Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Restoran Sushi


__ADS_3

Xavier dan Nesa tengah memilih tempat untuk mereka duduki, restoran sushi yang di pilih Xavier ada restoran terbaik makanya sangat ramai bahkan mereka berdua hampir tidak kebagian tempat, bersyukur mereka kebagian tempat di paling pojok dekat jendela.


"kamu mau pesan apa? " tanya Xavier sambil membaca menu.


"em, Sushi mentai, Sushi salmon sama ramen, "


"Baiklah, sushi salmon 2, sushi mentai 1,ramen 1 dan es macha susu 2," ujar Xavier menggunakan bahasa Jepang kepada pelayan.


lalu pelayan itu mencatat semua pesanan mereka dan pergi meninggalkan mereka untuk menyiapkan pesanan mereka berdua, sedangkan mereka berdua kembali menikmati pemandangan kota dari balik jendela dan sesekali mengobrol atau bercanda.


"besok mau kemana lagi sayang? " tanya Xavier.


"emm, aku juga bingung sih kalau kamu maunya kemana? "


"aku juga belum tahu sih makanya aku nanya, "


"astaga, aku pikir kamu sudah ada ide mau kemana, "


"hehe, "

__ADS_1


tidak lama dari itu, pelayan tadi yang mencatat pesanan mereka datang dengan di ikuti oleh beberapa pelayan lainnya yang juga membawa nampan berisi pesanan mereka berdua. makan sudah di tata di atas meja dan para pelayan itupun sudah pergi.


sekarang giliran mereka yang akan menikmati makan malam mereka di kota Tokyo Jepang, untuk pertama kalinya Nesa datang ke sini namun tidak dengan Xavier bahkan ia sangat sering ke negara ini, alasannya bisnis dan juga sekedar liburan.


"Enak tidak sushi mentai nya? " tanya Xavier di sela-sela makan mereka.


"enak kok, kamu mau? "


lalu tanpa di minta Nesa mengambil satu sushi mentai dan ia menyuapi Xavier dengan sigap Xavier membuka mulut dan menerima suapan sushi dari Nesa yang tengah tersenyum menatap nya.


Xavier mengunyah sushi itu, lalu menyuapi Nesa dengan sushi biasa dan di terima oleh Nesa dengan senang hati dan terjadilah adegan saling menyuapi hingga membuat beberapa orang yang sedang makan pun menjadi iri terlebih para jomblo.


"baiklah, habiskan dulu makanan mu aku tinggal sedikit lagi, "


lalu mereka berdua menghabiskan makanan mereka, setelah selesai makan Xavier membayar makanan mereka sedangkan Nesa menunggu di depan pintu keluar hingga Xavier datang. setelah menyelesaikan pembayaran Xavier menghampiri Nesa dan membawa Nesa untuk pulang.


mereka berjalan beriringan menuju parkiran, sesampainya di parkiran seperti biasa Xavier membukakan pintu untuk Nesa dan Nesa berterimakasih kasih baru ia masuk kedalam mobil di bagian kemudi, setelah sabuk pengaman terpasang Xavier menjalankan mobil dan meninggalkan restoran.


selama perjalanan pun tidak ada yang berbicara hanya ada suara dari radio yang terputar indah di dalam mobil, Nesa hanya menikmati lagu itu sedangkan Xavier fokus dengan menyetir.

__ADS_1


tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai di apartemen, seperti biasa Xavier menggandeng Nesa menuju unit apartemen mereka. hari yang sudah mulai malam bukanya semakin sepi justru semakin ramai, ingin rasanya Nesa terus berjalan-jalan hanya saja tubuhnya sudah minta untuk merebahkan diri di atas kasur.


sesampainya di unit apartemen, Xavier dan Nesa langsung masuk kedalam Nesa langsung menuju kedalam kamar dan langsung membersihkan diri sedangkan Xavier mendudukkan diri di depan televisi sambil berpikir besok mereka akan menghabiskan waktu kemana.


setelah berpikir namun tidak dapat jawaban ia memilih untuk masuk kedalam kamar dan bertepatan Nesa sudah selesai membersihkan diri dan gantian gilirannya, selama Xavier membersihkan diri Nesa menyiapkan baju tidur untuk Xavier dan setelah sudah ia langsung merebahkan diri di atas kasur sambil bermain handphone.


tidak lama dari itu, Xavier keluar hanya menggunakan handuk saja lalu menghampiri kasur di mana pakaiannya sudah di siapkan oleh Nesa. Xavier hanya menggunakan bagian celananya saja sedangkan atasnya ia biarkan polos tanpa sehelai benang pun membuat Nesa melotot dan tidak habis pikir.


Xavier merebahkan diri di kasur dan menopang kepalanya di dada Nesa yang tengah bermain handphone hingga harus berhenti. Nesa mengelus kepala Xavier dan menciumnya sebentar lalu bertanya, karena Xavier terlihat sangat kelelahan.


"besok mau kemana? mau di rumah saja? kamu kelelahan sepertinya, "


"aku juga bingung mau kemana, tapi waktu kita hanya tinggal 4 hari sana di sini, aku ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan mu, "


"jangan memaksakan diri, aku juga lelah karena kemarin saat sampai malah kamu gempur sebaiknya besok kita berdiam saja di apartemen ya, "


"humm, baiklah, "


lalu mereka berdua karena sudah kelelahan dan mengantuk pun tertidur dengan posisi sama seperti tadi, kepala Xavier di atas dada Nesa dan tangan Nesa yang berada di atas kepala Xavier.

__ADS_1


__ADS_2