Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Positif?


__ADS_3

"sayang, boleh tidak aku buka usaha kecil-kecilan? " tanya Nesa minta izin.


bukan karena apa dia melakukan itu, hanya saja ia sangat bosan jika tidak melakukan apapun di rumah selain mengobrol dengan bunda atau masak dessert ia tidak melakukan apapun lagi.


"memangnya uang dari aku kurang? " bukannya menjawab Xavier justru balik bertanya tanpa menoleh ke Nesa.


"tidak, cukup kok sangat cukup tapi bukan itu maksudku, " ucap Nesa cepat takut Xavier tersinggung.


"lalu apa? " tanya Xavier dan menatap Nesa yang sedang tiduran di pahanya.


sehabis makan malam tadi mereka berdua langsung kembali ke kamar dan menikmati malam berdua sambil mengobrol dan menonton televisi tidak lupa cemilan yang selalu ada. Nesa langsung bangun dari tidurannya.


ia duduk menyamping menghadap Xavier yang sudah fokus lagi dengan layar televisi, sebenarnya Nesa juga tidak enak dan takut saat melanggar ucapan Xavier untuk tidak melakukan apapun selain mengurus Xavier dan keluarga kecil mereka.


"anu... aku bukan mau bantah ucapan kamu tapi aku bosan jika terus berdiam diri di rumah, " ujar Nesa memberanikan diri.


"ada bunda, kamu juga bisa ikut ke butik bunda atau datang mendekat perusahaan ku, simpel bukan? tidak usah minta yang aneh-aneh, " ucap Xavier tanpa menatap Nesa.

__ADS_1


Nesa yang mendengar itu hanya bisa pasrah, jika Xavier sudah bicara tidak semuanya pun tidak akan di setujui olehnya. Nesa menyenderkan kepalanya di bahu Xavier dan mengambil satu cemilan dan mulai memakannya.


Xavier hanya diam saja, sejujurnya ia sedikit kesal kala Nesa meminta izin untuk membuka usaha, ia merasa jika ia bukan suami yang baik karena tidak memberikan uang bulanan yang cukup untuk istrinya.


saat tengah mengemil, Nesa mengingat jika ia membeli alat tes kehamilan, awalnya ia ingin mencoba melakukan tes saat pulang membeli akat tes kehamilan, tidak jadi karena Xavier yang mual-mual dan melupakan jika ia harus segera mengecek nya.


Nesa bangun dari duduknya dan menuju samping ranjang, lalu mengambil kantung kecil yang berisi 5 buah alat tes kehamilan, Nesa langsung menuju kamar mandi tanpa kecurigaan dari Xavier. Xavier pun hanya diam toh mungkin Nesa sudah tidak tahan buang air kecil.


di dalam kamar mandi Nesa mundar-mandir sambil memegang satu akat tes kehamilan yang sudah di buka namun belum di pakai, ia bingung dan takut. takut mengecewakan Xavier yang sudah berharap akan ada malaikat kecil di antara mereka.


"tenang kan dirimu Nesa, kita coba dulu soal hasilnya itu urusan terakhir, " ucap Nesa menenangkan dirinya sendiri.


lalu Nesa mengambil satu alat tes kehamilan lagi dan membukanya, setelah itu ia membuang air kecil dan mengambil dua tetes air maninya dan di teteskan ke alat tes kehamilan. Nesa menunggu alattes kehamilan itu bekerja.


tadi saat membeli alat tes kehamilan Nesa sempat tanya ke kasir apotek cara penggunaan nya bagaimana dan juga masih ada penjelasan capai pemakaian di belakang bungkus alat tes kehamilan. Nesa harus menunggu hingga 15 menit baru hasilnya akan terlihat.


Nesa menunggu dengan harap-harap cemas, ia terus mondar mandiri di dalam kamar mandi dan membiarkan alat tes kehamilan berada di atas wastafel kamar mandi, Nesa terus berdoa agar ia benar-benar berhasil mengandung seorang bayi.

__ADS_1


"ya Tuhan, berkahilah hambamu ini, " monolog Nesa.


sedangkan Xavier yang tengah menonton televisi tiba-tiba menginginkan nasi goreng pinggir jalan, meski ia kurang suka makan di sana karena terlalu ramai namun entah kenapa ia sangat menginginkan nya.


dan juga Xavier kebingungan karena Nesa belum juga keluar dari kamar mandi, tidak pikir panjang lagi Xavier mengambil jaketnya dan mengetik pintu kamar mandi memanggil Nesa.


"sayang, aku mau keluar cari nasi goreng kamu mau ikut atau tidak? " teriak Xavier dari luar kamar mandi.


Nesa yang tengah cemas di dalam kamar mandi mendengar teriakan Xavier tentang nasi goreng, mata Nesa langsung berbinar ia juga sudah lama tidak makan nasi goreng mumpung Xavier lagi menawarkan jadi ia tidak mau membuang sia-sia kesempatan ini.


"mau aku ikut, " teriak Nesa dan keluar dari kamar mandi.


sedangkan Xavier yang melihat Nesa sangat antusias hanya menggeleng, Nesa segera mengambil jaketnya di lemari dan mengikuti langkah Xavier yang sudah keluar dari kamar, seperti Nesa melupakan jika ia tengah menunggu hasil tes kehamilan.


karena saking antusias mendengar kata nasi goreng ia jdi melupakan itu semua terlebih ia juga lupa untuk membereskan bekas alat tes kehamilan yang berantakan di dalam kamar mandi. Nesa dan Xavier keluar dan benar-benar mencari tukang nasi goreng pinggir jalan, mereka juga makan di sana setelah selesai mereka pulang dan langsung tidur karena haris yang sudah malam dan mereka juga sudah mengantuk.


****************

__ADS_1


halo author bawa rekomendasi lagi nih, jangan lupa mampir ya



__ADS_2