
"sayang, kamu tidak usah ke perusahaan ya hari ini? perasaan aku sudah tidak enak, " bujuk Nesa sambil memeluk yang masih memejamkan mata namun sudah bangun.
"enguhh, itu perasaan kamu saja kali... aku harus ke perusahaan hari ini karena ini benar-benar membutuhkan ku, " ucap Xavier semakin mengeratkan pelukan mereka.
"tapi... baiklah asal kamu berjanji harus pulang dengan selamat tanpa lecet sedikit pun? " ucap Nesa.
Xavier tersenyum mendengar ucapan Nesa. jujur ia juga tidak mau ke perusahaan namun karena ia sangat di butuhkan sekarang mau tidak mau ia harus melaksanakannya. Xavier membuka mata dan langsung melihat wajah cemberut Nesa.
"hey, aku berjanji akan pulang dengan selamat! sudah jangan cemberut, " ujar Xavier dan mengecup kilat bibir Nesa.
"huh, baiklah kalau kamu sudah berjanji... tapi ini masih terlalu pagi kamu mau bersiap sekarang? " tanya Nesa.
"tidak nanti saja, sekarang bisakah kamu memuaskan ku? " tanya Xavier.
Nesa yang mengerti maksud dari Xavier mengangguk dan tersenyum malu, Xavier yang sudah dapat izin langsung mencium Nesa dan menindih Nesa. Xavier menahan tubuhnya dengan kedua tangan agar tidak langsung menindih perut Nesa yang sudah membuncit.
ciuman itu perlahan-lahan semakin panas, permainan Xavier yang memang sedikit kasar dapat di imbangi oleh Nesa. tidak puas hanya dengan mencium Xavier mulai meraba tubuh bagian atas Nesa dan meremas nya pelan.
__ADS_1
Nesa mende***sah nikmat saat, tangan Xavier mulai menyelinap ke dalam ****** ******** yang mulai basah. Xavier menggesek tangannya di sana dengan sangat lembut. karena sudah tidak tahan Xavier melucuti semua pakaian Nesa dan pakaiannya, lalu mulai memasuki barangnya kedalam sangkar Nesa.
Xavier memasuki Nesa dengan perlahan, ia juga tidak memasukan barangnya semua namun hanya separuh mengingat Nesa tengah mengandung besar tidak mungkin dia memasukkan semuanya.
perlahan-lahan dan dengan yakin, Xavier mulai memaju mundurkan miliknya, Nesa yang berada di bawah Xavier memegang erat selimut dan mende****sah nikmat saat Xavier memaju mundurkan miliknya.
suara-suara percintaan mereka terdengar hingga ke seluruh kamar, yang mana semakin membuat Xavier bergairah. sekarang Xavier mengangkat Nesa untuk menungging setelah itu Xavier memasukan barangnya dari belakang dengan pelan.
setelah semuanya masuk ia kembali memompa Nesa dengan kecepatan sedang. mereka cukup lama melakukan gerakan itu dan sekarang sudah berganti gerakan lagi.
Xavier berada di bawah Nesa dan Nesa mengontrol keluar masuknya milik Xavier. Nesa menaik turunkan pinggulnya di atas tubuh Xavier dengan perlahan dan menopang tangan di dada bidang Xavier. mereka melakukan hal itu hingga keduanya sama-sama keluar.
"terimakasih sayang, aku mencintaimu, " ucap Xavier yang tidak di jawab oleh Nesa.
Xavier membenarkan selimut Nesa dan membiarkan wanita itu tidur sebentar sebelum mandi pagi. jam sudah menunjukkan pukul enam lewat, namun Xavier belum ada niatan untuk bersiap dan berangkat ke kantor.
Xavier mendudukkan diri dan melihat handphonenya yang sudah di kirimkan file oleh Daniel yang akan di rapatkan hari ini. ia membaca file itu dengan teliti dan memahami masalah yang terjadi di perusahaan, tanpa Xavier sadari seluruh kepala manajer sudah ketakutan sedangkan Xavier masih bersikap sangat santai di rumah.
__ADS_1
5 menit berlalu dan Xavier masih fokus dengan file yang ia baca, hingga Nesa terbangun dan langsung duduk membuat laki-laki yang tengah fokus dengan handphone tersadar dan mengalihkan perhatian kepada wanita itu.
"sudah setengah tujuh lewat, sebaiknya kamu mandi dulu aku siapkan pakaian mu, " ucap Nesa sambil membenarkan rambutnya yang berantakan.
"tidak, kita mandi bareng nanti setelah mandi baru siapkan pakaian ku ya? " pinta Xavier.
"baiklah, " jawab Nesa pasrah.
lalu dengan perlahan Xavier turun dari atas kasur dan menggendong Nesa menuju kamar mandi. sesampainya di dalam kamar mandi Xavier memasukan Nesa ke dalam bath hup kamar mandi dan menyalakan air panas dan dingin, setelah itu ia juga masuk kedalam sana.
mereka hanya mandi tidak melakukan apapun.
tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka mandi dan sekarang Nesa tengah memakaikan dasi di leher Xavier. dengan perlahan Nesa menyimpul dasi hingga selesai lalu langsung memeluk laki-laki itu, sejujurnya ia tidak mau Xavier berangkat karena firasatnya semakin buruk.
"ya sudah aku berangkat dulu ya sayang, " ucap Xavier sambil mengecup kening Nesa lama.
"baiklah hati-hati, ingat janji kamu, " jawab Nesa.
__ADS_1
Xavier hanya mengangguk dan mulai berjalan menuju pintu utama di ikuti oleh Nesa. Nesa tidak meninggalkan Xavier hingga laki-laki itu masuk kedalam mobil, Nesa sempat meminta Xavier pakai supir saja namun Xavier tidak mau membuat Nesa hanya pasrah saja. setelah kepergian sang suami perasaan Nesa semakin campur aduk takut terjadi hal-hal buruk kepada laki-laki itu.
"Ya Tuhan, lindungilah suamiku! semoga saja kamu pulang dengan selamat seperti janjimu, " gumam Nesa berdoa.