanpa diduga, Wil mengalami hal-hal dahsyat yang begitu luar biasa.
Akankah Wil berhasil menemukan bapak kandungnya?
__ADS_1