
Cukup lama Nesa menunggu akhirnya Xavier datang juga, Xavier memasuki cafe tersebut dan menemukan Nesa yang masih asik makan diseret. laki-laki itu menghampiri Nesa dan duduk di hadapan ibu hamil itu.
"hey, kamu makan banyak sekali! apa semua ini habis? " tanya Xavier saat sudah duduk.
"habis kok, nanti kamu tinggal bayar saja, " jawab Nesa tanpa berdosa sama sekali.
"astaga, ya sudah kamu makan sana dulu, "
lalu Nesa kembali menikmati makanan yang ada di hadapannya, awalnya semua pegawai dan kasir sudah kesal dengan Nesa karena ia terus memesan makanan dan tidak kunjung membayar, namun saat melihat Xavier datang dan memperlakukan Nesa dengan sangat istimewa mereka tidak jadi meminta tagihan kepada Nesa.
"bukankah itu CEO dari perusahaan besar? siapa wanita itu? apakah benar-benar istrinya? " tanya kasir wanita bergosip.
"mungkin saja, sudah jangan membicarakan nya sebaiknya kembali bekerja, " sahut temannya dan mereka kembali bekerja.
sedangkan Xavier kembali mengecek handphone nya, karena pelaku kemarin sudah di tangkap dan di serahkan ke pihak polisi hanya saja uangnya belum di kembalikan dan masih di sembunyikan membuat Daniel dan Xavier bekerja keras untuk mendapatkan uang perusahaan kembali.
"kamu mau? " tanya Nesa kepada Xavier yang asik dengan handphone.
"mau suapin, " jawab Xavier dan membuka mulut nya.
__ADS_1
Nesa mengambil sesendok diseret dan menyuapi Xavier, setelah iitu mereka menghabiskan makanan yang sangat banyak itu bersama meski Xavier hanya memakannya sedikit dan lebih banyak di makan oleh Nesa. yang membuat Xavier tidak habis pikir adalah, Nesa menanyakan es kelapa muda saat setelah makan makanan sebanyak itu.
"sayang, es kelapa aku mana? " tanya Nesa setelah menyelesaikan makannya.
"astaga, kamu baru makan segitu banyaknya udah nanya es kelapa aja, ada di dalam mobil nanti makan di rumah saja, " jawab Xavier.
"baiklah, oh ya aku tidak membawa uang lebih tolong bayarkan makanan ku, nanti aku akan menggantikannya rumah, " ucap Nesa.
"ck, baiklah tapi ganti dengan tubuhmu nanti malam, " ujar Xavier dan bangkit menuju kasir sebelum Nesa protes.
Nesa ingin protes, namun mengingat mereka sudah lama tidak berhubungan Nesa memilih untuk mengiya kan, ia juga ingin kembali merasakan kehebatan Xavier saat di ranjang.
tanpa sadar Nesa malah melamun dan membayangkan yang akan terjadi nanti malam, sedangkan Xavier membayar makanan Nesa yang cukup banyak bahkan hampir menghabiskan 500 ribu rupiah untuk membayar makanan yang di makan Nesa.
"hey ada apa dengan mu? sudah ayok pulang, " ujar Xavier menyadarkan Nesa dari lamunan nya.
Nesa yang tersadar langsung melihat keselilinh beruntung tidak ada yang melihat acara melamunnya, lalu ia langsung berdiri dan membawa tas jinjing nya dan menggandeng Xavier keluar dari cafe menuju mobil Xavier terparkir.
...****************...
__ADS_1
tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Xavier dan Nesa sampai di rumah karena jarak dengan cafe dan mansion tidak begitu jauh. sesampainya di rumah, Nesa langsung menuju dapur dan mengambil dua gelas sedangkan Xavier langsung menuju kamar untuk bersiap membersihkan diri.
dengan membawa es kelapa muda, Nesa menuju kamar dengan senang hingga membuat bunda yang melihat geleng-geleng kepala. sesampainya di dalam kamar Nesa langsung menyiapkan pakaian untuk Xavier terlebih dahulu baru ia menuang ke es kelapa ke gelas.
satu untuk dirinya dan satu lagi untuk Xavier, Nesa meminum es kelapa mudanya terlebih dahulu tanpa menunggu Xavier. Xavier yang sudah selesai mandi keluar hanya menggunakan handuk di pinggangnya.
lalu ia menghampiri Nesa dan mengambil satu gelas es kelapa muda dan meminumnya. mereka menghabiskan sore berdua di dalam kamar sambil makan es kelapa muda dan menunggu makan malam datang, sebelum makan malam Nesa membersihkan diri terlebih dahulu sedangkan Xavier memakai pakaian nya.
"Xavier besok aku mau periksa kesehatan dokter kamu bisa ikut? " tanya Nesa setelah selesai mandi.
"bisa kok, aku juga mau lihat anakku, " jawab Xavier dan memeluk Nesa yang berada di atas pangkuannya.
"baiklah, mungkin saat pemeriksaan memakan cukup memakan waktu lama, apa tidak apa? " tanya Nesa lagi sambil memainkan kancing baju Xavier.
"ya tidak apa sayang, masa hati pertama kamu pemeriksaan aku tidak ikut? sudah sekarang kita turun dan makan malam, " jawab Xavier memberi pengertian.
Nesa hanya mengangguk dan menurut lalu mereka berdua turun dari lantai dua dan langsung menuju ruang makan.
****************
__ADS_1
halo author bawa rekomendasi lagi nih, jangan lupa mampir ya.