Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Rahasia Ardiansyah


__ADS_3

"Ayah ada yang ingin aku tanyakan, " ujar Xavier membuka percakapan.


"tanyakan saja, " jawab Ayah Xavier tegas.


"baiklah, kenapa Ayah sangat tidak menyukai Ardiansyah? " tanya Xavier merubah raut-nya menjadi serius.


"apa kamu benar-benar ingin tahu? aku khawatir jika Nesa tahu dengan kondisi seperti ini, " ujar Ayah Xavier tidak yakin.


"ya aku ingin tahu, soal Nesa apakah bunda bisa menjaga-nya dulu selama aku berbicara dengan Ayah? " jawab Xavier dan bertanya kepada sang Bunda.


Bunda dan Ayah saling bertatapan dan mengangguk, Bunda tersenyum lalu memberikan ruang untuk anak dan suaminya, setelah kepergian sang Bunda menuju tempat tidur Nesa, Xavier kembali mengubah raut wajahnya menjadi serius kembali.


"aku ingin tahu Ayah, kenapa Ayah sangat tidak menyukai Ardiansyah terlebih Ayah ingin sekali melihat dia hancur, " ungkap Xavier jujur.


"huh baiklah jika kamu memaksa, tapi ada satu syarat, " ucap Ayah menggantung.


"syarat? syarat apa? " tanya Xavier tidak mengerti.


ia menatap sang Ayah yang juga menatap-nya dengan serius, Xavier menaikan satu alis-nya karena sang Ayah tidak kunjungan bersuara lagi membuat penasaran Xavier menjadi-jadi.


"Ayah? "


"jangan beri tahu Nesa sebelum malam pertama kalian, " ujar Ayah dengan cepat.


"tapi kenapa harus memberi tahu setelah malam pertama? " tanya Xavier yang semakin di buat bingung.


"mungkin ini akan menyakitkan bagi Nesa, maka dari itu sebelum kalian sah menikah dan melakukan itu jangan beri tahu Nesa tentang masa lalu Ayah-nya, " jawab Ayah memperjelas kata-katanya.


"baiklah aku menyetujui-nya, jadi apa sebesar itu rahasia-nya? cerita kan Ayah, " pinta Xavier menyetujui syarat dari sang Ayah.


"baiklah dengarkan baik-baik, Aku dan Ayah Nesa dulu sahabat baik, bahkan aku sudah menganggap-nya sebagai saudara ku sendiri namun hanya karena satu wanita dia berubah drastis bahkan rela menghancurkan masa depan wanita itu hanya demi wanita itu menjadi milik-nya... Ayah Nesa dulu memang laki-laki yang bejat dia suka bergonta-ganti wanita bahkan ketika dia sudah menikah dan memiliki anak, " cerita Ayah, Xavier masih terus mendengar kan dengan tangan yang mengepal.

__ADS_1


"ibu Nesa, dulu aku dan dia saling mencintai namun karena Ayah Nesa terobsesi dengan ibu-nya Nesa, ia melakukan segala cara untuk mendapatkan ibu Nesa dengan cara mencampur kan obat perangsang ke minuman ibu Nesa agar dia bisa berhubungan dengan ibu Nesa, aku sempat terpukul karena semenjak kejadian itu ibu Nesa menjauhkan ku dan jatuh cinta kepada Ardiansyah hingga akhirnya aku bertemu dengan ibumu, " lanjut Ayah.


"apakah dia benar-benar seperti itu? " tanya Xavier tidak habis pikir.


"ya, tapi tidak hanya sampai di situ, setelah dia mendapatkan semuanya aku dan ibu mu menikah namun dia terus berusaha menggoda ibu mu dan beruntung ia tidak tergoda bukan hanya ingin menghancurkan rumah tangga ku, dia bahkan pernah menghancurkan perusahaan ku saat perusahaan milik-nya sedang jaya... aku sempat menyesal karena mengenal-nya dia... laki-laki yang tidak bisa bertanggung jawab, dari Nesa kecil pun Ardiansyah sering bergonta-ganti wanita di luar sana tanpa sepengetahuan istri-nya, " jelas Ayah Xavier.


"brengsek! tapi tenang saja toh perusahaan-nya sudah hampir bangkrut dan juga balas dendam ku kepada wanita itu sudah terlaksana kan, " ujar Xavier sedikit lega namun juga tidak terima kala mendengar cerita dari sang Ayah.


"ya ku harap kamu tidak melakukan hal itu kepada Nesa, terlebih pasti dia juga memiliki ketraumaan karena sikap kasar Ardiansyah sebelum di usir, " ucap Ayah memberi nasehat.


"iya aku tidak akan melukainya, " ucap Xavier dengan yakin sambil menatap Nesa yang masih tertidur.


"ya terima kasih, sudah membuat-nya merasakan kemiskinan, dan juga sepertinya dia belum tahu jika kamu anak ku, " lanjut Ayah.


"tidak tahu? kenapa bisa? " tanya Xavier penasaran.


"mungkin dia sudah melupakan ku, karena terlalu senang bermain wanita, " jawab Ayah sembarangan.


"ihh Ayah, aku juga ingin tahu, " ucap Xavier kesal.


Nesa bangun karena mendengar suara orang mengobrol namun tidak tahu apa yang di bicarakan, saat bangun tepat sekali Xavier mengucapkan kata itu membuat Nesa bingung dan bertanya.


"eh kamu sudah bangun? " ucap Xavier dan melangkah ke arah Nesa meninggalkan Ayah yang menggeleng kepala.


"iya baru saja, " jawab Nesa setelah Xavier duduk di samping-nya.


Xavier melihat ke arah sang Bunda untuk bertanya apakah Nesa mendengar pembicaraan mereka dan Bunda menggeleng, Xavier bernafas lega sedangkan Nesa kebingungan melihat tingkah Xavier.


"Bunda sudah lama di sini? " tanya Nesa kepada bunda setelah sadar.


"ya lumayan lah ya, " jawab bunda sambil cengengesan.

__ADS_1


"maaf yah, Nesa ketiduran tadi heheh, " tawa Nesa merasa bersalah.


"tidak apa-apa sayang, kamu juga butuh istirahat oh ya kamu sudah di bolehkan pulang besok, " ucap bunda memberi tahu Nesa.


"benarkah? syukur lah, " ucap Nesa tersenyum senang.


"baiklah sayang ayok pulang, kamu masih ada keperluan kan? " ujar bunda memberikan kode kepada Ayah.


"tentu, ayok, " jawab Ayah yang mengerti akan situasi sekarang.


lalu mereka berdua berpamitan untuk pulang, setelah kepergian Ayah dan Bunda mereka berdua jadi sama-sama terdiam, Nesa yang memperhatikan wajah Xavier yang tengah memikirkan sesuatu menyenggol lengan laki-laki itu membuat Xavier tersadar dari lamunan-nya.


"ada apa? apa yang kamu sedang pikirkan? " tanya Nesa lembut.


"tidak ada, tenang saja apa kamu lapar? " ucap Xavier dan mengalihkan perhatian.


"tidak aku tidak lapar, boleh kah kita ke taman? aku bosan, " ucap Nesa kembali manja kepada Xavier.


"baiklah ayok, mau pakai kursi roda? " tawar Xavier.


"tidak qku bisa berjalan sendiri, " ucap Nesa.


"baiklah ayok, " ajak Xavier dan membantu Nesa turun dari atas kasur.


Xavier menuntut Nesa dengan membawa tiang infus menuju taman rumah sakit, cuaca sore ini sangat sejuk makanya Nesa meminta untuk keluar dari kamar karena merasa bosan hanya tiduran dan menunggu Xavier saja.


sesampainya di taman Nesa dan Xavier duduk di salah satu bangku taman yang di sediakan rumah sakit, mereka terdiam sambil menikmati sore yang sejuk ini. saat sedang memperhatikan sekitar Nesa melihat seseorang yang tidak asing bagi-nya.


"bukankah itu? " tanya Nesa sambil terus memperhatikan orang itu.


"kenapa sayang? " tanya Xavier dan melihat ke arah yang di tunjuk Nesa.

__ADS_1


Xavier tidak suka ada orang itu di sini, dengan cepat ia mengalihkan pandangan Nesa dari orang itu dan setelah orang itu pergi Xavier sudah merasa lega karena Nesa sudah tidak melihat orang itu lagi.


"apakah aku yang salah lihat ya? " batin Nesa bertanya-tanya.


__ADS_2