
HAPPY READING GUYS, JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN YA GUYSS.
********
selema perjalanan Nesa hanya diam sambil terus memperhatikan sekitar, sedangkan Xavier hanya memperhatikan sambil bermain handphone. sesampainya di pedesaan banyak anak kecil dan para hewan ternak yang sedang bermain di ladang hijau yang besar.
"kita sudah sampai yuk turun, " ajak Xavier.
Nesa menurut ia menggandeng lengan Xavier turun dari mobil banyak anak-anak kecil yang lewat di depan mereka sambil melambaikan tangan dan Nesa jadi ikutan melambaikan tangan kearah mereka.
"pak antarkan kami menuju danau atau sungai terdekat, " ucap Xavier.
"baiklah, tuan dan nyonya ikuti saya, " ucap supir itu.
lalu mereka berdua di aja kemana tempat sungai dan danau yang indah menurut supir di sini. Nesa dan Xavier mengikuti sambil melihat sekitar desa yang cukup ramai orang bahkan orang-orang di sana menyapa mereka meski tidak saling mengenal.
"apa kamu suka? " tanya Xavier sambil berjalan.
"tentu, di sini sejuk dan juga penduduknya sangat ramah, " jawab Nesa dengan senyum bahagia.
Xavier hanya tersenyum mendengar jawaban Nesa dan tidak lama kemudian mereka sampai di salah satu danau yang sangat bersih, air nya puji berwarna biru laut dan ada beberapa pohon persik di sekitar sana.
Nesa melepaskan gandengannya dan berlari menuju danau dan mengambil beberapa buah persik membuat Xavier khawatir karena jalanannya yang berbatuan. Xavier langsung mengejar Nesa dan membantu Nesa mengambil buah persik.
"jangan berlari jika kamu jatuh bagaimana hah? " tanya Xavier kesal ketika sudah memberikan buah persik kepada Nesa.
"hehe maafkan aku, aku benar-benar senang sampai lupa kalau jalanan di sini berbatuan, " jawab Nesa sambil terkekeh.
__ADS_1
"aku tahu kamu senang tapi jangan berlari seperti itu lagi ya? aku khawatir kamu jatuh, " nasehat Xavier.
"iya tidak akan lagi, " jawab Nesa.
lalu mereka berjalan menuju pinggir danau dan duduk lesehan di sana tanpa memperdulikan pakaian mereka kotor atau tidak, sedangkan supir yang memang di utus oleh bunda Xavier memotret mereka dan mengirimkan foto itu kepada bunda.
tentu saja saat bunda mendapatkan foto itu ia benar-benar senang, karena putranya sudah benar-benar berubah tidak lagi seperti saat setelah patah hati yang membuat nya seperti robot kaku dan dingin.
"bagus banget di sini, " ujar Nesa.
"apa kamu tahu di Indonesia juga ada tempat seperti ini, " ujar Xavier sambil menyelipkan anak rambut Nesa kebelakang telinga.
"benar kah? kenapa aku tidak tahu? " tanya Nesa dengan antusias.
"kapan-kapan aku akan mengajak mu ke sana, tapi setelah kita memiliki anak, " ujar Xavier sambil menatap lurus ke depan.
Nesa yang mendengar itu tersenyum, sungguh ia benar-benar belum bisa menjadi istri yang sesungguhnya karena belum memberikan apa yang sudah ia jaga kepada Xavier.
"hey ada apa? kenapa hmm? " tanya Xavier panik.
"maafkan aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu, " ucap Nesa dan mulai menangis.
hal itu tentu saja membuat Xavier terkejut lalu dengan penuh kelembutan Xavier membawa Nesa kedalam pelukannya, ia menenangkan Nesa jika tidak masalah belum memberikan nya sekarang besok masih bisa.
"tidak apa sayang, besok masih bisa dan akan aku pastikan jika kita melakukan nya beberapa kali kamu akan segera hamil sayang, " ucap Xavier.
Nesa mengangguk ia melepaskan pelukan mereka dan menatap Xavier dengan wajah sembab, sedangkan Xavier tersenyum lembut dan tulus lalu ia mengusap kepala Nesa yang semakin membuat Nesa tenang dengan perlakuan Xavier.
__ADS_1
"baiklah, nanti malam juga tidak masalah, asalkan kamu tidak membuatku terkejut dan kasar, " ujar Nesa sambil tersenyum.
"tidak sayang, besok saja keadaan mu masih lelah kita bisa melakukan nya besok ok? " ucap Xavier.
"baiklah, " jawab Nesa pasrah.
lalu mereka kembali menikmati sore dengan melihat pemandangan danau yang biru ini, sambil berpelukan Xavier memeluk Nesa dan sesekali mencium pucuk kepala Nesa.
sedangkan Nesa menyamankan diri di dalam pelukan Xavier dan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Xavier, dengan keadaan seperti ini supir suruhan bunda tidak mensia-siakan kesempatan dan memotret majikannya ketika sedang bermesraan.
dan tidak lupa ia mengirimkan foto itu kepada nyonya bos besar untuk mengetahui bagaimana bucinnya anak tunggal mereka, hari semakin sore dan Xavier mengajak Nesa untuk kembali ke resort karena sepertinya akan turun hujan sebentar lagi.
"ayok sebaiknya kita pulang, sudah hampir mau hujan dan juga sudah sore, " ucap Xavier.
"ah iya sebentar lagi turun hujan, baiklah ayok kita pulang, " jawab Nesa dan mereka bangkit dari duduknya.
mereka kembali menuju di mana supir meletakkan mobil dengan di ikuti supir yang senantiasa menemani mereka yang bermesraan. sesampainya di parkiran mobil mereka segera masuk setelah di bukakan pintu oleh supir.
setelah itu supir segera menyalakan mesin mobil dan meninggalkan pedesaan untuk kembali ke resort, hari semakin sore dan semakin mendung benar saja saat mereka keluar dari pedesaan hujan turun dengan derasnya hingga mereka sampai di resort.
......PROMOSI KARYA......
Mengisahkan tentang seorang gadis desa bernama Raina Anastasya yang merasa hidupnya dipenuhi kesialan. Dipaksa menikah di usia belasan tahun. Tak boleh mengenyam pendidikan tinggi dengan alasan perempuan tak perlu terpelajar karena tugas wajibnya hanya 3 yaitu (macak, masak, dan manak). Pergi ke kota orang dengan harapan bisa untuk menghilangkan nasib buruknya. Namun, kenyataannya kesialan itu tetap mengikuti kemana pun kakinya melangkah.
Tak ada yang indah di dalam hidupnya, begitu pun dengan perjalanan cintanya.
__ADS_1
Lantas bagaimana Raina berdamai dengan diri sendiri dan keadaan?
Temukan jawabannya di jawabannya di Diary Usang!