
Nesa tengah berada di kamar Xavier di mana ia sedang di make up oleh makeover profesional, hati ini adalah hari pertunangan nya dengan Xavier. tiga hari sudah mereka lewati tanpa bertatap muka langsung dan sekarang mereka berdua bisa bersama selamanya setelah acara ijab kobul nantinya.
Nesa terlihat sangat cantik dengan make up natrul di wajahnya dan juga gaun baby bule membuat Nesa semakin cantik bak bidadari, sedangkan Xavier menggunakan tuxedo warna yang sama hanya saja warnanya lebih tua dan ia terlihat sangat berkharisma dengan stelan baru itu.
"wah cantik sekali, " ucap penata rias.
"terimakasih, " ucap Nesa malu-malu.
sungguh ia merasa saat melihat dirinya di pantulan cermin serasa bukan dirinya sendiri. sedangkan Xavier hanya tersenyum dan ia benar-benar terpukau dengan penampilan Nesa sekarang. Xavier menghampiri Nesa dan mengulurkan tangannya untuk di gandeng oleh Nesa.
"sudah siap? " tanya Xavier sambil tersenyum.
"aku siap, " jawab Nesa sambil mengalungkan lengannya di lengan kekar Xavier.
"baiklah ayok turun yang lain sudah menunggu, " ucap Xavier lagi.
Nesa hanya mengangguk dan mengikuti Xavier berjalan, mereka berjalan beriringan sambil menuruni tangga satu persatu. pertunangan mereka akhirnya di adakan di mansion besar keluarga miller sedangkan pernikahannya nanti di gedung besar.
mereka berdua menuruni anak tangga bakal seperti pangeran dan putri yang turun dari kayangan, Nesa yang sangat cantik dan juga Xavier yang sangat tampan membuat mereka menjadi sorot perhatian utama.
Xavier membawa Nesa menuju ayah dan bunda berada, sambil menunggu emsi memulai acaranya. selama acara berlangsung pun Nesa dan Xavier tidak pernah lepas atau berpisah sebentar saja.
"baiklah acara kita mulai terlebih dahulu dengan di sambut penyanyi, profesional untuk menemani kalian berdansa dan juga silahkan menikmati hidangan yang sudah di siapkan, " suara emsi menguar dan memulai acara.
"jangan tegang sayang, " ucap bunda kepada Nesa karena Nesa terlihat sangat tegang.
__ADS_1
"iya bunda, aku cuma malu saja karena tidak biasa di perhatikan orang-orang, " jawab Nesa mencoba menetralkan degup jantung nya.
"ya udah tidak apa-apa, dan sekarang sebaiknya kamu makan dulu tadi kamu belum makan bukan? " tanya bunda.
"iya bunda, " jawab Nesa.
"Xavier ajak Nesa makan terlebih dahulu, ayah dan bunda ingin menemui kolega ayah, " ucap ayah kepada Xavier.
"baiklah, ayok sayang, " jawab Xavier dan mengajak Nesa menuju stand makanan.
Xavier mendudukkan Nesa di tempat duduk yang di khusus kan untuk keluarga miller dan keluarga besar nya. Nesa tidak makan nasi melainkan makan cookies yang berada di atas meja sedangkan Xavier hanya memperhatikan saja.
"kayaknya kamu emang laper banget deh, " ucap Xavier sambil terkekeh.
"hehe iya aku belum makan tadi, " ucap Nesa ikut terkekeh.
Nesa menggeleng sambil mengambil tisu dan mengelap tadi tempat Xavier mengelap dengan tangannya. sedangkan Xavier juga ikut mencoba cookies yang di makan Nesa, dan Nesa kembali melanjutkan makan cookies nya.
Xavier hanya makan beberapa saja karena ia sudah makan tadi, dan setelah itu ia ingin mengajak Nesa untuk berdansa toh sekalian untuk hiburan orang-orang dan juga semakin membuat kedekatan mereka semakin dekat.
"mau dansa? " tanya Xavier sambil mengulurkan tangannya.
"mau, tapi... aku tidak bisa dansa, " jawab Nesa malu-malu.
"haha tidak apa-apa, nanti aku ajarkan agar kamu bisa, " ucap Xavier sambil terkekeh.
__ADS_1
"baiklah jika itu mau mu, " jawab Nesa sambil membalas uluran tangan Xavier.
Xavier tersenyum lalu mengajak Nesa ke lantai dansa di mana sudah banyak orang yang berdansa termaksud ayah dan bunda, Nesa melihat mereka semua dan memperhatikan cara mereka berdansa dan ia paham.
"kalung kan tanganmu di leherku, " ucap Xavier memberikan intruksi kepada Nesa.
Nesa langsung melakukan apa yang di ucapkan Xavier, dan ini kesempatan untuk Xavier ia langsung menarik pinggang Nesa menjadi lebih dekat dan sekarang semua orang tertuju kepada mereka berdua karena keromantisan mereka berdua.
"ayunkan kakimu ke kanan dan ke kiri ya, "intruksi Xavier lagi.
Nesa mengangguk lagi dan mulai melakukan apa yang di suruh oleh Xavier, juga Xavier melakukan hal yang sama sambil melihat ke wajah cantik Nesa. setelah Nesa menguasai dansa ia mengangkat wajah dan menatap mata Xavier yang tengah menatap nya juga.
hal itu di saksikan semua orang yang berada di sana, semua menjadi iri dan juga senang melihat keromantisan mereka berdua dan ada seorang pria paru baya yang memperhatikan mereka berdua dengan haru dan juga sedih.
hingga ia melihat seseorang yang ia kenal siapa lagi jika bukan ayah Xavier, sahabat lamanya ia ingin menghampiri ayah Xavier namun ia urungkan mungkin nanti ia akan menghampiri sahabat lamanya setelah mengucapkan selamat dan maaf kepada putrinya.
...PROMOSI BAB...
Nabila Aurelia Jasmin adalah gadis populer di sekolah Bina Harapan Internasional, salah satu Sekolah elit di Jakarta. Dia idaman para laki – laki di sekolahnya. Hampir semua pria di sekolah menginginkan Nabila menjadi kekasihnya. Selain itu dia juga ketua cheerleader sekolah dan sekretaris Osis. Siapa yang tidak mengenal Nabila yang popular. Apa jadinya jika Nabila menyukai pria paling tidak dikenal di sekolah?
Nathan Fernando Lathif, laki – laki dingin yang pendiam, kutu buku, penyendiri dan misterius. Dia hanya menginginkan hidup yang tenang. namun dunianya berubah saat Nabila si gadis populer mengejar – ngejarnya. Tidak hanya jadi amukan para pria di sekolah, hidupnya yang tenang menjadi penuh drama. Dia kesal karena terus – terusan diikuti gadis berisik itu.
Bagaimana kisah mereka?
__ADS_1
Bisakah Nabila menaklukan si pria es?
Atau Nabila akan menyerah dan menerima cinta pria popular Sekolah yang memang menyukainya, karena berkali – kali diabaikan dan dianggap pengganggu?