
Nesa mulai melangkahkan kakinya dan memencet tombol bel dan tidak lama kemudian seorang asisten rumah tangga keluar dan mempersilahkan Nesa masuk karena ia tahu jika itu anak tunggal dari tuannya.
Nesa tersenyum dan berterimakasih tidak lupa ia bertanya kepada asisten rumah tangga di mana ayahnya berada, dan meminta untuk membawa brownies buatannya untuk di taruh di piring dan di bawa ke ruangan kerja sang ayah.
Nesa menuju lantai dua di mana sang ayah berada, sesampainya di depan ruangan kerja sang ayah, Nesa berhenti karena mendengar suara wanita yang sudah tidak asing lagi baginya tengah memohon kepada sang ayah.
awalnya nesa ragu untuk masuk namun ia tetap masuk karena sudah sangat merindukan sang ayah dan juga ia penasaran siapa wanita yang memohon, karena ia lupa dengan beberapa wanita yang dekat dengan sang ayah.
saat Nesa masuk kedalam ruangan kerja, Ardiansyah sempat terkejut, namun saat tahu jika itu anak tunggal nya ia langsung berdiri dan menghampiri Nesa, begitu juga Nesa ia langsung memeluk sang ayah dengan sangat senang.
ayah dan anak itu berpelukan lama dan tidak menghiraukan wanita yang tengah duduk dan menatap ke arah mereka dengan rasa bersalah yang besar. Nesa melepaskan pelukan mereka dan mencium pipi Ardiansyah.
Ardiansyah dan mengajak Nesa untuk duduk di sofa, sedangkan wanita itu yang tidak lain adalah mantan istri Ardiansyah yang datang untuk meminta rujuk, hendak pergi namun di tahan oleh Nesa agar wanita itu tidak pergi.
"tante mau kemana? kita ngobrol bersama saja Nesa juga tidak lama di sini hanya ingin memberi tahu sesuatu kepada ayah, " ujar Nesa.
"tidak usah nak, tante pergi saja, kalau begitu tante pamit ya, " ucap wanita itu tersenyum.
Nesa yang mendengar itu tidak bisa berkata-kata lagi, dan membiarkan wanita itu pergi sedangkan sang ayah terlihat sangat tidak suka saat mantan istrinya mengobrol dengan Nesa, Nesa tetap baik meski sudah di jahati.
__ADS_1
"ayah ada apa? " tanya Nesa saat sang ayah hanya diam saja.
Ardiansyah yang tersadar dari lamunannya langsung tersenyum kembali dan menatap putri kesayangannya itu, Ardiansyah mengelus kepala Nesa yang terlihat khawatir kepadanya karena tadi ia sempat diam dan hanya melamun saja.
"tidak apa-apa, coba katakan apa yang ingin kamu beri tahu kepada ayah? " tanya Ardiansyah mengalihkan pembicaraan.
Nesa yang mendengar itu merasa sangat senang, namun belum Nesa berucap asisten rumah tangga datang dengan membawa sepiring brownies buatan Nesa dan di taruh di hadapan mereka berdua.
"baiklah, ayah coba dulu brownies buatan ku, nanti setelah ini baru aku kasih tahu, " ucap Nesa.
"astaga, apa kamu ingin bermain rahasia dengan ayah? baiklah akan ayah coba, "
"hehe ayah suka? oh ya bagaimana kabar ayah selama Nesa tidak ada? " ucap Nesa basa-basi sebelum ke intinya.
"humm, ayah baik sayang bagaimana dengan mu dan suamimu? " tanya Ardiansyah yang masih asik dengan brownies buatan Nesa.
"aku dan Xavier baik, ayah apakah ayah ingin memiliki cucu? "
"humm, kenapa kamu bertanya? orang tua mana yang tidak mau memiliki cucu coba? "
__ADS_1
"hehe iya sih, ayah aku hamil sebentar lagi ayah akan menjadi seorang kakek, "
Ardiansyah yang tengah mengunyah tersedak kala mendengar kenyataan dari Nesa, ia benar-benar terkejut dan senang saat mengetahui jika dirinya sebentar lagi akan memiliki cucu, Nesa yang melihat Ardiansyah tersedak langsung memberikan minum.
"astaga ayah pelan-pelan, "
"hehe ayah tidak apa-apa, selamat ya sayang dan terimakasih karena sudah mau memberikan cucu kepada ayah, "
"ayah ihhh! "
mereka berdua larut dalam obrolan mereka yang sangat bahagiabahagia, sudah sangat lama Nesa dan Ardiansyah berbicara seringan ini, di saat Ardiansyah mulai menyesal Nesa justru sudah menikah jadi ia tidak memiliki waktu luang yang banyak dengan nya.
namun ia tetap bahagia karena Nesa bahagia dengan orang yang menjaganya, bahkan jika Xavier berani melukai Nesa ia tidak segan-segan untuk mengambil kembali putri kesayangannya.
***********
halo guyss, aku bawa rekomendasi lagi nih jangan lupa mampir yah
__ADS_1