Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Kayak lagi ngidam padahal tidak


__ADS_3

Xavier dan Besar sekarang tengah berada di dalam mobil dan mereka sekarang mulai berkeliling taman kota permintaan dari Nesa, yang entah sejak kapan menjadi sangat menyebalkan seperti sekarang ini namun Xavier hanya bisa pasrah dari pada harus di musuhi oleh Nesa karena keinginan-nya tidak di turuti.


"mas berhenti, aku mau telur gulung, " ucap Nesa sambil memberhentikan Xavier yang tengah menyetir itu.


"iya sebentar, " jawab Xavier dan ia meminggirkan mobil-nya.


setelah mobil berhenti Nesa langsung keluar dari mobil dan menuju penjual telur gulung, namun belum lama ia keluar dari mobil Nesa kembali masuk kedalam mobil membuat Xavier kebingungan. Nesa menengadahkan tangan-nya dan meminta uang kepada Xavier.


"aku lupa bawa dompet, aku minta uang, " ucap Nesa sambil mempertahankan tangan-nya.


"astaga, " ujar Xavier ia menggeleng melihat tingkah Nesa yang seperti orang ngidam.


"nih, " ucap Xavier setelah memberi 1 lembar uang berwarna Merah.


"makasih, " ucap Nesa menerima dengan senang.


Nesa keluar lagi dari mobil dan membeli beberapa makanan yang berada di sekitar taman kota, dan tidak jauh dari penjual telur gulung. Xavier hanya menunggu di dalam mobil sambil terus memperhatikan Nesa dari dalam takut-takut kejadian sore tadi terulang lagi.


tidak lama kemudian Nesa kembali ke dalam mobil dengan membawa banyak aneka jajanan semasa ia SD dulu. Xavier sempat ternganga melihat banyak-nya makanan yang di dapat Nesa hanya dengan uang seratus ribu. biasa orang kaya kalau jajan lebih dari 1 juta cuma buat jajan sedikit 😁


"seratus ribu dapat sebanyak itu? " tanya Xavier tidak percaya.


"iya, apakah kamu tidak pernah memakan ini? " jawab Nesa dan bertanya.


"aku bukan tidak pernah, aku jika beli itu lima puluh ribu hanya dapat telur gulung sepuluh dan itu terjamin enak, " jawab Xavier santai.

__ADS_1


"ya ya ya, aku tahu kamu orang kaya jadi tidak aneh lagi jika makanan murah menjadi sangat mahal, " ucap Nesa sambil memakan telur gulung-nya.


Xavier hanya menggeleng, lalu ia kembali menyalakan mesin mobil untuk meninggalkan tempat itu dan kembali pulang... selama perjalanan pun Nesa hanya diam menikmati makanan-nya sedangkan Xavier fokus dengan jalan di depan-nya.


15 menit kemudian mereka sudah sampai di kediaman milik Xavier, Xavier memarkirkan mobil-nya di garasi setelah itu mengajak Nesa masuk kedalam rumah yang masih asik dengan jajanan di tangan-nya itu hingga Xavier di diami oleh-nya.


"sampai kapan kamu akan di sana? ayok masuk, " ujar Xavier datar.


"iya sebentar, " jawab Nesa dan turun dari mobil.


Xavier berjalan lebih dulu lalu di ikuti oleh Nesa dari belakang yang masih repot dengan jajanan yang berada di tangan-nya, siapa suruh membeli makanan sebanyak itu? jadi susah untuk membawa-nya kan. sedangkan Xavier yang tahu jika Nesa tengah kesusahan tidak ada niatan untuk membantu membawakan membuat Nesa kesal.


"hey bisakah kamu bantu aku? " teriak Nesa.


"sudahlah lagi pula ini sudah sampai, " jawab Xavier yang sudah fokus dengan handphone-nya.


"yakin kamu bisa menghabiskan itu sendiri? " tanya Xavier tidak yakin.


Nesa mengangguk, Xavier hanya menggeleng lalu ia kembali fokus dengan handphone-nya sedangkan Nesa fokus dengan makanan-nya sendiri hingga sekitar 20 menit kemudian jajanan itu habis ludes tidak tersisa di makan oleh Nesa.


"sudah waktu-nya makan malam, jika kamu masih kenyang tidak usah makan malam, langsung pergi tidur saja, " ujar Xavier dan bangkit dari duduk-nya.


"aku masih lapar tentu saja akan makan malam, " jawab Nesa santai.


hal itu membuat Xavier tidak habis pikir, apakah perut Nesa terbuat dari ban karet sehingga bisa melar? entah lah tidak mau memikirkan itu Xavier berjalan menuju ruang makan untuk melaksanakan makan malam sebelum tidur.

__ADS_1


Nesa segera membereskan bekas jajanan-nya dan membuang sampah-nya di tempat sampah lalu ia menyusul Xavier yang sudah tidak terlihat lagi menuju ruang makan. sesampainya di ruang makan Xavier sudah makan lebih dulu tidak menunggu Nesa.


Nesa tidak memperdulikan itu, lalu ia mengambil piring nasi dan lauk serta teman-teman nya. hal itu tidak luput dari penglihatan Xavier ia hanya bisa menggeleng tidak percaya, apakah semua wanita memang makan sebanyak ini? entahlah hanya Tuhan dan para wanita saja yang tahu.


mereka menghabiskan waktu makan malam sekitar 20 menit, setelah selesai makan malam Xavier mengajak Nesa untuk menuju kamar-nya yang berada di lantai dua, Nesa sempat bingung namun hanya bisa menurut lalu ia akan tidur di mana malam ini? batin Nesa bertanya-tanya.


sesampainya di lantai dua Nesa memberhentikan jalan-nya membuat Xavier ikut berhenti dengan tatapan tanya Xavier bertanya kepada Nesa yang berhenti secara mendadak membuat-nya kebingungan.


"aku tidur di mana? " tanya Nesa pada akhirnya.


"tidur di kamar ku, " jawab Xavier santai dan mulai berjalan lagi menghiraukan Nesa.


Nesa yang di tinggal langsung menyusul Xavier dengan berlari kecil pasal-nya jalan Xavier cukup cepat terlebih kaki jenjang-nya membuat Xavier cepat jauh dari Nesa. Nesa segera mensejajarkan jalan-nya dan kembali bertanya membuat Xavier tertawa.


"lalu kalau aku tidur di kamar mu, kamu di mana? " tanya Nesa.


pertanyaan konyol yang di keluarkan oleh Nesa mengundang tawa Xavier, sungguh Xavier benar-benar tidak habis pikir sebenarnya Nesa itu polos atau pura-pura bodoh sih sebenarnya?


"hahah, tentu saja kita tidur bersama sayang, " jawab Xavier sambil tertawa.


"tunggu? kita? kok IHHH KITA BELUM HALAL GK BOLEH TAHU, " ucap Nesa dan berteriak di akhir kalimat-nya.


"hahah, kita memang belum halal tapi kenapa kamu mau di cium oleh ku? hm, " tanya Xavier membuat Nesa bungkam.


"sudahlah diam saja, sebaiknya cepat masuk ini sudah larut malam aku ingin cepat istirahat, " ujar Xavier lagi dan langsung masuk kedalam kamar di susul oleh Nesa.

__ADS_1


di dalam kamar Nesa membatasi antara diri-nya dan Xavier agar hal iya-iya tidak terjadi nanti-nya... Xavier hanya menggeleng sungguh Nesa benar-benar tidak mau bersentuhan lebih dari ciuman dengan-nya jika belum halal.


Nesa menghadap ke arah kiri membelakangi Xavier, lalu ia mencoba untuk tidur meski sedikit risih karena ada Xavier di samping-nya. namun karena kelelahan Nesa dengan cepat langsung memasuki alam mimpi Xavier yang melihat Nesa sudah tertidur ikut memejamkan mata dan ikut ke alam mimpi.


__ADS_2