Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Pusat Perbelanjaan


__ADS_3

"Mau ambil sayur atau tidak? " tanya Nesa kepada Xavier yang memegang troli belanja.


"ambil lah, makan daging juga harus seimbang dengan sayur, "


"oke baiklah, "


pagi ini Xavier dan Nesa sekarang sudah berada di pusat perbelanjaan Tokyo, sejak tadi mereka belum selesai belanja meski mereka belanja hanya sedikit karena mereka hanya beberapa hari saja di sini.


namun mereka masih meributkan beli ayam atau daging sapi, karena kesal Xavier pun memilih untuk mengambil keduanya agar Nesa tidak bingung lagi ketika memilih antara ayam atau daging sapi.


"baiklah semuanya sudah selesai, sekarang kita ke kasir, " ujar Xavier.


Xavier hendak jalan lebih dulu menuju kasir namun di tahan oleh Nesa membuat Xavier kebingungan, lalu Nesa menunjuk ke arah frizer es krim membuat Xavier paham dan ia berjalan menuju frizer mengambil 1 cup besar es krim lalu di taruh di troli belanja.


"sudah ayok, "


"terimakasih, suamiku, "


Xavier hanya menggeleng lalu mereka segera melakukan pembayaran, saat tengah melakukan pembayaran ada saja wanita yang mencoba untuk menggoda Xavier namun Xavier tetap bersikap datar dan lebih mendekatkan diri dengan Nesa agar Nesa tidak cemburu.


"hey tampan, mau kah kau bermain dengan ku? oh tidak kau datang saja ke apartemen ku, ini kartu namaku... sampai jumpa nanti malam! " ucap seorang wanita dan mengedipkan mata ke arah Xavier lalu menaruh kartu namanya di kantung kemeja Xavier dan menatap tajam ke arah Nesa.

__ADS_1


Nesa yang di tatap tajam malah kebingungan, mau menggoda tapi malah seperti itu, apakah jaman sekarang memang wanita banyak yang seperti itu? Xavier hanya menatap datar ke arah wanita itu dan membuang kartu nama yang di berikan wanita itu.


"kenapa di buang? kan lumayan nanti malam sayang, " tanya Nesa menggoda Xavier.


"ck, apa kau ingin aku bermain dengan nya? "


"tentu saja tidak! enak saja, "


"ya sudah, kalau begitu sebaiknya kamu diam saja, "


Nesa yang mendengar itu diam dengan wajah cemberut, Xavier menggandeng Nesa setelah membayar belanjaan mereka dan seperti janjinya semalam Xavier mengajak Nesa berkeliling Tokyo.


"Xavier, kita akan ke mana? " tanya Nesa di Sela-sela makan es krim.


"ke, Tokyo Skytree, Oshiage aja ya? "


"boleh, tapi kalau ke sana lebih sru kalau malam sih, "


"ya udah gini saja, kita pulang terlebih dahulu baru nanti sore kita ke sana bagaimana? "


"aku setuju kalau itu, aku juga sudah lapar, "

__ADS_1


"baiklah, "


lalu Xavier memutar balik mobil kembali untuk menuju apartemen berada, kebetulan tadi pagi Xavier menyewa mobil agar lebih mudah untuk ke suatu tempat. sesampainya di apartemen Xavier langsung membawa kantung belanjaan ke unit apartemen mereka dan Nesa mengikuti dari belakang.


di dalam apartemen Xavier langsung membawa belanjaan ke dapur dan membiarkan Nesa menata dan memasak makan siang mereka, sedangkan Xavier menunggu di ruangan televisi sekalian melihat laporan perusahaan yang belum selesai permasalahannya.


Nesa menata semua belanjaan kedalam kulkas, lalu ia mengambil sayur pokcoy dan satu bungkus ayam untuk makan siang mereka, Nesa berencana memasak ayam bumbu asam manis dan di beri rebusan pokcoy.


selama memasak Nesa sesekali bersenandung, Nesa memang bisa memasak. namun tidak terlalu jago karena ia sudah cukup lama hidup sendiri jadi ia terbiasa untuk masak makanan nya sendiri.


Nesa memotong berbagai cabai dan bawang, lalu mencuci pokcoy dan di masukan ke dalam air rebusan yang sudah mendidih. selesai memotong bumbu Nesa beralih mencuci bersih ayam dan di berikan jeruk nipis agar tidak amis.


setelah itu, mengangkat pokcoy lalu menumis bumbu yang sudah di potong setelah itu di beri air dan bumbu asam dan di beri kecap manis setelah itu baru di masukan ayam dan terakhir masukan pokcoy kedua tumisan ayam asam manis.


setelah selesai Nesa menata semua lauk di atas meja makan lalu mengambil nasi yang sudah ia masak sebelum berangkat berbelanja tadi, setelah itu Nesa memanggil Xavier yang tengah menonton televisi di ruang tamu.


"sayang, makan dulu yuk, "


"oh sudah matang, baiklah, "


lalu Nesa dan Xavier berjalan menuju meja makan bersama, sesampainya di meja makan Nesa mengambil kan lauk dan nasi kedalam piring Xavier baru ia mengambil makanan untuknya sendiri, setelah itu mereka makan siang dengan harmonis.

__ADS_1


__ADS_2