
Nesa sehabis menerima telepon dari Xavier, ia tidak langsung istirahat melainkan mondar-mandir di dalam kamar memikirkan apakah laki-laki itu baik-baik saja. hingga bunda masuk kedalam kamar untuk menemani wanita itu tidur.
"Nesa, biar bunda temani ya? " ucap bunda saat sudah duduk di samping Nesa.
"baiklah, maaf merepotkan mu, " ucap Nesa tidak enak.
"tidak apa, ayok tidur sudah malam Xavier sudah bilang akan pulang telat kan? " tanya bunda sambil mengajak Nesa merebahkan diri di kasur.
"sudah, dia bilang akan pulang telat, " jawab Nesa.
"ya sudah mari tidur, "
Nesa hanya mengangguk lalu ia merebahkan diri di atas kasur dan mulai memejamkan mata, meski rasa gelisah masih ada tapi ia harus istirahat bukan hanya dirinya tapi untuk kebaikan bayi yang tengah ia kandung juga. bunda menatap sedih ke arah Nesa dan mulai ikut tidur.
sedangkan di lain tempat Xavier baru saja menyelesaikan pekerjaannya, begitu juga dengan Daniel dan sekarang mereka akan menuju restoran yang ada di sebrang perusahaan untuk melakukan makan malam karena mereka belum makan malam.
"huh, pesan yang banyak aku tadi siang hanya makan sedikit, " ucap Daniel kepada Xavier.
__ADS_1
"ya, pesanlah apa saja aku yang bayar, " jawab Xavier dan mulai membuka buku resep.
mereka berdua memesan makanan cukup banyak, bukan karena rakus tapi mereka memang benar-benar lapar. selagi menunggu makanan mereka siap Xavier membuka handphone dan tidak ada pesan sama sekali dari Nesa yang kemungkinan sudah tidur.
karena tidak ada pesan atau telepon dari Nesa, Xavier memilih menyimpan handphone nya dan merenungkan kata-kata Nesa tadi pagi, yang selalu mengkhawatirkan nya bahkan hingga melarangnya untuk kerja. namun selama kerja tadi Xavier tidak merasakan ada bahaya jadi sekarang ia lebih lega dan santai.
makanan mereka sudah tiba di meja mereka berdua, dan mereka langsung makan dengan lahap. tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka berdua makan hanya membutuhkan waktu beberapa menit mereka sudah menghabiskan semua makanan yang ada di hadapan mereka.
"baiklah kamu yang bayar, dan jangan lupa besok harus datang lebih pagi! selama kamu tidak ke kantor aku benar-benar kewalahan, " ujar Daniel mengeluh.
"aku tahu! sudahlah, aku hanya akan bekerja 1 minggu lagi saja setelah itu aku harus menemani istriku, " jawab Xavier dan bangkit dari duduknya untuk membayar makanan mereka.
setelah itu Xavier menuju kasir untuk membayar makanan mereka, setelah selesai Xavier menghampiri Daniel dan keluar dari restoran bersama. mereka kembali ke perusahaan untuk mengambil mobil mereka masing-masing.
setelah mereka masuk ke dalam mobil masing-masing mereka berpisah di sana. dengan kecepatan rata-rata Xavier melajukan mobilnya menuju rumah, Xavier sedikit mengantuk namun ia tetap harus terjaga selama membawa mobil.
sungguh ia menyesal karena tidak membawa supir saja, membuatnya benar-benar tidak bisa beristirahat sebelum sampai rumah. jalanan masih sangat ramai entah orang-orang yang mencari makan atau kendaraan yang lalu lalang.
__ADS_1
karena mengantuk Xavier tidak fokus memperhatikan depannya. hingga ia tidak sadar bahwa ada sebuah mobil yang melaju sangat cepat berlawanan arah dengannya. Xavier masih santai karena belum menyadari jika mobil itu mengarah ke arahnya.
hingga tabrakan tidak bisa terelakkan. mobil Xavier terguling keras hingga menabrak pohon dengan kencang, mobil yang menabraknya pun sama hancur lebur dan perlahan-lahan warga menghampiri mereka dan mulai mengeluarkan mereka berdua dari mobil.
Xavier yang masih sadar menyesal karena tidak mendengarkan istrinya, ternyata ini yang akan terjadi karena perasan yang tidak enak pagi itu.
"ma-maafkan aku sayang! aku ti-tidak menepati janjiku! " gumam Xavier dan ia benar-benar tidak sadarkan diri.
para warga langsung membantu Xavier keluar dari mobil dan beruntung ambulan datang dengan cepat dan membawa kedua korban itu. barang-barang Xavier di bawa oleh perawat untuk menghubungi keluarga korban.
...****************...
Nesa yang haus terbangun dari tidurnya dan langsung menuju dapur. ia mengambil minum dan tanpa sengaja cangkir yang ia pegang jatuh dan pecah. perasannya pun tiba-tiba sangat buruk hingga jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.
"astaga ada apa ini? semoga saja tidak ada apa-apa, " gumam Nesa.
lalu ia mulai membereskan pecahan kaca yang berserakan. saat tengah membereskan pecahan kaca, bunda turun dengan membawa handphone Nesa dengan terburu-buru. Nesa kebingungan saat bunda sampai di hadapannya. hingga dua kata yang keluar dari mulut bunda Nesa benar-benar terkejut.
__ADS_1
"Nesa! Xavier kecelakaan! "