Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Truth or Dare


__ADS_3

Xavier dan Nesa memposisikan botol berada di tengah-tengah mereka, lalu Xavier mulai memutar botol kecap itu namun putaran pertama tidak menunjukkan salah dari mereka begitupun putaran kedua.


"sepertinya memang tidak mau jika di putar oleh mu, sini biar aku yang putar, " ujar Nesa dan mengambil alih botol.


"baiklah coba saja, " jawab Xavier dan memberikan botol kecap itu.


Nesa mengambil botol kecap itu dan memutarnya, putaran cukup cepat membuat botol kecap cukup lama berhenti, hingga akhirnya berhenti dan menunjukkan ke arah Nesa sendiri, padahal Nesa ingin memberikan pertanyaan kepada Xavier eh malah dia duluan.


"haha, baiklah Truth or Dare honey? "


Nesa mengetuk-ngetuk jarinya di dagu, seraya berpikir ia akan memilih apa, ia harus berhati-hati takutnya Xavier akan menjebaknya. sedangkan Xavier yang sudah menyiapkan beberapa pertanyaan dan beberapa tantangan kepada Nesa melihat Nesa dengan santai sambil tersenyum miring.


"emm, aku pilih dare, " jawab Nesa mantap.


"dare? kamu serius? baiklah tantangan, cium aku, "


Nesa yang mendengar itu langsung melotot ke arah Xavier sedangkan Xavier tersenyum puas melihat wajah terkejut Nesa, bukan karena apa Xavier berbuat seperti itu melainkan Nesa tidak pernah menciumnya lebih dulu dan selalu ia yang memulai dulu.


"kamu tidak bisa menolak sayang, "


"huh, baiklah, "


"jangan lupa di bibir, "


"ck, aku tahu Xavier, "


lalu Nesa berdiri dan berpindah posisi ke hadapan Xavier setelah memindahkan botol kecap kesamping, Xavier ingin tertawa namun kasihan melihat wajah Nesa yang kesal bercampur malu. Nesa setengah diri di hadapan Xavier.


karena Xavier yang terlalu tinggi hingga duduknya saja mengharuskan nesa setengah diri, lalu Nesa mengalungkan lengannya di leher Xavier dan Xavier memegang pinggang Nesa. Nesa mengambil napas dalam-dalam dan memajukan wajahnya sambil memejamkan mata.


begitu juga Xavier yang ikut memejamkan mata dan menunggu bibir mungil Nesa mendarat di atas bibir tebalnya, Nesa menempelkan bibirnya di atas bibir Xavier namun hanya menempelkan, setelah itu ia ingin menarik kepalanya namun di tahan oleh Xavier.


Xavier langsung memegang tengkuk Nesa dan menahan agar Nesa tidak melepaskan ciuman, Nesa langsung membuka mata dan ingin protes namun Xavier bergerak lebih cepat dan langsung melu**mat bibir tipis Nesa, Nesa ingin menolak namun malah terbuai dengan permainan bibir Xavier.


alhasil mereka berciuman cukup lama hingga Xavier melepaskan ciuman karena merasa Nesa sudah kehabisan napas. setelah terlepas Nesa mengambil napas dalam-dalam dengan posisi yang masih sama. sedangkan Xavier mengelap bibir Nesa yang basah karena air liur nya.


"baiklah, kamu mau melanjutkan permainan ini atau permainan yang lebih menyenangkan? " tanya Xavier sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"sekali lagi, kamu belum menerima apapun dari ku, "


"baiklah ayok, "


lalu Nesa kembali duduk di tempatnya dan mengambil kembali botol kecap dan di taruh di tengah-tengah mereka lagi, setelah itu Nesa kembali memutar botol kecap itu dan putaran nya sama seperti yang tadi cepat hingga berhenti tepat menunjuk ke arah Xavier.


dengan senang Nesa bertanya, sedangkan Xavier yang melihat Nesa sangat senang seperti itu hanya bisa terkekeh dan menggeleng tingkah Nesa yang seperti anak kecil.


"baiklah giliran kamu, truth or dare? "


"truth, "


"aihhh, sebentar aku berpikir dulu, "


"haha, apakah kamu belum memiliki pertanyaan apapun? "


"tidak ada heheh, "


"ya sudah berpikir lah dulu, aku mau mengambil minum, "


Nesa mengangguk saja, lalu berpikir akan bertanya soal apa. hingga ia menemukan satu pertanyaan agar ia bisa tahu tentang masa lalu Xavier tanpa harus ada pemaksaan, lewat permainan ini mereka juga bisa semakin dekat dengan bertanya dan memberi tantangan.


"baiklah apakah kamu sudah menemukan pertanyaan? "


"tentu saja sudah, "


"ya sudah apa? "


"aku ingin tahu, berapa mantan yang kamu miliki selain Jessica? " tanya Nesa.


sedangkan Xavier yang mendengar itu hanya terkekeh, lalu ia menyandarkan diri di sofa, Nesa yang melihat itupun ikut bersandar namun ia bersandar pada bahu Xavier, sebelum bercerita Xavier kembali meminum jusnya.


"kamu ingin tahu rupanya, aku tidak memiliki mantan selain Jessica, "


"kenapa? "


"sebenarnya, aku malas dekat dengan wanita aku dekat dengan wanita hanya untuk bermain saja tidak lebih dan juga aku tidak suka berkomitmen, awalnya aku juga tidak suka kepada Jessica hingga aku mulai percaya akan namanya cinta dan memilih untuk berhubungan dengan Wanita itu, namun kepercayaan ku di hancurkan ketika kami sudah bertunangan dia malah selingkuh di belakang ku, bahkan selingkuh nya di apartemen ku sendiri, " jelas Xavier panjang lebar.

__ADS_1


"humm, apartemen? apakah apartemen yang aku tempati waktu itu? "


"ya kamu benar sayang, "


"oh, pantas saja, lalu jadi selama ini kamu sebrengsek itu? "


"haha, ya memang namun aku sudah tidak melakukan itu semenjak bertemu dengan mu sayang, "


"sudahlah jangan menggombal, anyways aku lapar, tapi malas untuk masak bisakah kita pesan online, "


"bisa kok tenang saja aku akan pesankan, "


"makasih, "


lalu Xavier memesankan makan untuk mereka, dan mereka pun menyelesaikan permainan dan memilih untuk mengobrol dan mengulik masa lalu dan kesukaan mereka masing-masing hingga sore menjelang.


✧༺♥༻✧


halo guyss, author bawa rekomendasi nih, dj jamin seru jangan lupa mampir ya.


Judul : MAAFKAN AKU, ISTRIKU


Author :nazwa talita



Perjuangan Abimanyu untuk mendapatkan kembali cinta Renata, sang istri yang telah berulang kali disakitinya.


Tidak mencintai gadis yang menjadi wasiat terakhir ibunya membuat Abimanyu seringkali menyiksa dan menyakiti hati Renata hingga berkali-kali.


Akankah Bima bisa kembali mendapatkan cinta istrinya? Sementara hati Renata telah mati rasa akibat perbuatan Abimanyu yang telah menyebabkan buah hati dan ibunya meninggal dunia.


"Mas Bima-"


"Panggil aku Tuan seperti biasanya, karena kau hanyalah seorang pembantu di sini!"


"Ta-tapi Mas, kata Nyonya-"

__ADS_1


"Ibuku sudah meninggal. Aku menikahimu karena keinginan ibuku, Jai kau jangan berharap dan bermimpi kalau aku akan menuruti keinginan ibuku untuk menjagamu!"


"I-iya, Tu-Tuan ...."


__ADS_2