Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Melahirkan


__ADS_3

dalam perjalanan Nesa terus menjerit kesakitan membuat Xavier tidak tega. karena hari masih sore jalan masih cukup padat namun tidak menghalangi jalan mereka dan sampai di rumah sakit dengan cepat.


sesampainya di parkiran rumah sakit yang cukup sepi. Xavier langsung turun duluan dan memanggil suster untuk membantu Nesa. para suster dan dokter yang mendengar langsung berlari untuk melihat keadaan Nesa. saat tahu Nesa hendak melahirkan mereka segera membawa Nesa menggunakan kursi roda menuju ruang bersalin dan memanggil dokter khusus kandungan.


"dokter tolong cepat di lihat istri saya, " ucap Xavier panik.


"tenang dulu, baringkan ibunya dulu ke ranjang, " ucap dokter dengan tenang.


Xavier menurut dan membantu Nesa naik ke atas ranjang. setelah itu Xavier beralih ke sisi Nesa membiarkan dokter yang melihat keadaan Nesa. dokter itu membuka ****** ***** Nesa dan melihat ke bagian jalannya bayi masih cukup tertutup menyuruh Nesa untuk bangun kembali dan melakukan jalan di sekitar ruangan.


"ibu baru sampai pembukaan 5, jadi tolong bangun dulu dan berjalan pelan untuk memudahkan saat jalan lahir sudah terbuka sempurna, " ucap dokter menjelaskan dan membantu bangun.


Xavier mendengarkan kata dokter, lalu membantu Nesa bangun dan menemani Nesa beraktivitas pelan di dalam ruangan. setiap dia kali putaran dokter selalu mengecek keadaan Nesa. hingga sudah masuk pembukaan ke delapan Nesa kembali di baringkan di atas ranjang.


"baiklah, sudah masuk pembukaan kedelapan hanya menunggu satu pembukaan lagi... setelah aba-aba dari saya ibu mulai mengejan ya, " jelas dokter.


Nesa hanya mengangguk, Xavier yang tidak mengerti hanya mendengarkan dan terus memegang tangan Nesa. Nesa yang merasakan sakit yang luar biasa masih harus menunggu hingga pembukaan terakhir. dokter sudah menyiapkan seluruh alat yang di butuhkan

__ADS_1


"sayang, bertahanlah, " bisik Xavier di telinga Nesa.


Nesa hanya mengangguk sambil mengatur pernapasan nya. sungguh Xavier benar-benar tidak tega harus melihat Nesa kesakitan seperti ini. namun ini adalah proses sebagai seorang ibu seutuhnya. tiba-tiba dokter membuka kaki Nesa lebar-lebar dan kembali mengecek.


dan saat sudah di cek pembukaan sudah terbuka sempurna. dokter mulai mengarahkan Nesa untuk mengejan.


"oke, ibu tarik napas dalam-dalam lalu mengejan, " ucap dokter sambil melihat jalannya lahiran.


Nesa menurut, ia mengambil napas dalam-dalam dan mulai mengejan. nesa terus melakukan itu selama intruksi dari dokter. saat di bilang jika kepala bayi sudah terlihat Nesa merasa senang dan kembali mengejan.


Nesa kembali mengejan ia meremas tangan Xavier hingga memerah bahkan terluka karena terlalu kencang menggenggam. belum bayinya belum juga keluar. Nesa kembali mengejan Xavier yang tidak merasakan rasanya melahirkan namun ia yakin jika itu sangat menyakitkan bahkan sampai istri nya saja menangis.


"sekali lagi, "


dan sekali lagi Nesa mengejan dengan keras, dan Alhamdulillah kepala bayi keluar dan di bantu oleh dokter untuk mengeluarkan badannya.


"oekkk oekkk, " suara tangis bayi yang terdengar nyaring membuat Nesa lebih lega begitu juga dengan Xavier.

__ADS_1


"suster, bersihkan bayinya... masih ada satu bayi lagi, " ucap dokter dan memberikan bayi yang ada di gendongannya kepada suster yang membantu dokter dengan perlahan.


Xavier melihat bayinya yang lahir gemuk dan selamat merasa lega. namun ia belum benar-benar lega karena masih ada bayi yang harus di keluarkan lagi oleh Nesa.


"sayang, anak pertama kita sudah lahir, " ungkap Xavier senang sambil mengecup kening Nesa.


Nesa tidak membalas ia hanya tersenyum hingga menangis. dokter melihat ke bagian jalannya bayi dan membersihkan sedikit, sebelum kembali memulai persalinan selanjutnya.


"ibu, istirahat sebentar dulu tarik napas dalam-dalam dan tenangkan diri baru saya akan lanjut ya, " ungkap dokter kepada Nesa dan di angguki.


Nesa mengangguk, ia mulai mengatur pernapasan. setelah mulai tenang meski masih terasa sangat sakit Nesa sudah siap untuk melakukan persalinan selanjutnya.


"baiklah sudah lima menit, mari kita mulai lagi, " ujar dokter yang di angguki oleh Nesa.


Nesa kembali mengejan, kali ini ia hanya beberapa kali mengejan karena jalannya sudah terbuka dengan lebar membuat bayi keduanya keluar dengan lancar, saat mendengar suara tangis bayinya Nesa benar-benar merasa lega namun tidak lama kemudian Nesa pingsan karena kehabisan tenaga.


"oekkk oekkk, " tangisan bayi kedua Xavier dan Nesa yang lahir ke dunia.

__ADS_1


__ADS_2