Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Daniel Putra Abimanyu


__ADS_3

"mengapa kamu datang lagi?! " tanya Xavier tidak bisa santai.


"ck... aku hanya ingin memberi tahu-


"cepat katakan!" belum juga selesai bicara Xavier sudah memotong Ucapan Daniel.


"ck jangan memotong ucapan ku Xavier! " kesal Daniel karena ucapan-nya di potong.


"baiklah, lanjutkan, " ucap Xavier tanpa rasa bersalah.


Daniel menghela nafas menanggapi sikap juga sifat Xavier yang menurut-nya menyebalkan, ini juga karena ia di tinggal oleh Jessica yang lebih memilih laki-laki lain dari pada Xavier yang sangat sempurna ini namun mines arogan juga sangat dingin.


"aku sudah mengurus semuanya dan oh ya, Jessica tadi mencari mu di perusahaan, " jelas Daniel.


"untuk apa dia mencari ku? " tanya Xavier tidak suka.


"mungkin meminta untuk kembali, " ucap Daniel enteng.


Xavier tidak membalas ucapan terakhir dari Daniel ia kembali fokus kepada makanan-nya. sebenarnya Xavier tidak suka ada Daniel di sini ketika ia sedang bersama Nesa karena sejak tadi Daniel terus menatap wajah cantik Nesa membuat Nesa tidak nyaman di perhatikan seperti itu.


"jangan membuat-nya tidak nyaman Daniel! " tegas Xavier.


"ah maaf, aku hanya ingin tahu siapa nama mu cantik? " ucap Daniel tanpa rasa bersalah dan bertanya kepada Nesa.


Daniel mengulurkan tangan-nya yang langsung di Terima oleh Nesa dengan senang hati meski tadi ia sempat tidak nyaman karena Daniel menatap-nya seperti itu. sedangkan Xavier mendengus melihat aksi modus sahabat-nya itu.


"Daniel Putra Abimanyu...panggil saja Daniel, " ucap Daniel.


"Vanesa Anggelista Paramita, panggil Nesa saja, " jawab Nesa.


"salam kenal yah, " ucap Daniel sambil tersenyum manis.


Daniel tidak langsung melepaskan jabatan tangan mereka, bahkan Daniel terang-terangan mengelus punggung tangan Nesa menggunakan ibu jari-nya, benar-benar mencari masalah dengan singa jantan yang tengah menahan emosi di hadapan mereka berdua.


"apakah kamu bisa melepaskan tanganmu itu? atau mau aku memotong-nya? " tanya Xavier tanpa melihat ke arah Daniel.

__ADS_1


"baiklah, aku lepas kamu ini tumben sekali seperti ini, " ujar Daniel tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"habiskan makan mu Nesa, lalu kita pergi, " perintah Xavier mutlak.


Nesa hanya mengangguk dan langsung menghabiskan makanan-nya dari pada ia menghadapi singa jantan yang tengah berapi-api itu, lebih baik ia menurut untuk sementara. sedangkan Daniel tersenyum melihat Xavier yang cemburu kepada Nesa dan ia juga bersyukur jika Xavier sudah bangkit dari masa keterpurukan-nya.


lalu mereka kembali fokus dengan makanan mereka, meski Xavier sedang menahan emosi karena sejak tadi Daniel terus memperhatikan wajah cantik Nesa yang tengah makan, membuat gejolak ingin membunuh Daniel tiba-tiba muncul, jika bukan sahabat mungkin Xavier sudah menendang Daniel sekarang.


"aku sudah selesai, " ucap Nesa setelah menyelesaikan makan-nya.


"baiklah ayok, " ajak Xavier tanpa memperdulikan Daniel.


"apakah aku tidak di ajak? " tanya Daniel karena ia di diami oleh Xavier.


"sebaiknya kamu cukup menjaga mansion ku saja... dan jangan mencoba untuk mendekati gadis ku! " peringat Xavier setelah mengatakan itu Xavier membawa Nesa menuju pintu utama mansion-nya.


belum sempat protes Xavier sudah menarik Nesa berjalan keluar dari mansion megah ini, Nesa yang tidak mengerti dengan situasi ini hanya diam, sungguh Nesa kamu kenapa lemot sekali sekarang.


"kita akan kemana? " tanya Nesa saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"emmm... kemana ya? aku juga bingung, " ucap Nesa sambil menaruh jari telunjuk-nya di atas dagu seraya berfikir.


saat sedang berfikir Nesa mengingat jika pekerjaan-nya belum selesai dan lagi ini hari terakhir Sinta berada di perusahaan Xavier Nesa malah pergi dan memberikan semua tugasnya kepada Sinta yang seharusnya ia kerjakan.


"sebaiknya kita kembali ke kantor mu, pekerjaan ku belum selesai Xavier, " ucap Nesa panik.


"baiklah, padahal aku ingin jalan-jalan dengan mu, " ucap Xavier tidak bersemangat.


"itu bisa nanti setelah pekerjaan kita selesai, cepat! " ucap Nesa tanpa menoleh kepada Xavier.


Xavier hanya mengangguk lalu menyalakan mesin mobil dan mengendarai meninggalkan mansion mewah, Daniel terlihat keluar dari mansion dengan nafas terengah-engah mengejar Xavier namun mobil Xavier sudah berjalan menuju pintu gerbang utama yang cukup berjarak.


"apa kamu benar-benar tidak mau jalan-jalan denganku? " tanya Xavier lagi memastikan.


"pekerjaan ku belum selesai Xavier, aku tidak mau di bilang makan gaji buta yah, " ucap Nesa kepada Xavier.

__ADS_1


"tidak masalah, toh yang menggaji kamu itu aku, tanpa harus bekerja pun aku akan memberikan mu uang, " ucap Xavier enteng.


"oh ayolah, kamu tidak perlu seperti itu... lagi pula memang-nya siapa dirimu? " tanya Nesa kesal.


"aku kekasih mu, " ucap Xavier tanpa ekspresi.


"Pura-pura Oke, ingat hanya pura-pura! " tegas Nesa.


sungguh Nesa berharap jika hubungan ini tidak pura-pura, entah sejak kapan hati-nya jatuh kepada Xavier yang dingin juga arogan... tapi apa Xavier juga jatuh hati pada-nya? pikir Nesa.


"seandainya kamu tahu Nesa, entah sejak kapan aku menyukai mu tapi aku takut jika kamu sama seperti saudari tiri mu itu, " batin Xavier menghela.


setelah percakapan itu, mereka berdua terdiam tidak ada percakapan lagi hingga mereka sampai di perusahaan besar milik Xavier. Xavier turun terlebih dahulu seperti biasa aja membukakan pintu untuk Nesa padahal Nesa tidak meminta untuk di bukakan.


"terima kasih, " ucap Nesa.


Xavier hanya mengangguk lalu mereka berjalan beriringan menuju lift khusus CEO, setelah berada di dalam lift mereka masih sama-sama diam memikirkan tentang hati mereka yang terbalas atau tidak dan keraguan dalam hati mereka masing-masing.


ting...


pintu lift terbuka, Xavier berjalan lebih dahulu lalu di ikuti oleh Nesa di belakang-nya... sampai di depan pintu ruangan Xavier ia langsung masuk sedangkan Nesa langsung menuju tempat ia duduk dan segera meminta maaf kepada Sinta karena sering kabur-kaburan.


"mbak Sinta, maaf yah aku sering ninggalin kerjaan ku, " maaf Nesa kepada Sinta setelah duduk di samping ibu hamil itu.


"tidak papa kok, aku paham kalau bos dan kamu ada urusan, " ucok Sinta sambil tersenyum.


Nesa yang mendengar itu langsung tersipu malu, pipi-nya berubah menjadi kemerahan Sinta yang melihat itu menggeleng seraya tersenyum maklum, namanya juga anak muda kan?


"maaf yah sekali lagi ya mbak, mbak udah makan kan? sisanya biar aku aja yang ngerjain ya? " tanya Nesa beruntun.


"udah kok, ya sudah ini tinggal sedikit lagi lalu minta tanda tangan bos, " ucap Sinta.


"Oke siapp, " ucap Nesa sambil merayakan seperti orang tengah hormat.


setelah itu Nesa dengan semangat mengerjakan tugas-nya yang harus tinggal setengah yang sudah di kerjakan oleh Sinta, Sinta hanya tersenyum melihat semangat dari Nesa semoga saja setelah ia benar-benar berhenti Nesa tidak melupakan diri-nya.

__ADS_1


__ADS_2