
Matahari kembali menyapa, kedua insan yang masih tertidur pulas mulai terbangun karena terganggu dengan cahaya matahari yang masuk lewat sela-sela jendela. Nesa yang masih mengantuk memilih kembali memejamkan mata sedangkan Xavier memilih untuk mandi pagi sebelum berangkat ke kantor.
saat Xavier menutup pintu kamar mandi nesa baru tersadar soal barang-barang semalam di kamar mandi yang belum ia bereskan, Nesa langsung duduk dan menggigit jarinya khawatir saat Xavier melihat malah garis satu.
tidak mau memikirkan itu lagi Nesa langsung bangun dari tidurnya dan menyiapkan pakaian yang akan di gunakan Xavier untuk berangkat ke kantor, sedangkan Xavier yang berada di dalam kamar mandi belum sadar akan berantakan nya wastafel karena saat masuk ia belum benar-benar membuka matanya.
dan ia langsung masuk ke dalam kamar shower dan membuang air kecil, namun saat mengangkat kepala dan terlihat dari kaca wastafel sangat berantakan membuat Xavier menggeleng dengan kelakuan Nesa yang lupa membereskan barang setelah di pakai.
tidak memperdulikan barang-barang itu, Xavier langsung melucuti semua pakaiannya dan mulai mandi. mungkin setelah selesai mandi ia baru akan membereskan itu dan menasehati Nesa agar tidak lupa untuk membereskan barang setelah di pakai.
sedangkan Nesa tengah mundar-mandir di luar kamar mandi setelah menyiapkan pakaian untuk Xavier, ia takut jika hasilnya tidak sesuai ekspetasi mereka berdua namun doa selalu terpanjatkan oleh Nesa dan Xavier.
tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Xavier mandi, ia mengambil handuk milik Nesa untuk mengeringkan tubuhnya lalu mengambil handuk miliknya sendiri untuk di lilitkan di pinggang nya, setelah itu Xavier keluar dari kamar shower dan mulai membereskan barang-barang yang berantakan.
Xavier membuang bekas kotak ke dalam tong sampah namun seketika ia tersadar dengan kotak itu, ia langsung mengambil kembali kotak itu dan berdiri benar saja itu kotak alat tes kehamilan. lalu Xavier melihat ke arah atas wastafel dan ternyata ada 2 buah akat tes kehamilan yang sudah terbuka dan 3 masih di kotaknya.
__ADS_1
tanpa pikir panjang lagi Xavier langsung mengambil dua alat tes kehamilan itu dan melihatnya dengan seksama, dan sekarang ia mengerti kenapa Nesa semalam sangat lama di kamar mandi ternyata tengah mengcek kehamilan dengan alat tes kehamilan.
Xavier benar-benar terkejut kala melihat hasil dari tes tersebut, dua alat tes tersebut mengeluarkan hasil garis dua, Xavier langsung tersenyum bahagia kala mengetahui jika Nesa sekarang tengah mengandung anak pertama mereka.
sedangkan Nesa di luar kamar mandi masih menunggu Xavier yang belum juga keluar, Xavier langsung membereskan sisanya dan mengambil salah satu alat tes kehamilan dan ia bawa untuk keluar dan memperlihatkan hasilnya kepada Nesa.
dengan bersikap biasa saja Xavier keluar dari kamar mandi, saat keluar kamar mandi Xavier mendapati Nesa yang tengah cemas namun ia tidak perduli dan langsung menuju ruang ganti pakaian dan memakai pakaian kerjanya.
Nesa melongok melihat kamar mandi ternyata sudah bersih, seketika raut wajahnya berubah pucat mungkin saja ia tidak hamil karena melihat ekspresi Xavier yang datar saat menatapnya tadi.
"sepertinya dia belum tahu jika dia sedang hamil, apakah semalam tengah menunggu hasilnya keluar tapi ia tinggalkan saat aku mengajaknya mencari nasi goreng? " monolog Xavier di sofa kamar sambil menunggu Nesa selesai mandi.
"ah sudahlah, aku akan beri tahu di ruang makan saja, agar ayah dan bunda juga tahu, " ucap Xavier.
Nesa keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ruang pakaian, ia memakai pakaian tidak membutuhkan waktu yang lama setelah selesai ia menghampiri Xavier yang tengah bermain handphone dan mengajak Xavier untuk turun dan sarapan.
__ADS_1
"aku sudah selesai, ayok kita turun dan sarapan, " ujar Nesa sambil tersenyum.
"baiklah ayok, " jawab Xavier dengan wajah yang senang dan berbeda saat keluar kamar mandi.
mereka berdua keluar dari kamar dan turun langsung menuju ruang makan yang sudah di tunggu oleh kedua orang tua Xavier, saat sampai di ruang makan mereka berdua langsung duduk namun Nesa di suguhi oleh tatapan penasaran dari bunda.
Xavier melihat itu dan mengerti namun ia tidak mau mengatakan sekarang nanti saja setelah sarapan selesai, Nesa hanya tersenyum membalas tatapan bunda sedangkan bunda yang paham hanya mengangguk dan mulai sarapan.
begitu juga dengan Xavier dan Nesa yang mulai sarapan, sarapan pagi ini sangat hening tidak ada yang berbicara sama sekali selain suara dari dentingan sendok yang beradu dengan piring.
****************
halo author bawa rekomendasi lagi nih, jangan lupa mampir ya.
__ADS_1