
Hari sudah berganti dan sekarang acara 7 bulanan akan di mulai. Xavier hanya mengadakan slametan saja karena hanya mengundang saudara dan beberapa teman dekat saja. Nesa sekarang masih berada di dapur membantu bunda dan yang lain masak.
tidak lebih tepatnya Nesa membantu makan saja. ada rujak yang di buat membuatnya kepengen makan dan akhirnya di berikan oleh bunda meski rasanya kurang enak menurutnya. tapi kata orang jaman dahulu jika jugak semakin enak menandakan bayinya perempuan sedangkan semakin tidak enak bayinya laki-laki dan itu masih di percaya sampai sekarang.
"astaga Nesa, kamu hanya makan rujak saja, apakah enak rasanya sayang? " ucap bunda dan bertanya kepada Nesa.
"emm, kurang enak sih menurut aku! bunda coba deh menurut bunda gimana? " jawab Nesa dan menyuapi bunda yang langsung di terima.
"iya kurang enak, padahal tante kamu kalau buat rujak selalu enak aneh, " ucap bunda sambil mencicipi lagi rujak.
"mungkin saja, bayinya laki-laki bukan? rujak buatan ku selalu enak tahu, " timpal tante Siska adik dari bunda.
"mungkin saja, sudah sebaiknya ini cepat di bungkus karena sebentar lagi di mulai, " ucap bunda.
Nesa mengangguk dan segera menghabiskan rujak nya. setelah itu ia mencari keberadaan Xavier untuk memastikan acara akan berjalan lancar. Nesa menghampiri Xavier yang sudah rapih dengan pakaian kokonya yang semkin membuatnya terlihat tampan.
"Xavier, " panggil Nesa.
"ya sayang, ada apa? " tanya Xavier dan menghampiri Nesa.
__ADS_1
"apakah sudah selesai semua? " tanya Nesa.
"sudah semua tenang saja bu bos, " bukan Xavier yang menjawab melainkan Daniel yang tiba-tiba muncul di belakang Xavier.
"ouh baiklah, kalau begitu aku ganti pakaian dulu, " ucap Nesa dan mendapat anggukan dari kedua laki-laki itu.
setelah itu Nesa meninggalkan kedua laki-laki itu dan langsung menuju kamar untuk berganti pakaian. nanti saat tujuh bulanan tidak hanya laki-laki saja ada ibu-ibu juga yang melainkan adalah teman bunda atau ibu-ibu komplek.
ayah Nesa tidak bisa datang karena ada urusan bisnis di luar negeri namun sudah mengabari Nesa dengan video call jadi Nesa memaklumi ayahnya yang tidak bisa datang.
setelah Nesa mengganti pakaian dengan baju muslim, ia turun dan ternyata acara sudah hampir di mulai. Nesa menghampiri bunda dan duduk di samping wanita itu, sedangkan Xavier duduk di kelompok laki-laki di sebelah kanan.
tujuh bulanan tidak semuanya mengharuskan dia siram air kembang melainkan bisa dengan pengajian saja, dan itu yang di pilih Nesa karena ia tidak bisa mencium bau yang menyengat terlebih bau bunga, bisa-bisa ia pingsan sebelum di siram.
acara sudah selesai dan yang laki-laki mulai mengangkat karpet sebagai alasan duduk mereka tadi dan para wanita mulai mencuci piring, sedangkan Nesa hanya bisa diam sambil memperhatikan karena di larang oleh Xavier dan bunda untuk membantu.
setelah selesai dan semuanya beres, Xavier menghampiri Nesa dan mengajak Nesa untuk masuk kamar, karena hari sudah hampir magrib Xavier menyuruh Nesa untuk mandi dan bersiap untuk makan malam. meski tadi sudah makan tapi mereka hanya makan sedikit itupun hanya kue bukan nasi.
"sayang, ayok masuk kamar mandi setelah itu bersiap untuk makan malam, " ajak Xavier dan membantu Nesa bangun dari duduknya.
__ADS_1
Nesa hanya mengangguk dan mengikuti Xavier saja. sesampainya di dalam kamar Nesa langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Xavier menerima telepon jika terjadi masalah di perusahaan dan ia tidak bisa datang sekarang.
"Xavier, tolong ambilkan handuk aku lupa membawanya tadi, " teriak Nesa dari dalam kamar mandi.
"astaga kebiasaan, baiklah sebentar, " jawab Xavier dengan hati-hati.
setelah memberikan handuk kepada Nesa, sekarang mereka bergantian untuk mandi. selesai mandi Nesa langsung merebahkan diri di atas kasur entah kenapa perasannya sangat tidak enak sejak tadi. meski ia tidak tahu apa yang akan terjadi namun ia merasa jika akan ada bahaya yang menimpa suaminya itu.
"kenapa ya perasaan ku tidak enak? firasat ku buruk, semoga saja tidak ada apa-apa terlebih kepada Xavier, " gumam Nesa kebingungan.
Xavier yang sudah selesai mandi dan melihat Nesa melamun menghampiri wanita itu dan mengecup kening wanita itu. Nesa sempat terkejut namun ia segera sadar dan tersenyum menatap Xavier.
"ada apa sayang? apa perut mu keram? " tanya Xavier khawatir.
"tidak, hanya saja firasat ku tidak enak, " jawab Xavier.
"baiklah itu tidak apa-apa, mungkin karena kamu kelelahan, sebaiknya istirahat sebentar nanti aku bangunkan saat makan malam, " ucap Xavier dan di angguki oleh Nesa.
meski perasaan nya tidak enak, ia tetap melakukan apa yang di ucapkan Xavier dan ia benar-benar tertidur karena kelelahan. sebenarnya Xavier juga merasakan hal yang sama namun ia tidak mau membuat Nesa khawatir berlebihan. ia berharap besok berangkat dengan selamat dan pulang dengan selamat juga.
__ADS_1