Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Kegabutan Xavier


__ADS_3

Matahari sudah terbit dari ufuk timur dan membangunkan wanita muda yang bergelung nyenyak di balik selimut tebalnya, dan juga laki-laki yang sudah siap berangkat menuju kantor sebelum berangkat ia menunggu pesan dari sang kekasih yang tidak kunjung membalas.


Nesa bangun dan langsung meng cek handphonenya, ada beberapa pesan dari Xavier dan langsung ia balas, setelah membalas pesan itu ia kembali merebahkan diri dan kembali melanjutkan tidur.


sedangkan Xavier yang sudah mendapatkan jawaban, langsung bergegas pergi menuju kantor karena pekerjaan hari ini akan menguras tenaga dan juga otak. Xavier menuju kantor dengan membawa mobil sendiri entah kenapa ia ingin mengendarai mobil sendiri hari ini.


sesampainya di perusahaan, Xavier langsung menuju ke ruangannya berada, ia tidak menghiraukan sapaan dari para karyawan seperti biasanya. hari ini moodnya sedang tidak baik karena belum bertemu Nesa pada baru kemarin mereka berpisah.


sampai di ruangannya, ia langsung duduk di kursi kebesarannya dan langsung berkutat dengan berkas juga leptop yang sudah bertengger manis di atas meja kerjanya. sedangkan Nesa sudah bangun hanya saja belum melakukan hal apapun.


"huh, aku lapar stok di kulkas sudah habis... nanti setelah sarapan aku ke minimarket terlebih dahulu deh untuk mengisi stok kulkas, " monolog Nesa.


lalu ia bangkit dari duduknya dan segera menyambar handuknya untuk melaksanakan ritual mandi paginya, meski hari sudah mulai siang. Nesa menghabiskan waktu sekitar 15 menit untuk mandi.


setelah mandi Nesa langsung berpakaian dan turun ke lantai satu dimana dapur berada, untuk melaksanakan sarapan menjelang siangnya. tanpa Nesa ketahui Bunda sudah menunggu Nesa sejak pagi tadi di dapur.


"eh Bunda kok bisa ada di sini? " tanya Nesa terkejut melihat Bunda.


"kemarin Bunda lihat kulkas mu kosong, jadi hari ini Bunda isiin lagi pula Bunda tidak ada teman di rumah semuanya pada ke perusahaan, " jelas Bunda yang masih berkutat dengan berbagai alat masak.


"ouh gitu, tadinya Nesa mau isi sendiri hehe, makasih ya Bunda, " ucap Nesa tulus.


"Sama-sama sayang, kamu belum sarapan kan? nih sarapan dulu, " ucap Bunda sambil memberikan roti bakar ke arah Nesa.


"maaf Bunda merepotkan mulu, Terimakasih ya Bunda, " ucap Nesa tidak enak.


sedangkan Bunda hanya tersenyum dan mengangguk, ia menemani Nesa sampai selesai makan baru ia akan mengajaknya mengobrol, tidak sampai 15 menit Nesa sudah menyelesaikan sarapan menjelang siangnya.

__ADS_1


setelah selesai sarapan, Bunda mengajak Nesa mengobrol di rumah televisi agar lebih nyaman, tadinya Bunda ingin membersihkan piring kotor namun di larang oleh Nesa agar ia saja yang membersihkan peralatan yang kotor.


"Bunda sehat kan? " tanya Nesa basa-basi.


"haha, kamu ini sepertinya memang tidak bisa berbasa-basi ya? " ujar Bunda sambil tertawa.


sedangkan Nesa hanya tersenyum malu, sungguh ia memang tidak pandai berbasa-basi, setelah mereka mengobrol kan banyak hal bahkan Bunda terang-terangan membuka aib Xavier saat kecil dan kebiasaan Xavier sampai sekarang.


sedangkan Xavier yang di omongin bersin-bersin hingga membuat hidungnya menjadi merah, karena kesal ia memanggil Daniel Beruntung Daniel sudah pulang tadi malam jadi ia tidak perlu repot hari ini.


"DANIEL! " teriak Xavier keras.


Daniel yang di panggil langsung masuk sebelum terkena semprot oleh Xavier. sesampainya di dalam ruangan Xavier, Daniel ingin rasanya tertawa saat melihat wajah Xavier yang memerah.


"ada apa dengan wajahmu? " tanya Daniel pada akhirnya pecah tawanya.


"hahah baiklah ada apa kamu memanggil ku? " tanya Daniel yang sedang mencoba meredakan tawanya.


"aku bosan, apakah kamu ada ide? " celetuk Xavier enteng.


Daniel yang mendengar itu memutar bola matanya malas, ia kira ada hal penting apa ternyata hanya karena bos besar bosan ia harus meninggalkan pekerjaannya.


"aku tidak tahu, " ucap Daniel datar.


"ck, aku sedang bertanya juga! " kesal Xavier.


lalu mereka bertiga sama-sama terdiam, entah apa yang sedang mereka pikirkan, hingga Xavier mengingat sesuatu sepertinya ini akan sangat menyenangkan Xavier tersenyum miring membuat Daniel bergidik ngeri.

__ADS_1


"sudah tidak ada kabar tentang Ardiansyah? " tanya Xavier.


"ya sepertinya, " jawab Daniel yang mulai mengerti dengan jalan pikiran sang bos.


"berikan video itu kepada Ardiansyah! aku ingin lihat seberapa terkejutnya ia saat melihat fakta tentang istri dan anak sambungnya! " perintah Xavier dengan datar.


"baiklah akan aku laksanakan, tapi bisakah kamu tidak terlalu kejam? apa kamu tidak puas melihat mereka hancur? " ucap Daniel dan bertanya.


"aku belum puas hingga ia benar-benar hancur! " jawab Xavier dengan matang dan menekan kata hancur.


Daniel hanya bisa menggeleng melihat sikap Xavier yang kejam, lalu ia segera meninggalkan ruangan Xavier untuk melakukan perintah dari Xavier. sedangkan Xavier tersenyum puas dan menantikan kabar baru tentang kehancuran Ardiansyah.


......PROMOSI BAB......



"Perjuangan yang sungguh-sungguh akan membuatmu berhasil mencapai apa yang kau inginkan. Berjuanglah dan tanamkan satu target dihadapanmu!"


~Lara Alessandra


Sebagai wanita dengan berat badan 107 kilogram, Lara kerap kali merasa berkecil hati. Kedatangan keluarga Alex untuk melamar dirinya sudah seperti anugerah terindah yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


Sayangnya, pernikahan sempurna yang dibayangkan Lara tidak sama dengan kenyataan. Alex ternyata mau menikah dengannya karena sebuah paksaan. Bukan karena cinta apa lagi mau menerima Lara apa adanya.


Namun, Lara tidak pernah menyerah. Dia terus berjuang agar Alex mau mencintainya dan menerima dia apa adanya. Ketika perjuangan Lara masih setengah jalan. Dia justru memergoki sang suami sedang bersenang-senang dengan wanita lain.


Apakah Lara akan berhasil membuat Alex jatuh cinta padanya atau justru dia akan menyerah dan memilih untuk meninggalkan Alex?

__ADS_1


__ADS_2