Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Bioskop


__ADS_3

Setelah selesai membeli cemilan juga tiket, mereka berdua memasuki teater yang sudah di beri tahukan jika sudah di buka. mereka berdua memilih tempat paling atas dan paling pojok juga. entah apa yang membuat mereka memilih tempat paling pojok itu.


"di sini aja ya, aku lebih nyaman di sini, " ujar Xavier jujur.


"it's okay, aku juga lebih nyaman di sini, " jawab Nesa santai.


lalu mereka kembali diam dan menunggu hingga film di mulai, sesekali Nesa bertanya kepada Xavier dan terkadang memakan cemilan mereka yang cukup banyak di beli oleh Nesa yang membuat Xavier tadi sempat geleng-geleng kepala melihat cemilan yang di beli Nesa.


"sudah mulai, " ucap Nesa antusias.


Xavier hanya mengangguk dan mereka menikmati film itu dengan baper, karena ada bagian scane yang romantis membuat Nesa sedikit iri pasalnya Xavier tidak pernah seperti itu -eh tunggu kenapa ia malah memikirkan itu?


"aaa kapan ya mas kamu bisa kayak gitu? " ceplos Nesa tanpa sadar saat adegan laki-laki mengelus pucuk kepala si perempuan dan mengecup-nya.


Xavier yang mendengar itu mendelik tidak Terima, apakah ia tidak pernah melakukan itu? tentu saja ia pernah namun seperti-nya Nesa melupakan itu dan ya kenapa Nesa sekarang kembali memanggilnya dengan sebutan "mas" ? bukankah akhir- akhir ini Nesa hanya memanggilnya dengan nama?


"kapan aku tidak pernah melakukan hal semacam itu? aku pernah melakukan itu asal kamu tahu dan ya kenapa panggilan mu kepada ku sering berubah? " tanya Xavier tidak Terima.


"memangnya kamu pernah melakukan itu? perasaan ku tidak dan suka-suka aku lah mau memanggil mu apa, " jawab Nesa yang mana itu malah membuat Xavier sedikit kesal.


sudah tahu dia bukan lah Xavier yang dulu, yang romantis dan lembut kepada wanita bahkan menolak untuk melakukan hubungan ranjang yang sekarang sering ia lakukan, serta sifat lembut dan romantis-nya menghilang setelah kejadian di mana ia diangkat khianati.


namun sekarang ia kembali menemukan wanita yang tidak sengaja terikat janji dengan-nya dan membuat dirinya jatuh dalam pesona gadis biasa yang tengah membutuhkan uang itu dan juga dunia-nya kembali berwarna semenjak kedatangan Nesa yang sangat berani kepada-nya dan wanita pertama yang menolak pesona-nya.


"apa kamu amnesia? tadi siang aku melakukan apa kepada mu? " tanya Xavier kesal.

__ADS_1


Nesa yang mendengar pertanyaan Xavier dan ia ingat siang tadi apa yang di lakukan laki-laki itu kepada-nya dan menenangkan-nya sungguh Nesa melupakan hal itu, Nesa menyenderkan kepala-nya di pundak Xavier untuk menutupi malu juga rona merah di pipi-nya.


Xavier jelas mengetahui jika Nesa tengah malu dan juga ia melihat sekilas pipi Nesa yang memerah, Xavier hanya diam saat Nesa menyenderkan kepada-nya dan menikmati momen Nesa lah yang memeluk-nya duluan sambil menonton film romantis itu.


selama menonton film Nesa benar-benar tidak mau lepas dari Xavier membuat Xavier memiliki kesempatan untuk terus berdekatan dengan gadis-nya itu. gengsi-nya terlalu besar untuk meminta Nesa memeluk-nya seperti yang sedang di lakukan Nesa tanpa du sadari.


film cukup lama di putar sekitar 2 jam mereka berdua baru keluar dari teater, setelah selesai menonton Nesa mengajak Xavier untuk makan malam terlebih dahulu sebelum pulang, setidaknya nanti ia tidak perlu masak lagi saat sampai di apartemen fikir Nesa.


"aku lapar, makan dulu yuk? " ajak Nesa kepada Xavier.


"baiklah kamu ingin makan apa? " tanya Xavier sambil menggandeng tangan Nesa yang menganggur.


"emm... Sushi enak kayak-nya? " jawab Nesa sambil menimang pilihan-nya.


"Sushi? baiklah ayok aku ajak kamu ketempat biasa ku makan Sushi, " ujar Xavier dan menarik pelan Nesa.


"tentu aku sudah sering ke sana, " jawab Xavier mantap.


"baiklah aku ikut saja, " ucap Nesa dan mengikuti langkah Xavier.


mereka berdua berjalan selayaknya kekasih sungguhan namun nyatanya mereka hanya ber pura-pura saja. mereka menuju parkiran di mana mobil mewah milik Xavier terparkir. setelah sampai di parkiran seperti biasa Xavier membukakan pintu mobil untuk Nesa dan Nesa berterima kasih.


setelah Nesa masuk Xavier memutari setengah mobil-nya dan segera menyalakan mesin mobil setelah itu ia menjalankan mobil meninggalkan parkiran mall mewah itu untuk menuju restoran Jepang yang biasa ia singgahi jika ingin makan makanan Jepang.


selama perjalanan hanya terjadi keheningan saja di dalam mobil dan hanya terdengar musik yang mengalun indah dari radio mobil dan terkadang Nesa ikut bernyanyi saat mengetahui lirik lagu tersebut sedangkan Xavier hanya menikmati alunan musik juga suara Nesa yang lumayan merdu di telinga-nya.

__ADS_1


tidak lama dari itu mobil berhenti di parkiran restoran Jepang yang cukup ramai, Nesa melihat ke luar lebih tepat-nya ke arah restoran yang ramai sedangkan Xavier sudah turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Nesa membuat Nesa sedikit terkejut.


"ayok turun, sampai kapan kamu akan di dalam? " ajak Xavier.


"ah iya, " jawab Nesa dan menerima uluran tangan Xavier.


setelah menutup pintu mobil mereka berdua masuk kedalam restoran yang cukup ramai itu dan memesan tempat private room seperti biasa Xavier memesan tempat ini. setelah memesan tempat dan di tunjukkan oleh pelayan mereka berdua sekarang tengah memilih makan malam mereka.


"aku mau, Sushi sama ramen, " ujar Nesa memberi tahu.


"Sushi dua, ramen satu dan takoyaki-nya satu... untuk minum-nya teh hijau hangat dan lemon tea, " ucap Xavier mengucapkan pesanan mereka.


setelah itu pelayan yang mencatat pesanan mereka pergi menyiapkan pesanan mereka berdua. dan kembali di antara mereka tidak ada percakapan Xavier yang fokus dengan handphone-nya sedangkan Nesa hanya memperhatikan Xavier dengan bosan.


"ada apa? " tanya Xavier tanpa melihat ke arah Nesa.


"tidak ada apa-apa, " jawab Nesa cepat dan langsung memanglingkan wajah-nya kesamping.


Xavier mengangkat wajah-nya dan melihat Nesa yang memanglingkan wajah-nya ia hanya tersenyum dan menggelengkan kepala, tidak lama kemudian pelayan tadi datang dengan beberapa pelayan lain-nya dan membawa pesanan mereka setelah itu di tata di meja tempat mereka.


setelah selesai menata pesanan mereka para pelayan itu pergi meninggalkan mereka berdua untuk menikmati makan malam mereka, Nesa menatap minat kepada makanan yang tersaji di hadapan-nya Xavier hanya menggeleng melihat tingkah Nesa yang sangat menggemaskan menurut-nya.


"ayok makan, " ajak Xavier dan langsung mendapatkan anggukan dari Nesa dengan semangat.


"selamat makan, " ucap Nesa dan menyantap Sushi yang sangat menggoda itu.

__ADS_1


dengan rakus dan tidak memperdulikan kehadiran Xavier Nesa memakan Sushi-nya dengan lahap, juga perut-nya yang sudah lapar meminta di isi sejak tadi. Lagi-lagi Xavier hanya menggeleng melihat Nesa makan seperti anak kecil


__ADS_2