Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Berita pertunangan putra tunggal Miller


__ADS_3

matahari sudah menampakkan diri-nya, namun seorang wanita masih lelap dengan tidur nyaman-nya yang tidak lain adalah Nesa yang masih nyaman di balik gulungan selimut-nya. sedangkan Xavier yang melihat Nesa masih tidur lelap hanya bisa menggeleng.


pasal-nya sekarang sudah hampir menunjukkan waktu pukul 8 pagi, namun Nesa belum juga bangun sedangkan diri-nya sudah rapih dengan pakaian olahraga-nya. niat Xavier mendatangi kamar Nesa untuk mengajak lari pagi di sekitar taman mansion namun karena melihat wanita itu masih terlelap jadilah ia hanya memperhatikan Nesa selama hampir setengah jam.


"eummm, " lenguhan Nesa.


Xavier hanya memperhatikan Nesa yang terduduk sambil menguap karena baru bangun, Nesa mengucek-ucek mata-nya, sampai penglihatan-nya jelas. saat sudah jelas betapa terkejut-nya ia mendapatkan Xavier tengah duduk di single sofa yang ada di kamar-nya dan menatap ke arah-nya dengan datar.


"sejak kapan kamu di sana? " tanya Nesa panik dan ia langsung melihat ke arah pakaian-nya dan bersyukur pakaian-nya masih lengkap.


Nesa langsung menarik selimut sampai atas dada dan hal itu tidak luput dari perhatian Xavier sejak tadi, rasanya Xavier ingin tertawa melihat reaksi Nesa terlebih sekarang ia masih sangat berantakan apa lagi rambut-nya yang panjang aut-autan.


"heyy, cepat lah mandi kita lari pagi di sekitar taman, " perintah Xavier dan beranjak pergi meninggalkan kamar Nesa.


Nesa yang baru bangun belum konek apa yang di ucapkan oleh Xavier, namun beberapa menit kemudian ia sadar dan segera bergegas menuju kamar mandi sebelum Xavier mengatakan hal-hal yang tidak terpikirkan oleh Nesa.


Xavier menunggu Nesa di ruang keluarga, selagi menunggu wanita-nya ia mengecek laporan yang di berikan oleh Daniel, Daniel sudah tahu tentang rencana Xavier yang akan memberhentikan Nesa karena 29 hari lagi mereka akan menikah sudah pasti setelah menikah ia tidak akan mengizinkan Nesa bekerja lagi.


tidak lama kemudian Nesa menghampiri Xavier yang masih fokus dengan handphone-nya, Nesa sudah siap dengan mengenakan celana leging selutut dan hoodie yang cukup kebesaran hingga menutupi bagian bokong-nya.


"pagi... maaf lama, " sapa Nesa cengengesan.


Xavier mengalihkan tatapan-nya setelah mendengar sapaan dari seseorang yang sudah tidak asing lagi bagi-nya, Xavier tersenyum dan mengangguk ia sempat menilai penampilan Nesa dari atas sampai bawah beruntung Nesa tidak menggunakan pakaian olahraga yang berbentuk bikini tidak seperti Jessica yang suka memperlihatkan kemolekan tubuh-nya.


"sudah? ayok!" ajak Xavier dan menggandeng tangan Nesa mengajak keluar mansion menuju taman.


"taman-nya ada di sebelah mana? " tanya Nesa kepada Xavier.


"sebelah sini, " jawab Xavier dan terpampang lah sebuah taman yang sangat luas.


Nesa sempat terperangah lalu ia melepaskan kaitan genggaman mereka dan berlari pelan untuk menikmati udara yang segar dan sejuk. Xavier hanya menggeleng lalu ia ikut lari dan mengejar Nesa dan terjadilah aksi kejar-kejaran antara mereka seperti abg yang baru pubertas.

__ADS_1


"hahah, jangan menggelitik ku lagi... sudah Xavier aku lelah, " ujar Nesa yang perut-nya tengah di gelitiki oleh Xavier.


"baiklah... ayok istirahat dulu, " jawab Xavier setelah menghentikan aksi-nya.


Xavier mengajak Nesa menuju salah satu bangku yang tersedia di taman, dan di sana sudah tersedia jus dan cemilan untuk mereka berdua nikmati. beberapa pelayan juga penjaga yang melihat tuan muda-nya sudah kembali seperti dulu merasa senang dan bahagia.


"huh melelahkan sekali, apa kamu tidak lelah? " ucap Nesa setelah menenggak se gelas jus.


"huh... lumayan, " jawab Xavier yang menikmati jus-nya.


"aku baru tahu jika di sini ada taman, " ujar Nesa jujur.


"apa kamu tidak melihat taman ini ketika kamu pertama kali datang? " tanya Xavier mengernyit bingung.


"tidak aku kurang memperhatikan sekitar, " jawab Nesa.


Xavier hanya mengangguk saja, mereka kembali diam sambil menikmati jus dan cemilan yang sudah di sediakan. Nesa menghirup dalam-dalam udara sejuk di mansion ini sedangkan Xavier fokus kepada handphone-nya lebih tepat-nya tentang berita pertunangan-nya dengan Nesa ternyata sudah di sebar undangan-nya oleh kedua orang tua Xavier.


Nesa yang melihat raut wajah Xavier yang kembali datar menjadi bingung, ia yang kepo melihat ke arah handphone milik Xavier dan berapa terkejut-nya ia saat mengetahui tentang berita hot pagi ini.


"seperti-nya orang tua ku sudah menyebarkan undangan untuk para kolega hingga tercium oleh media seperti ini, " jawab Xavier santai.


"huh, jika menyangkut dirimu aku sudah tidak aneh lagi jika berita seperti ini akan langsung trending topic, " ujar Nesa sedikit resah.


"ada apa? kenapa kamu trlihat resah?" tanya Xavier yang melihat keresahan Nesa.


"apa nanti saat pertunangan kita tamu undangan-nya banyak? " tanya Nesa kepada Xavier.


"banyak mungkin sekitar 1000 orang, belum lagi keluarga besar ayah ku yang berada di luar negeri, " jawab Xavier santai.


"memangnya ada apa sayang? " lanjut Xavier bertanya.

__ADS_1


"huh a-aku sedikit fobia dengan keramaian, " jawab Nesa sambil menundukkan kepala.


Xavier yang paham langsung memeluk Nesa dengan erat ia mengusap kepala Nesa dan sesekali mendaratkan kecupan-kecupan untuk Nesa. Nesa membalas pelukan Xavier dan menyamankan diri di dalam dekapan sangat kekasih.


"tidak apa kan ada ku dan orang tuaku, " ucap Xavier menenangkan Nesa.


Nesa mengangguk dan mereka berpelukan cukup lama hingga matahari semakin terik Xavier mengajak Nesa untuk masuk dan segera memberikan kekasih-nya sarapan karena tadi Nesa telat bangun dan langsung olahraga hingga belum sempat untuk sarapan.


...****************...


Prangkkk


handphone seharga 1 motor itu hancur lebur karena di lempar oleh seseorang yang tengah marah dan emosi ketika melihat berita pagi ini. ia tidak terima dengan apa yang di beritakan hari ini.


"DASAR WANITA *******, AKAN KU BUHUN KAMU! " teriak wanita itu frustasi.


Tiba-tiba ia menghentikan aksi-nya melemparkan barang, ua tersenyum dengan senyum devil-nya. ia memanggil asisten-nya untuk menemui-nya ada rencana licik yang akan ia lakukan untuk menghancurkan pertunangan mantan kekasih-nya dan kaka tiri-nya.


"ada apa nona? " tanya asisten Jessica.


"aku memiliki rencana dan kamu harus membantu ku, " ucap Jessica angkuh.


"baik, apapun akan saya lakukan nona, " ucap laki-laki itu mantap.


"baiklah kemari kamu, " ujar Jessica dan laki-laki itu menurut.


Jessica membisikkan sesuatu dan setelah itu menyuruh asisten-nya untuk pergi meninggalkan ruangan-nya. ia tersenyum devil ia tidak akan membiarkan pertunangan itu berjalan dengan lancar ia akan menghancurkan-nya karena yang pantas bersanding dengan Xavier hanya diri-nya bukan orang lain.


"Terima akibatnya Vanesa! jangan pernah main-main dengan ku! " ucap wanita itu lalu pergi melenggang entah kemana.


Jessica seperti-nya kamu yang ber main-main dengan orang yang salah. jangan bangunkan singa yang tidur Jessica jika tidak mau terkena bencana!

__ADS_1


🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎


hay guyss maaf yah aku jarang update karena akhir² ini aku benar-benar sibuk hehe, paling ya seminggu cuma update 3 atau 4 bab aja. gk papa kan?


__ADS_2