
setelah selesai makan siang mereka berdua benar-benar sibuk dengan tugas kantor yang sangat menumpuk, mungkin karena beberapa hari ini mereka jarang masuk kantor dan pasti juga banyak yang membicarakan soal kedekatan Nesa dan Xavier.
"seperti-nya kita akan benar-benar lembur kali ini, " ucap Nesa lirih.
"sudah lah jangan mengeluh sebaiknya kita cepat kerjakan ini agar tidak terlalu malam selesai-nya, " jawab Xavier yang tengah fokus membaca ulang berkas yang sudah di cek oleh Nesa.
"baiklah semangat! " ucap Nesa memberikan semangat.
Xavier hanya mengangguk dan kembali fokus dengan berkas yang ada di tangn-nya, begitu juga dengan Nesa yang tengah fokus dan teliti membaca file dari leptop-nya dan jika sudah akan ia berikan kepada Xavier untuk di lihat lagi.
sudah sekitar tiga jam mereka mengerjakan tugas kantor namun berkas dan file seperti tidak berkurang sama sekali membuat Nesa menghela nafas karena sedikit pegal terus mengetik laporan itu.
"sebaiknya kamu ke dapur dan ambil air dingin serta ambil banyak cemilan untuk kita, " ujar Xavier tiba-tiba.
"baiklah, " jawab Nesa dan ia menaruh leptop-nya di meja.
Nesa keluar dari ruang kerja pribadi milik Xavier untuk kedapur dan mengambil banyak makanan serta minuman dingin untuk menemani mereka lembur kali ini. bersyukur ruang kerja pribadi milik Xavier tidak di lantai tiga membuat nesa tidak terlalu capek untuk naik turun tangga, tunggu! kenapa nesa tidak menggunakan lift? ah seperti-nya karena ia tengah haus dan membutuhkan cemilan.
setelah sampai di dapur ia mengambil pesanan Xavier dab segera kembali menuju ruang kerja pribadi Xavier untuk segera membantu laki-laki itu yang mungkin sekarang kepala-nya sudah mulai mengeluarkan asap saking banyak-nya berkas yang harus di tanda tangani oleh-nya.
Nesa membuka pintu ruang pribadi milik Xavier dan terlihat jelas Xavier benar-benar fokus di depan leptop-nya dan melihat ke arah berkas sesekali. nesa menghampiri Xavier dan menuangkan minuman dingin di gelas dan langsung memberikan kepada Xavier.
"ini minum dulu, istirahat kan jarimu dulu baru lanjut mengetik dan memilah laporan itu, " ujar Nesa sambil meminum minuman-nya.
"baiklah, " jawab Xavier menurut.
__ADS_1
Xavier minum dan sesekali melihat ke arah laporan serta leptop-nya, ia dan Nesa memakan cemilan dahulu baru akan melanjutkan pekerjaan-nya yang tertunda dan harus segera di selesai kan malam ini juga.
"ini biar aku saja, nanti kamu tinggal cek lagi ada yang salah atau tidak, " ucap Nesa yang sudah fokus kepada leptop-nya.
"baiklah, aku akan tanda tangan ini dulu, " jawab Xavier.
dan mereka kembali sibuk, Nesa yang sibuk memilah laporan yang di file sedangkan Xavier menandatangani berkas yang sudah di cek Nesa. padahal mereka sudah menyelesaikan banyak tapi masih banyak juga yang belum selesai huh sangat menguras tenaga.
"ini sudah selesai coba kamu cek dulu, " ujar Nesa sambil memberikan leptop-nya.
Nesa memakan cemilan-nya, lalu ia melihat berkas untuk di cek lagi masih ada sekitar 1 tumpuk berkas yang kira-kira ada sekitar 10 sampai 15 berkas yang harus di cek dan di tanda tangani dan bahkan berkas itu tidak tipis alias sangat tebal.
"baiklah mana? " ucap Xavier dan mengambil alih leptop Nesa.
mereka sama-sama sibuk dengan tugas mereka hingga waktu menjelang makan malam akan tiba namun pekerjaan mereka masih cukup banyak, berkas yang belum di tanda tangani masih ada 10 sedangkan file masih ada sekitar 5 file lagi yang masih harus di cek.
pintu ruang kerja Xavier di ketuk oleh seseorang, dan tidak lama kemudian orang itu masuk kedalam ruangan Xavier yang tidak lain adalah bunda Xavier. bunda yang melihat ruangan sang putra sang berantakan hanya bisa menggeleng saja.
"sudah mari makan malam dulu baru lanjutkan pekerjaan kalian, " ucap bunda Xavier setelah berada di hadapan anak juga menantu-nya.
"tidak bisa! " jawab Nesa dan Xavier bersama.
"kenapa? " tanya bunda Xavier kebingungan.
"kami akan makan di sini saja, pekerjaan kami sangat banyak makan dari itu kami harus lembur, " jawab Xavier menjelaskan.
__ADS_1
"hah baiklah aku mengerti, aku akan menyuruh pelayan untuk mengantarkan makan malam kalian jangan sampai tidak di makan ya, " ujar bunda Xavier pasrah.
"baik bunda, " jawab mereka bersama kembali.
setelah itu bunda Xavier meninggalkan mereka berdua, setelah kepergian sang bunda dari ruangan-nya Xavier dan besar kembali di sibukkan oleh berkas yang di tanda tangani oleh Xavier dan file yang tengah di cek oleh Nesa.
tidak lama dari itu para pelayan membawakan makan malam mereka, terpaksa mereka harus menghentikan pekerjaan mereka sejenak untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan. mereka makan dengan santai meski masih banyak yang harus di selesai kan tapi tidak apa hanya sisa beberapa saja.
"huh aku sudah kenyang, aku lanjutkan ini hanya tinggal 3 saja, " ucap Nesa setelah selesai makan dan kembali menatap leptop-nya.
Xavier hanya mengangguk karena ia belum selesai makan, ia sempat nambah karena kelaparan. setelah selesai makan ia baru melanjutkan menandatangani berkas yang masih tersisa 5 berkas tebal itu.
dan mereka mengerjakan itu hingga pukul 21.00 malam, Xavier dan Nesa meregangkan otot mereka kalau semua berkas dan file sudah selesai di tangani hanya saja mereka tidak tahu besok mereka drop atau tidak-nya dan sekarang mereka tengah membereskan berkas yang berserakan di mana-mana.
"apa kamu lelah? " tanya Xavier setelah semuanya sudah beres.
"sangat lelah, " jawab Nesa dan ia duduk ber sender di sofa sama seperti Xavier.
"bersyukur aku di bantu oleh mu, kalau tidak mungkin aku menyelesaikan-nya tengah malam nanti, " jawab Xavier bersyukur.
"itu sudah tugas ku sebagai sekretaris mu, " ujar Nesa.
"baiklah sebaiknya kita pergi ke kamar dan istirahat, " ucap Xavier dan langsung di angguki oleh Nesa.
mereka berdua keluar dari ruangan pribadi milik Xavier dengan wajah lelah dan menuju kamar mereka masing-masing, Xavier sesampainya di kamar langsung mandi untuk menyegarkan diri sebelum tidur. sedangkan Nesa melakukan hal sama namun ia berendam dahulu untuk merelakskan otot-otot-nya yang terasa sangat kaku.
__ADS_1
selama berendam ia kembali mengingat cacian dari sang ibu tiri dan juga adik tiri-nya dan juga kata-kata kasar yang terlontar dari mulut sang ayah masih ia ingat dengan jelas. semakin lama memikirkan itu Nesa langsung bergegas menyudahi berendam-nya.
ia mengambil jubah mandi dan keluar dari kamar, mandi setelah itu ia memakai baju tidur yang sudah ia siapkan sebelum mandi dan bersiap untuk segera tidur tidak lupa ia membaca doa sebelum tidur lalu ia memejamkan mata-nya dan tidak lama kemudian ia memasuki alam bawah sadar-nya.