Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Tokyo Skytree, Oshiage


__ADS_3

hari mulai semakin sore, Xavier dan Nesa sudah bersiap untuk pergi menuju Tokyo Skytree di mana pemandangan seluruh kota dapat terlihat dari atas Tokyo Skytree, terlebih akan terlihat sangat indah jika datang saat malam hari seperti yang di lakukan oleh Nesa dan Xavier.




Nesa sudah siap dengan pakaian santainya, ia hanaya memakai rok di atas lutut berwarna putih dan hoodie crop berwarna pink, sedangkan Xavier menggunakan pakaian casual, celana bahan hitam dan juga hoodie hitam. setelah selesai bersiap mereka segera pergi karena hari juga semakin sore Nesa tidak mau telat sampai.


"sebaiknya kamu ganti pakai celana saja jangan menggunakan rok sependek itu, " ujar Xavier saat mereka sebelum keluar apartemen.


"aku sudah malas berganti, sudahlah toh kamu di samping ku tidak ada orang yang akan menggangu, "


"terserah kamu saja, "


mereka berdua berjalan beriringan menuju parkiran apartemen, Xavier menyewa mobil untuk selama 5 hari, di mana selama 5 hari mereka tinggal di Jepang, Nesa mengikuti langkah Xavier sambil terus bergandengan tangan.


sesampainya di parkiran Xavier langsung mengeluarkan mobil yang ia sewa dan mempersilahkan Nesa untuk masuk terlebih dahulu, baru ia masuk di pintu kemudi. setelah mereka berdua memakai sabuk pengaman Xavier menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


selama perjalanan hanya keheningan yang terjadi, Nesa yang tidak menyukai keheningan menyalakan radio mobil dan terputar lah lagu , sesekali Nesa ikut bernyanyi jika di bagian lirik yang ia tahu sedangkan Xavier hanya mendengarkan saja dan sesekali curi pandang ke arah Nesa yang asik bernyanyi itu.

__ADS_1


"berapa lama lagi kita sampai? " tanya Nesa setelah selesai menyanyi.


"sabar, sebentar lagi kita sampai, "


"hum, baiklah oh ya nanti untuk makan malam apakah boleh makan sushi dan ramen? aku menginginkan makanan itu, "


"baiklah, nanti kita makan itu dan sekarang sebaiknya kita turun, "


mereka sudah sampai di pusat lalu Xavier memarkirkan mobilnya di parkiran umum, Nesa menurut lalu ia keluar dari mobil lebih dulu dari pada Xavier dan melihat pemandangan Tokyo Skytree dari bawah yang lumayan indah.


Xavier turun dari mobil dan menghampiri Nesa, lalu mengajak Nesa berkeliling terlebih dahulu sebelum naik ke atas Tokyo Skytree, ia memilih untuk naik saat malam hari karena akan lebih indah di banding siang atau sore hari seperti ini.


lampu-lampu jalanan sudah menyala, seluruh kota di penuhi kerlip lampu berwarna warni terlebih sunset nya juga sangat bagus, Nesa mengeluarkan handphone nya dan memotret pandangan sunset itu yang sangat indah, Xavier yang melihat menawarkan untuk memfoto Nesa.


"tentu saja mau, "


lalu Nesa memberikan handphone nya kepada Xavier, dan mulai berpose. sedangkan Xavier memfokuskan kamera ke arah Nesa yang tengah bergaya dan beberapa jepret foto pun di ambil dengan latar belakang Tokyo Skytree. setelah selesai Xavier langsung mengajak ke Tokyo Skytree karena hari sudah mulai malam dan pasti banyak orang yang akan datang.


mereka saling bergandengan menuju Tokyo Skytree, setelah sampai di bawah Tokyo Skytree Xavier mengajak Nesa masuk dan mengantri sebelum bisa masuk ke atas. setelah antrian yang sangat panjang sekarang giliran mereka masuk.

__ADS_1


mereka masuk kedalam lift yang ada, lalu lift itu membawa mereka ke atas Nesa sudah menyiapkan handphone nya untuk memotret pemandangan dari atas Tokyo Skytree, agar mereka memiliki kenangan di sana.


sesampainya di atas Xavier membawa Nesa ke tepi kaca di mana pemandangan seluruh Tokyo terlihat dari atas, Nesa terlihat sangat senang dan sesekali mengambil foto kota Tokyo yang sangat indah sedangkan Xavier yang melihat Nesa sangat senang tersenyum.


sekali lagi ia berhasil membuat Nesa bahagia, meski mungkin ia tidak mungkin bersama Nesa setiap saat, jika Nesa ingin ia setiap saat berada di samping Nesa ia tidak akan bekerja dan akan lepas tanggung jawab tentang keuangan.


dari pada keluarga kecil nya tidak bisa makan bahkan terlantar ia memilih untuk bekerja dan meninggalkan Nesa demi tanggung jawab keuangan keluarga, Nesa terus memandang ke arah kota Tokyo yang sangat indah itu.


"bagaimana apa kamu senang? "


"sangat, terimakasih, "


"Sama-sama, "


mereka terus melihat pemandangan sambil berpegangan tangan, namun tiba-tina suara perut Nesa terdengar membuat Nesa nyengir dan merasa malu lalu langsung memeluk Xavier yang tengah menahan tawa akibat suara yang cukup nyaring tersebut.


"kamu lapar? "


"iya hehe, "

__ADS_1


"ya sudah yuk, kita turun dari cari restoran terdekat, "


"baiklah yuk, "


__ADS_2