
setelah bersedih tadi saat kedatangan Jessica, sekarang Nesa dan Xavier tengah menuju pusat perbelanjaan terbesar di ibu kota untuk mencari tokok yang menjual perlengkapan bayi. selama perjalanan tidak ada yang berbicara sama sekali.
sesampainya di parkiran pusat perbelanjaan, Xavier memarkirkan mobil dan turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Nesa. Xavier mengulurkan tangannya yang langsung di Terima oleh Nesa dengan baik. setelah itu mereka berdua langsung masuk ke pusat perbelanjaan yang cukup ramai itu.
"tadi belum makan siang, makan siang dulu ya? " ujar Nesa tiba-tiba karena mengingat mereka berangkat setelah jam makan siang dan lupa makan siang karena kehadiran Jessica.
"iya, aku juga lapar mau makan apa? " sahut Xavier dan menawari Nesa.
"ayam kentaki aja sayang, tidak usah yang ribet, "
"baiklah ayok, "
lalu Xavier mengajak Nesa mencari restoran yang menjual ayam kentaki, setelah mendapatkan restoran yang di inginkan mereka masuk dan langsung memesan makan. karena hari semakin siang dan mereka belum makan hanya makan cemilan saja tadi, membuat mereka cukup bersemangat saat makanan mereka sampai.
selama makan pun tidak ada yang berbicara, karena mereka masing-masing tengah asik dengan makanan yang ada di hadapan mereka. tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka makan terlebih tengah sangat lapar membuat mereka cepat menghabiskan makanan mereka.
"kamu tunggu di sini, aku bayar dulu, " ucap Xavier dan bangkit dari duduknya.
Nesa hanya mengangguk dan menghabiskan minumnya, setelah ia merasa benar-benar kenyang ia mengelus pelan perutnya yang sudah sangat membesar, bahkan hingga seperti sudah mengandung 9 bulan padahal baru 7 bulan lewat beberapa hari.
__ADS_1
selesai makan, mereka berdua langsung menuju tokok perlengkapan bayi yang berada di lantai 4. selama menuju tokok Xavier tidak pernah melepaskan pegangannya kepada Nesa begitu juga Nesa menggenggam erat tangan Xavier.
sesampainya di tokok bayi, mereka berdua memasuki salah satu tokok untuk melihat-lihat terlebih dahulu. baru masuk Nesa sudah kepincut dengan bedong bayi yang terlihat sangat lucu dengan warna baby blue.
"cari bedong dulu sayang, " ucap Nesa dan berhenti di tempat bagian bedong berada.
salah satu staf yang menjaga menghampiri mereka dan menemani mereka belanja. Nesa mengambil 4 bedong tebal yang bisa di jadikan tempat alas tidur dengan warna baby blue, coklat, abu-abu, putih dan hijau muda.
setelah mendapatkan bedong yang tebal, sekarang Nesa berjalan menuju tempat kain yang biasa di pakai bedong alas sebelum pakai bedong tebal. Nesa mengambil sekitar 5 namun di tambah 2 lagi oleh Xavier, katanya biar stoknya cukup.
setelah dari bedong mereka menuju pakaian bayi, Nesa melihat-lihat dan banyak yang lucu namun bahan dari kainnya tidak sesuai dengan keinginan Nesa membuat Nesa bertanya kepada staf yang mengikuti mereka.
"mbak, bajunya ada yang lebih lembut lagi tidak ya bahannya? " tanya Nesa.
"baiklah boleh di tunjukkan? "
"mari bu, "
dengan ramah dan sopan staf itu mengantar Nesa dan Xavier untuk melihat pakaian yang lainnya. Nesa memilih dan mendapatkan 2 model baju yang ia suka, sisanya ia bertanya kepada Xavier untuk memilih pakaian yang lainnya.
__ADS_1
"sayang, aku suka sama dua ini, aku dah ambil masing-masing 2 mau di tambah yang mana lagi? tidak mungkin bukan hanya membeli 4 saja, " tanya Nesa kepada Xavier yang senantiasa di belakangnya.
"coba ambil baju tidur yang abu-putih itu, " tunjuk Xavier, karena ia sudah kepincut dari awal saat memasuki area itu.
"ini? bagus, ambil ini 4 deh, warnanya jangan abu-putih semua warna apa? "
"warna, hijau tosca, sama biru laut saja bagus satu lagi warna kuning-putih, " jawab Xavier memilih warna baju.
"oke, yang ini ya mba, oh ada handuk tangan tidak mba? " tanya Nesa.
"ada, ini ada beberapa di sini, " tunjuk sang staf.
Nesa kembali melihat dan ia mengambil handuk tangan 4, setelah itu ia mengambil handuk biasa kecil 2, setelah itu ia mencari pakaian lagi tidak mungkin ia hanya membeli 8 buah stel saja. setelah mendapatkan perlengkapan bayi baju hingga untuk mandi.
sekarang Nesa beralih menuju tempat tidur bayi, Nesa tidak mau berlama-lama memilih ia langsung menyuruh Xavier memilih, sebelum itu mereka bertanya kasur untuk bayi kembar alias kasur yang cukup besar. setelah selesai dengan kasur mereka juga membeli troli baby yang untuk bayi kembar.
setelah menurut mereka cukup, mereka meminta untuk di antar pesanan mereka, setelah membayar dan menuliskan alamat Xavier dan Nesa langsung pulang. karena hari sudah sore tidak baik juga untuk ibu hamil di luar dan juga Nesa sudah lelah berkeliling mencari perlengkapan bayi.
"mau langsung pulang saja? " tanya Xavier sebelum keluar dari pusat perbelanjaan.
__ADS_1
"iya pulang saja, aku sudah lapar dan lelah, " jawab Nesa jujur.
"astaga, kamu ini lapar mulu ya sudah ayok pulang... mungkin bunda dan ayah sudah sampai di rumah, " sahut Xavier dan di angguki oleh Nesa.