
Matahari sudah menyapa dan Nesa tengah berkutat di dapur memasak sarapan mereka dan beberes apartemen yang belum sempat di bereskan kemarin jadi masih banyak barang yang berantakan di mana-mana.
selagi Xavier masih tidur Nesa memilih untuk bersih-bersih sambil masak dari pada harus menunggu laki-laki itu bangun entah kapan ia akan bangun terlebih Xavier benar-benar kelelahan.
"aku masak apa lagi ya? ayam sudah sayur juga sudah, atau buat omelette kali ya? ya udah deh itu saja, " gumam Nesa.
lalu Nesa menuju kulkas dan mengambil 4 butir telur dan di bawa ke pantry masak, setelah itu ia mengambil teflon dan minyak lalu menaruh ke atas kompor menyala dan membiarkan sedikit panas, setelah itu ia mengambil mangkuk untuk mengocok telur, setelah selesai ia memasak omelette.
setelah semua masakannya selesai, Nesa menata semua lauk dan nasi di atas meja makan, setelah selesai ia melepaskan epron dan menggantungnya di tempat sebelum nya, lalu ia beranjak menuju kamar dan membangunkan Xavier yang sepertinya belum bangun.
benar saja saat sampai di kamar pertama kali yang Nesa lihat adalah Xavier yang masih tertidur pulas dengan selimut yang sudah terjatuh di lantai, Nesa menggeleng lalu ia berjalan dan mengambil selimut dan di taruh di atas kasur lagi.
setelah itu Nesa mencoba membangunkan Xavier dengan lembut, Nesa menaruh telapak tangannya di taruh di atas pipi Xavier dan mengelus nya pelan, Xavier yang mendapatkan elusan seperti itu bukannya terganggu malah semakin menyamankan diri dan memeluk lengan Nesa.
"hey sayang bangun, sudah siang ayok sarapan, "
belum ada jawaban, Xavier masih pulas dengan tidurnya. karena belum ada jawaban dari Xavier Nesa menepuk-nepuk pelan pipi Xavier seraya memanggil nama laki-laki itu dan berhasil.
"sayang hey, bangun yuk udah siang, "
"enguh, jam berapa? "
__ADS_1
"sudah jam setengah sepuluh, "
"humm, baiklah, "
lalu Xavier bangun dari tidur nya dan duduk di atas kasur dengan muka bantalnya, Nesa terkekeh melihat tingkah Xavier lalu ia mengambil gelas yang ada di samping kasur dan memberikannya kepada Xavier, Xavier menerima air itu dan meminumnya sambil di pegangin oleh Nesa gelasnya.
setelah selesai meneguk setengah air putih, Nesa menarik kembali tangannya dan mencelupkan tangannya ke dalam air lalu memasukkan tangannya yang basah ke wajah Xavier yang masih sepet untuk di lihat oleh orang lain.
"makan dulu yuk, nanti baru mandi, " ujar Nesa.
Xavier hanya mengangguk saja, lalu mengikuti langkah kaki Nesa yang sudah jalan lebih dulu, dengan langkah gontai Xavier berjalan menuruni tangga sedangkan Nesa yang melihat Xavier benar-benar malas hanya bisa terkekeh.
mereka berdua menuju meja makan untuk sarapan, setelah sarapan pagi selesai dan Xavier tengah mandi sedangkan Nesa memilih untuk mencuci piring kotor dan menunggu Xavier di ruang tamu sambil menonton televisi.
Nesa menggeleng melihat itu, lalu ia memberhentikan makan cemilannya dan menyuruh Xavier duduk di sampingnya agar mudah untuk mengeringkan rambut laki-laki itu.
"sini, biar aku keringkan rambutmu, "
"baiklah, "
lalu Xavier duduk si samping Nesa dan Nesa mulai mengeringkan rambut Xavier dengan handuk perlahan-lahan, sedangkan Xavier hanya diam sambil menatap wajah cantik sang istri yang tengah fokus dengan rambutnya itu, setelah selesai mengeringkan rambut Xavier, Nesa membawa handuk yang tadi di pakai Xavier dan di jemur di teras.
__ADS_1
lalu kembali masuk dan duduk bersama Xavier yang asik menonton televisi film action, entah sejak kapan film itu di putar nesa tidak tahu, mereka berdua sama-sama asik menonton televisi hingga merasa bosan karena tidak melakukan apapun.
"sayang, bosan, " ucap Xavier manja.
"akupun juga bosan, lalu kamu ingin apa? "
"umm, aku juga bingung, "
mereka berdua kembali terdiam memikirkan permainan apa yang akan mereka mainkan selama di apartemen agar hari itu tidak terlalu monoton, Nesa berpikir sambil menonton televisi namun yang dapat ide duluan malah Xavier.
"aku ada ide, "
"apa? cepat katakan, "
"emm, bagaimana main truth or dare? bagaimana? "
"emm, boleh tapi kita butuh botol sebentar aku ambilkan dulu di dapur, "
"baiklah, tapi jangan botol kaca, "
"ya aku tahu, "
__ADS_1
lalu Nesa berdiri dari duduknya dan berlari kecil menuju dapur untuk mengambil botol kecap yang terbuat dari plastik, setelah mendapatkan apa yang ia cari Nesa kembali ke ruang tamu dan kembali duudk bersama Xavier. mereka duduk berhadapan dan mereka duudk lesehan tidak seperti tadi saat menonton televisi, botol kecap di taruh di tengah-tengah mereka.