Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Dokter kandungan


__ADS_3

"sayang, sudah siap? " tanya Xavier yang sudah siap akan berangkat.


"sudah kok, ayok berangkat, " jawab Nesa sambil menghampiri sang suami dan menggandeng lengan Xavier.


"bunda nunggu di bawah kan? " tanya Xavier.


"iya, bunda nunggu di bawah, ya sudah ayok berangkat takut kesiangan, " ujar Nesa.


Xavier mengangguk, dan memapah Nesa keluar dari kamar dan menuju lantai bawah. bunda menunggu Nesa dan Xavier di ruang keluarga, bunda sudah berencana untuk ikut karena ia juga ingin melihat cucu pertamanya.


sesampainya di ruang keluarga Xavier dan Nesa langsung menghampiri bunda dan mengajak bunda untuk jalan sekarang, di mana ayah? tentu saja sudah berangkat ke kantor, ia tidak ikut.


"sudah semua? ya sudah yuk berangkat, " ujar bunda.


"sudah kok bunda, yuk, " jawab Xavier.


mereka bertiga berjalan beriringan menuju pintu utama mansion dan langsung menuju parkiran rumah di mana mobil Xavier terparkir, sesampainya di parkiran Xavier membukakan pintu untuk bunda dan Nesa. setelah mereka berdua masuk baru Xavier ikut masuk.


setelah semuanya sudah memasang sabuk pengaman, Xavier mulai menjalankan mobil menuju rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan pertama bagi Nesa. selama perjalanan pun mereka mengobrol ringan.


"oh iya bunda, Nesa mau tanya kenapa Nesa tidak boleh makan nanas? " tanya Nesa karena kemarin ingin makan nanas muda namun di larang.


"tentu saja tidak boleh, nanas muda tidak baik bagi kandungan bahkan jika kandungan mu lemah bisa mengakibatkan keguguran, tapi jika kamu makan nanas matang itu tidak masalah justru malah akan menambah nutrisi untuk baby nya, " jelas bunda panjang lebar.


"oh gitu, jadi kalau Nesa makan nanas matang tidak apa-apa? " tanya Nesa memastikan.

__ADS_1


" tentu saja sayang, " jawab bunda.


sedangkan Xavier yang hanya mendengarkan saja mengerutkan keningnya, ia tidak tahu masalah Nesa menginginkan makan nanas, namun karena ia tidak mau hilang fokus menyetir ia lebih memilih diam dan mendengarkan dia wanita yang ada di belakang dan samping nya mengobrol.


Nesa dan bunda asik mengobrol hingga mereka tidak sadar jika sudah sampai di rumah sakit, Xavier memberhentikan mobil dan menyuruh bunda dan Nesa menyelesaikan obrolan mereka dan turun dari mobil.


"sudah sampai, ayok turun, " ujar Xavier yang sudah turun duluan.


"aih, keasikan mengobrol tidak terasa sudah sampai saja, " ujar Nesa.


"sudah ayok turun, " jawab bunda.


Nesa menerima uluran tangan Xavier dan mereka bergandengan tangan, sedangkan bunda sudah lebih dulu masuk ke rumah sakit dan meminta daftar antrian untuk pemeriksaan kandungan.


sesampainya di ruang pemeriksaan mereka harus menunggu dulu, karena ada beberapa ibu hamil yang tengah mengantri juga. Nesa duduk di bangku yang sudah tersedia bersama bunda sedangkan Xavier berdiri karena bangku sudah penuh.


"ramai juga yah ternyata, " ujar Xavier sambil melihat ke sekitar.


"memang, setiap hari pasti ramai tidak mungkin tidak, " jawab bunda.


"sayang kenapa diam saja? " tanya Xavier saat Nesa hanya diam saja sambil melihat ibu hamil lainnya.


"oh aku tidak apa-apa, maaf aku tadi sedikit melamun, " jawab Nesa.


"jangan terlalu sering melamun sayang, " ucap bunda yang langsung di angguki oleh Nesa.

__ADS_1


mereka menunggu hampir 2 jam lebih karena memang dalam pemeriksaan tidak mungkin secepat saat menunggu hasil tes kehamilan muncul, dan sekarang giliran Nesa yang di periksa.


nama Nesa di panggil dan mereka bertiga masuk untuk melihat pemeriksaan dan melihat keadaan bayi yang ada di kandungan Nesa. sesampainya di dalam ruangan Nesa di suruh berbaring di atas kasur.


sedangkan suster dan dokter mulai mempersiapkan alat monitor dan pakaian Nesa sedikit di buka lalu di berikan gel di perut Nesa hingga rata setelah itu alat di arahkan ke arah perut Nesa yang sudah di beri gelar dan terlihat layar monitor mulai bekerja.


Xavier dan bunda memperhatikan dengan seksama dan saat sudah terlihat titik putih di layar monitor Xavier benar-benar senang, dan saat di beri tahu jika bayi yang ada di kandungan Nesa sehat.


"baiklah, pemeriksaan sudah selesai saya akan jelaskan di sana mari, " uajr dokter yang menangani Nesa.


Nesa dan Xavier mengangguk lalu Nesa turun dari atas kasur di bantu Xavier, sedangkan bunda sudah lebih dulu ke dokter. Nesa duduk di samping bunda sedangkan Xavier berdiri di belakang Nesa.


"baik saya jelaskan, bayi nya sehat dan usia kandungnya sudah menginjak 6 minggu dan saya sarankan jangan terlalu capek, harus menghindari pekerjaan yang berat karena di usia kandungan sekarang masih rawan keguguran, '


"kalau begitu untuk menambah nutrisi bayi nya saya berikan vitamin kehamilan dan setelah ini bisa di tebus di apotek rumah sakit, oh dan jangan lupa untuk data 2 minggu sekali ya bu, " jelas dokter panjang lebar.


"baik terimakasih dok, " ucap Xavier lalu mengambil secarik kertas resep vitamin.


lalu mereka bertiga pergi meninggalkan rumah sakit setelah menebus vitamin, dan sekarang mereka akan menuju restoran terdekat karena sudah masuk makan siang.


*********************


halo, author bawa rekomendasi nih jang lupa mampir yah


__ADS_1


__ADS_2