
HAPPY READING, BTW HATI-HATI YA RADA HOT SOALNYA
matahari sudah bersinar terang di atas langit, Nesa sudah menyelesaikan mandinya meski harus susah payah menuju kamar mandi. seusai mandi dan berendam sebentar tubuh Nesa terasa lebih segar dan sekarang tinggal membangunkan Xavier yang masih tidur.
Nesa menggeleng melihat posisi tidur sang suami yang seperti anak kecil, kaki di atas bantal dan kepala di bawah entah sejak kapan posisi itu terjadi karena saat Nesa turun dari ranjang posisi Xavier tidak seperti itu.
"sayang bangun, " ujar Nesa sambil mengelus pipi Xavier.
"ehmm jam berapa? " tanya Xavier dengan suara serak khas bangun tidur.
"jam setengah tujuh, mandi sana airnya udah aku siapin,"
"kamu tidak mau ikut mandi dengan ku? " tanya Xavier dan bangkit dari tidurnya menjadi duduk.
"tidak sudah sana, kamu bau, " gurau Nesa.
tanpa berkata-kata lagi, Xavier langsung bangkit dari duduknya tanpa malu menuju kamar mandi tanpa mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya, Nesa yang melihat itu menjadi ngeri sendiri mengingat pergulatan mereka semalam.
tidak mau memikirkan itu lebih lama Nesa mulai membereskan ranjang yang sangat berantakan dan mengambil pakaian mereka semalam untuk di taruh di bak pakaian kotor, selama membersihkan kamar Nesa benar-benar hati-hati karena miliknya yang masih terasa sakit.
"sttt, masih sakit aja sih! huh, "
__ADS_1
Nesa mengganti seprai dari guling selimut dan juga bantal yang kotor terkena air ejakulasi mereka berdua semalam, Xavier sudah selesai mandi dan ia keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggangnya, saat keluar ia di hidangkan dengan pemandangan Nesa yang tengah mengepel lantai.
entah kenapa hanya melihat Nesa seperti itu, birahinya kembali membuncah, terlebih saat Nesa menungguing untuk mengambil barang yang terjatuh dengan di dukung Nesa hanya menggunakan jubah mandi membuat paha mulusnya terlihat dengan jelas hingga bagian di mana tempat istimewa yang di sembunyikan.
gluguk
Xavier menelan salivanya sendiri kala membayangkan permainan panas mereka semalam, karena memang sudah tidak tahan Xavier menunggu Nesa menyelesaikan mengepel nya dan menarik Nesa ke atas ranjang.
"akh, kamu ngapain? "
"salahkan kamu yang terlalu seksi sayang, "
"maksudnya apa sih empppp"
namun Xavier kali ini bersikap sedikit kasar, Xavier menindih Nesa dan memegang kedua tangan Nesa dengan satu tangan dan di taruh di atas kepala Nesa, Nesa terus memberontak tapi Xavier memaksa Nesa dengan cumbuannya.
semakin lama Xavier melakukan itu akhirnya Nesa meleleh juga dan mulai mengikuti permainan Xavier yang sedikit kasar namun enak, Xavier yang merasa jika Nesa sudah tidak melawan dan berontak melepaskan genggaman tangannya dan beralih membuka jubah mandi Nesa.
di tariknya tali yang mengikat jubah mandi Nesa dan terlepas menampilkan tubuh polos Nesa yang sang mulus tanpa cacat sedikit pun, meski jubah mandi masih menempel tapi sudah memperlihatkan sebagian tubuh Nesa.
"empp semalam kan sudah kenapa sekarang lagi? aku masih capek dan masih sakit tahu! "
__ADS_1
"maafkan aku sayang, tapi tubuhmu membuat gejolak ku meningkat dalam sesaat, "
"ck, tapi jangan kasar seperti ini juga kali! "
"jika kamu tidak ingin aku kasar, ikutilah permainan ku! "
Xavier kembali mencumbu Nesa dan sekarang ia sudah melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya, terlihat senjata perang milik Xavier sudah berdiri tegak dan siap untuk di luncurkan.
Xavier masih asik bermain di bibir Nesa dan buah kembar milik Nesa namun perlahan-lahan Xavier memasukkan senjatanya kedalam sangkar emas milik Nesa yang masih sangat sempit, dan saat memasukkan senjata Nesa meringis kesakitan.
membuat Xavier tidak langsung menggerakan senjatanya dan membiarkan sangkar emas Nesa terbiasa dengan senjata miliknya. di rasa sudah terlalu lama. diam Xavier dengan tidak sabarnya langsung menggempur Nesa habis-habisan.
sedangkan Nesa yang berada di bawah hanya diam menikmati permainan kasar Xavier dan mengeluarkan suara yang membuat puncak gairah Xavier semakin meningkat, Xavier terus memaju mundurkan senjatanya hingga mereka sama-sama sampai di puncaknya.
setelah cairan Nesa keluar dan Xavier keluar barengan namun Xavier masih belum puas dan kembali menggempur Nesa yang sudah lemas di buatnya, terlebih rasa sakit dan nikmat menjadi satu bagi Nesa membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi.
karena merasa sudah sampai puncaknya Xavier dengan cepat memanu mundurkan senjatanya hingga cairannya keluar untuk kedua kalinya, karena ia sudah puas dan Nesa yang sudah sangat lemas ia memilih untuk menyudahi permainan pagi mereka.
Xavier menidurkan diri di samping Nesa yang sedang mengatur napasnya, lalu menawarkan untuk mandi lagi, namun Nesa hanya diam. hingga Xavier memilih untuk menggendong Nesa masuk kedalam kamar mandi.
"aku tahu kamu lelah makanya tidak menjawab, kita mandi bersama aku tidak akan melakukan nya lagi! "
__ADS_1
dan mereka melakukan ritual mandi bersama, hanya mandi! tidak lebih.