Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Masih Perawan kok Tenang Saja


__ADS_3

Xavier dan Nesa berjalan beriringan hingga sampai di ruang keluarga di mana sangat bunda menunggu di sana. setelah sampai mereka berdua melihat bunda sedang minum teh saat mereka sampai bunda menatap tajam ke arah mereka berdua, Nesa meringis di tatap seperti itu namun tidak dengan Xavier ia terlihat sangat santai.


"Duduk! " perintah bunda tanpa menoleh ke arah mereka.


Xavier dan Nesa menurut mereka langsung duduk, berbeda dengan Xavier jantung Nesa berdetak 2 kali lebih cepat karena takut juga malu karena masalah terpergok di kamar tadi... tapi ia juga beruntung karena kedatangan bunda menggagalkan aksi liar Xavier.


"sudah berapa kali kalian melakukan itu? " tanya bunda sambil menyeruput teh-nya.


Xavier yang paham hanya diam, ini juga salah satu rencana-nya agar pernikahan-nya dengan Nesa di percepatan sedangkan Nesa tidak paham maksud dari ucapan sangat bunda membuat ia terdiam karena kebingungan.


"maksud bunda apa? " tanya Nesa memberanikan diri.


"kamu tidak mengerti pertanyaan bunda sayang ? " bukan-nya menjawab bunda justru balik bertanya.


Nesa hanya menggeleng ia benar-benar tidak mengerti apa yang di ucapkan calon mertua-nya, sedangkan Xavier yang melihat kepolosan Nesa ingin tertawa namun ia tetap mempertahankan wajah santai nan datar-nya itu. bunda hanya bisa menggeleng mengetahui kepolosan Nesa eh- apakah kejadian di kamar bisa membuat-nya polos?


"apa karena kejadian di kamar tadi kamu jadi sepolos ini? " tanya bunda Xavier kebingungan.


sedangkan Nesa yang mulai paham menjadi malu, terlihat dari pipi-nya yang memerah bak bagaikan buah tomat matang... sedangkan Xavier dan bunda sudah tertawa melihat Nesa yang malu terlebih pipi yang memerah... Nesa yang kesal mencubit lengan Xavier yang rasa-nya ah mantap.


"aww, lepas sakit sayang, " ucap Xavier sambil melepaskan cubitan di lengan-nya.


setelah terlepas Xavier mengelus bekas cubitan Nesa yang rasa-nya sangat sakit. sedangkan bunda yang melihat kelakuan Nesa dan Xavier hanya bisa menggeleng dan tersenyum maklum... hampir ia melupakan masalah di kamar tadi bunda Xavier kembali mengubah mimik wajah-nya menjadi serius kembali.


"jadi seberapa sering kalian melakukan itu? " tanya bunda Xavier lagi.


"kita gk pernah ngelakuin itu bund! " ucap Nesa cepat.


"yakin? kalian hanya berciuman? tidak melakukan itu? bunda gk yakin ah, " tanya bunda Xavier tidak yakin.

__ADS_1


"Masih perawan kok tenang aja, " ujar Nesa malu.


sedangkan Xavier sekarang sudah terbahak, sedangkan bunda menggeleng namun Xavier kemudian sadar ia tidak melihat keberadaan Daniel. ia celingak-celinguk mencari keberadaan orang itu namun ia tetap tidak melihat keberadaan Daniel.


"hahahah, bay the why di mana Daniel? " tawa Xavier dan bertanya.


"sudah pulang... dan kalian benar tidak melakukan-nya? " jawab bunda dan kembali bertanya.


"tentu, kami tidak pernah melakukan itu terlebih Nesa selalu menolak ku," jawab Xavier sambil melirik Nesa yang juga tengah melirik-nya tajam.


"bagus jika kalian belum melakukan itu, bunda takut ke depan-nya kamu Xavier tidak menahan diri... 5 hari lagi kalan akan tunangan dan bunda mau mempercepat pernikahan kalian menjadi 3 hari setelah kalian tunangan, " ujar bunda Xavier tidak mau di bantah.


Nesa yang mendengar itu jelas terkejut, ia hendak menolak namun tatapan tajam dari Xavier membuat-nya bungkam dan hanya bisa menurut atas keputusan calon mertua-nya itu, alhasil Nesa mengangguk saja. sedangkan Xavier sudah tersenyum senang karena pernikahan mereka sebentar lagi akan di laksanakan.


"oh ya, besok kalian fiting gaun di butik bunda, " lanjut bunda Xavier memberi tahu.


sedangkan Xavier hanya santai saja bahkan di balik wajah datar-nya terdapat hati yang berbunga-bunga karena senang pernikahan mereka di percepatan huh bunda-nya tahu saja jika ia ingin segera menghalalkan Nesa.


plak


tanpa aba-aba Nesa memukul Xavier dengan keras membuat bayangan Xavier membuyar karena kelakuan Nesa yang sangat tiba-tiba.. Xavier meringis kesakitan dan menatap Nesa penuh dengan tanya.


"kenapa kamu memukul ku? " tanya Xavier meringis kesakitan.


"hanya ingin saja, " jawab Nesa menyebalkan menurut Xavier.


"jawab yang jelas aku tidak paham, " pinta Xavier karena ia tidak mengerti maksud Nesa.


"ck, yang jelas kamu sangat menyebalkan, sudah aku ingin mandi, " ucap Nesa dan melenggang meninggalkan Xavier yang kebingungan akan tingkah Nesa.

__ADS_1


"PMS kali ya? " cuma Xavier bertanya-tanya.


"PAKAIAN MU SUDAH ADA DI LEMARI KU! " teriak Xavier setelah mengingat jika pakaian Nesa sudah di siapkan di lemari-nya.


"BAIKLAH TERIMA KASIH! " jawab Nesa sambil teriak juga.


setelah mendengar jawaban itu, Xavier menyalahkan televisi untuk menghibur diri-nya, sambil meminum dan makan cemilan yang ada di hadapan-nya yang seharusnya di suguhkan untuk bunda-nya namun karena bunda sudah pulang sayang jika di anggurkan saja.


15 menit kemudian Nesa kembali turun menghampiri Xavier yang fokus dengan film aksi yang di tayangkan di televisi, Nesa sudah mandi ia mengenakan hoodie milik Xavier dan celana panjang yang di siapkan untuk-nya.


Xavier yang menyadari kedatangan Nesa hanya diam dan berdecak, sungguh baru kali ini ada yang memakai pakaian-nya tanpa seizin-nya dulu... tapi saat ia melihat ke arah Nesa yang mengenakan hoodie milik-nya kebesaran fi tubuh mungil-nya malah membuat Nesa menggemaskan di mata Nesa.


"Mas, kita jalan yuk, " pinta Nesa manja.


dan tunggu ada angin apa Nesa memanggilnya Xavier menggunakan embel-embel mas? sungguh sikap Nesa hari ini membuat Xavier kebingungan sendiri.


"mau kemana? " tanya Xavier pura-pura tidak perduli.


"kemana saja, aku ingin jalan-jalan ku mohon, " ujar Nesa lagi dan memohon.


"aku tidak mau keluar jika tidak ada tujuan, apa kamu tidak mengingat kejadian tadi hah? " ujar Xavier dan bertanya kepada Nesa.


Nesa yang mendengar itu jelas mengingat kejadian tadi, tapi ia benar-benar ingin keluar toh ia keluar bersama Xavier pasti akan aman kan? Nesa tidak berhenti saja di situ ia tetap besikekuh kepada Xavier hingga Xavier hanya bisa pasrah dan menurut.


"baiklah jangan memohon seperti itu, sebentar aku ingin ganti pakaian dulu dan ambil kunci mobil, " ucap Xavier datar.


meski datar Nesa sangat senang sampai-sampai ia melompat dan memeluk Xavier sesat lalu melepaskan laki-laki itu untuk kembali ke kamar. Nesa menunggu Xavier dengan perasaan senang entah apa yang akan ia lekukan saat keluar nanti mungkin membeli beberapa jajanan pinggir jalan seperti dulu.


10 menit kemudian Xavier turun mengenakan pakaian santai-nya, celana pendek selutut dan kaos oblong yang membuat lengan kekar Xavier terceplak dengan sempurna membuat Nesa gelagapan melihat otot lengan Xavier yang kekar itu.

__ADS_1


__ADS_2