Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Balon Udara


__ADS_3

matahari sudah terbit, menyinari kamar dari sela-sela gorden kamar. Nesa sudah terbangun namun ia masih malas untuk turun dari atas ranjang.ia lebih memilih untuk diam di dalam pelukan sang suami.


"morning, " ucap Nesa dan mengecup bibir Xavier sekilas saat Xavier sudah membuka mata.


"morning, kamu gk langsung mandi?" jawab Xavier dan langsung bertanya.


"nanti aja, masih sakit, " jawab Nesa dan mengecilkan volume suaranya saat kalimat terakhir.


"haha, maafkan aku sayang semalam sedikit kasar, " ujar Xavier sambil tertawa.


"mau mandi bareng? " tawar Xavier.


"tidak usah, " jawab Nesa cepat.


"aku tidak akan melakukan itu lagi sayang dengan kondisi mu seperti ini, sudah ayok, " ujar Xavier dan langsung mengangkat tubuh Nesa.


tidak lupa Xavier melepaskan penyatuan mereka terlebih dahulu, Xavier menggendong Nesa menuju kamar mandi dan sesampainya di dalam kamar mandi Xavier menaruh Nesa di dalam bathtub dan menyalakan air keran dingin dan hangat bersama.


"nanti biasa matikan sendiri kan airnya? " tanya Xavier sambil berdiri.


"bisa kok tenang saja, " jawab Nesa dan mulai mengambil sabun dan teman-temannya.


Xavier mengangguk lalu ia dengan tenang mandi, ia tidak ikut masuk kedalam bathtub ia memilih untuk mengguyur tubuhnya di bawah shower menggunakan air dingin.


mereka mandi dengan tenang tidak ada melakukan hal apapun selain mandi, selesai mandi mereka langsung memakai pakaian yang akan mereka kenakan hari ini. Nesa tadi meminta untuk pergi naik balon udara namun Xavier tidak mengizinkan karena permainan mereka tadi malam sangat melelahkan terlebih milik Nesa masih sakit.


"besok saja ya? hari ini kamu istirahat dulu, " ujar Xavier membujuk Nesa.


"aku tidak mau, kemarin kamu sudah menyuruhku istirahat sekarang masa istirahat lagi? ku mohon aku ingin naik balon udara, " ucap Nesa dengan memohon.


"apakah kamu yakin? baiklah tapi jalan nya pelan-pelan ya? " pinta Xavier dengan khawatir.


"siap, aku sangat yakin, " jawab Nesa.

__ADS_1


"ya sudah sekarang makan sarapan mu dulu, baru kita berangkat, " ujar Xavier dab menyodorkan satu sendok sup pumpkin kepada Nesa.


Nesa menerima suapan dari Xavier, mereka sarapan di depan teras yang langsung menghadap ke arah tempat di mana balon udara di terbangkan, sudah banyak balon udara yang naik ke atas membuat sarapan pagi ini semakin menyenangkan.



"sudah cepat habiskan sarapan mu dulu nanti kita akan ke sana, " ucap Xavier sambil tersenyum.


dengan menurut Nesa langsung memakan sarapannya hingga habis tidak tersisa, Xavier hanya tersenyum melihat ke antusiasan Nesa. selesai sarapan Xavier menyuruh supir menyiapkan mobil dan mereka langsung menuju di mana letak balon udara di terbangkan.


terlihat jelas dari wajah Nesa yang sangat senang kala meliht balon udara itu, sesampainya di tempat balon udara Nesa dan Xavier turun dari mobil dan langsung melihat-lihat balon udara dari dekat.


Nesa belum ada niatan untuk naik balin udara sekarang ia masih mau menikmati terlebih dahulu pemandangan dari bawah sini baru ia akan menikmati pemandangan dari atas langit dengan naik balon udara.


"sayang, mau naik sekarang? " tanya Xavier sambil menggandeng Nesa.


"emm boleh, " jawab Nesa.


dengan takut Nesa langsung memeluk Xavier sedangkan Xavier sigap menangkap tubuh Nesa seraya tertawa lucu melihat ekspresi Nesa yang ketakutan seperti anak kecil.


"hey jangan tertawa, " ucap Nesa kesal.


"haha, wajahmu sangat lucu sayang, sudah lepaskan pelukan mu kita sudah di atas, " ujar Xavier sambil tertawa.


benar saja kata Xavier mereka sudah berada di atas, Nesa melepaskan pelukannya dan melihat ke arah balon udara lain dan beberapa kota yang dapat ia lihat dari atas balon udara.


senyum Nesa merekah dengan indah akhirnya impiannya menuju Cappadocia tempat di mana wisata yang ia impikan bisa datang ke sini sejak kecil sedangkan Xavier yang melihat senyum Nesa tidak mensia-siakan ia langsung mengambil handphone dan memotret Nesa diam-diam.


setelah itu memotret Nesa ia memeluk Nesa dari belakang, Nesa memegang tangan Xavier yang berada di atas dadanya dengan senyuman yang tidak luntur sekalipun dari bibirnya.


"apa kamu senang? " tanya Xavier.


"tentu aku sangat senang, " jawab Nesa.

__ADS_1


"terimakasih Xavier, i love you, "


"Sama-sama sayang i love you too, "


mereka menikmati pagi yang cerah dengan menaiki balon udara yang mana salah satu impian Nesa bisa naik balon udara, meski ia tidak bisa datang dengan keluarganya tapi ia sudah sangat bersyukur bisa datang dengan orang yang sang ia cintai siapa lagi jika bukan Xavier suaminya.


...PROMOSI KARYA...



**Masa Lalu Sang Presdir (21+)


Blurb :


Ameera bimbang dengan keadaan dirinya yang dirasa apa pantas seorang Ameera dengan status yang di sandang dirinya menerima cinta yang diungkapkan Richard barusan?


"Ameera sayang, kenapa diam? hatiku bergejolak ingin mendengar jawaban darimu, katakan! apapun itu aku siap menerimanya."


"Rich, a-aku juga sa-sama ... tapi."


"Ameera jangan ada kata tapinya, sudah cukup, aku mengerti, aku melihat tatapan mu ada cinta untukku di sana."


"Richard ...."


"Ssssssssst ... aku telah mengerti, kita satu hati sama saling punya rasa." Richard menghampiri Ameera yang duduk di hadapannya di sofa ruang tamu Vila Melati keluarga Haji Marzuki.


Richard meraih kedua tangan putih lembut Ameera dan menciumnya, Ameera merasa malu menariknya perlahan.


"Maafkan aku Ameera, aku tidak bisa mengungkapkan kata-kata dan kata hati yang lebih bagus lagi seperti orang lain, juga aku tidak romantis ya? ungkapkan cinta sembarang waktu pada saat jam kerja dan juga tempat yang tidak dirancang dengan istimewa, aku tidak membawa kamu ke tempat yang lebih romantis lagi. Tetapi tidak mengurangi rasa yang kuberikan padamu aku mencintaimu Ameera!"


Ameera mengangguk mantap.


Anggukan Ameera melebihi ribuan kata dan rangkaian puisi yang begitu bermakna bagi Richard, mengerti isi hatinya itu yang terpenting, Ameera telah menerimanya hanya dengan satu anggukan kepala dan senyum yang sangat menawan hati Richard, sanggup mengalahkan sejuta kata-kata penerimaan lainnya**.

__ADS_1


__ADS_2