
"cepat cari siapa yang ingin melukai wanita ku, " ujar Xavier.
"baiklah... apakah kamu tidak bisa bersabar sedikit hah? " tanya Daniel yang kesal karena Xavier.
jika saja Daniel memiliki keberanian mungkin sudah dari lama ia membogem wajah tampan milik Xavier, tapi sayang ia tidak memiliki keberanian seperti itu... Daniel mulai meretas CCTV yang berada di jalan di mana Nesa hampir di culik.
Daniel memiliki kemampuan IT yang hebat, ia bisa meretas CCTV bahkan file pribadi milik orang lain, maka dari itu Daniel sangat di butuhkan oleh Xavier... Xavier hanya memperhatikan Daniel bekerja sambil memikirkan rencana apa yang akan ia lakukan kepada orang tersebut.
sekitar 30 menit Daniel baru bisa mengetahui siapa yang sudah mencoba melukai nyonya bos, dan benar saja dugaan Xavier tidak pernah meleset... ternyata Jessica orang di balik kejadian kemarin membuat emosi Xavier memuncak.
"hah, ternyata dia... lalu apa rencana mu selanjutnya? " ujar Daniel dan berta-nya.
"dugaan ku tidak pernah meleset, aku masih memikirkan cara apa agar ia tidak mengganggu wanita ku lagi, " ucap Xavier.
"huh, apakah sebaiknya kita biarkan saja untuk kali ini? jika dia berbuat nekat kembali baru kita urus dia? bagaimana? " usul Daniel.
Xavier hanya diam memikirkan usulan dari Daniel, memang ada benar-nya juga tapi ia benar-benar tidak terima jika Nesa di lukai seperti itu, bahkan hampir di culik... Xavier belum menjawab ia masih terus melihat ke arah leptop yang menyala menyaksikan seorang wanita yang tengah marah-marah.
"bagaimana tuan? " tanya Daniel karena sejak tadi tidak ada balasan sama sekali.
"baiklah aku ikuti usulan mu, tapi aku harus membuat perhitungan kepada-nya... mungkin mengancam tentang karir-nya? " ujar Xavier dan meminta saran.
"ya boleh saja, tapi sebaiknya kita buat hadiah saja lalu kita kirim ke rumah-nya, " ucap Daniel memberi usulan.
"baiklah, aku menyerahkan ini kepada mu... dan ya cepat carikan sekertaris baru aku tidak mau sekertaris wanita, " ujar Xavier memerintah.
"baiklah akan segera aku carikan, " jawab Daniel mantap.
__ADS_1
"ya sudah aku ingin melihat kekasih ku dulu, ah ya satu lagi bantu aku apa yang di sukai wanita, " ujar Xavier dan melenggang pergi meninggalkan ruangan-nya dan meninggalkan Daniel yang kebingungan dengan permintaan Xavier.
"aihh aku tidak tahu apa yang di sukai wanita... padahal dia dulu pernah berpacaran apakah dia amnesia? " gumam Daniel dan bertanya-tanya.
"ah sudahlah sebaiknya aku mencari di mbah google saja, sebelum singa jantan itu kembali marah, " ucap Daniel putus asa.
Xavier keluar dari ruangan-nya dan langsung menuju kamar-nya untuk melihat keadaan Nesa, dengan wajah datar dan berwibawa-nya ia berjalan membuat banyak orang enggan untuk berurusan dengan pemilik perusahaan besar itu, jika masih ingin Karir-nya tetap aman lebih baik tidak mengganggu ketenangan sang singa.
setelah sampai di depan kamar-nya, ia mengambil kunci kamar di saku celana-nya dan membuka kunci pintu... setelah terbuka terlihat Nesa yang masih terlelap mungkin karena takut juga lelah, Xavier berjalan menuju ranjang yang di tiduri oleh Nesa.
Xavier duduk di pinggir ranjang dan memperhatikan Nesa yang tengah lelap dalam tidur-nya, membuat Nesa tidak nyaman karena merasa di perhatikan saat tengah tidur. Nesa membuka mata-nya perlahan dan terpampang lah wajah tampan Xavier yang jarak-nya tidak jauh dari wajah-nya.
"astaga, " ucap Nesa terkejut ia hendak menjauh tapi malah tak sengaja mengenai...
cup
Nesa melotot kan mata-nya karena terkejut dengan kejadian yang sekarang ia alami, Nesa hendak menjauh tapi tindakan-nya malah membuat kedua benda lembut itu menyatu. Xavier hanya diam menikmati bibir lembut milik Nesa, Nesa bukan-nya menjauh malah terdiam mematung.
Nesa melihat Xavier menikmati permainan di bibir-nya dengan memejamkan mata, Nesa yang mendapat kan kesempatan untuk lepas karena Xavier tidak mengkungkung-nya mendorong dada bidang milik Xavier namun naas Xavier lebih cepat dengan menahan tengkuk Nesa sebelum Nesa benar-benar terlepas dari-nya.
akhirnya Nesa yang tidak bisa berkutik sama sekali hanya bisa pasrah dan mulai mengikuti alur permainan Xavier yang lembut... dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang sudah berkacak pinggang di pintu kamar melihat adegan yang tidak seharusnya.
Xavier lupa menutup pintu membuat seseorang dapat masuk kedalam kamar-nya dengan mudah, Daniel yang berada di samping orang itu menahan tawa ia akan menyaksikan film gratis malam ini seperti-nya... dan hingga orang itu melempar tas tangan-nya ke arah putra-nya yang semakin liar.
bukk
"jadi seperti ini kelakuan kalian selama berdua? " tanya bunda Xavier dengan raut emosi.
__ADS_1
deg
lemparan tas itu tepat mengenai punggung Xavier membuat pangutan mereka terlepas, Nesa merasakan jantung-nya berdetak dua kali lebih cepat karena terpergok oleh calon mertua-nya... sedangkan Xavier meringis dan melihat siapa pelaku-nya yang ternyata ibu-nya sendiri.
Nesa yang melu memilih menyembunyikan wajah-nya di dada bidang milik Xavier, sedangkan Xavier terlihat sangat santai dan sedangkan Daniel sudah tertawa terbahak-bahak sejak Xavier di lempar tas oleh nyonya besar.
bunda Xavier hanya menggeleng melihat tingkah anak jaman sekarang, bunda Xavier menghampiri Xavier dan menjewer telinga Xavier untuk melepaskan pelukan antara diri-nya dan Nesa karena pemandangan-nya sungguh tidak enak... Xavier yang berada di atas dan menindih Nesa sedangkan Nesa di bawah Xavier terlihat pasrah.
"aduh bund, sakit bunda lepasin bunda, " pinta Xavier kesakitan.
"siapa suruh, nyosor anak orang hah? kalian belum halal juga! " ucap Bunda Xavier marah masih sambil terus menjewer telinga Xavier.
"bunda sudah, kasihan Xavier, " pinta Nesa setelah mengumpulkan keberanian-nya meski sekarang wajah-nya sangat merah.
"huh, baiklah kalian temui bunda di ruang keluarga, awas kalau tidak datang! " ujar bunda Xavier pasrah ketika Nesa sudah berbicara.
bunda Xavier melepaskan jeweran-nya yang lumayan menyakitkan, lalu mengambil tas-nya dan pergi keluar dari kamar Xavier di ikuti oleh Daniel yang masih tertawa terbahak-bahak itu. Nesa dan Xavier bernafas lega saat bunda Xavier sudah keluar dari kamar.
"kamu sih nyosor-nyosor bunda marah kan! " ucap Nesa menyalahkan Xavier.
"aku? kamu yang mencium duluan, " tanya Xavier sambil menunjuk diri-nya dan membalik ke arah Nesa.
"ck, pokok-nya salah kamu! " ucap Nesa tidak mau kalah.
sedangkan Xavier hanya bisa menghembuskan nafas kasar, mengingat wanita tidak pernah salah jadi-nya ia hanya bisa pasrah dan mengalah. setelah berdebat dengan Xavier Nesa merapihkan diri dan melenggang meninggalkan Xavier sendiri di dalam kamar.
Xavier yang sadar di tinggal sendiri segera menyusul Nesa dan membujuk wanita itu agar tidak marah pada-nya. Xavier mensejajarkan jalan-nya dengan Nesa dan mereka berjalan bersama menuju ruang keluarga di mana sangat bunda sudah menunggu.
__ADS_1
🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
halo guysss, maaf telat update nya hehe.... makasih ya sudah mau mampir di novel recehan milik author ini, oh ya jangan lupa mampir ke novel author yang satunya ya. yang sudah tamat terimakasih kesemua author sayang kalian 😘❤