
"jadi kapan kalian akan menikah? " tanya bunda sekali lagi.
"tahun depan, "
"3 bulan lagi, " jawab mereka bersama namun berbeda jawaban.
Xavier dan Nesa saling bertatapan, Xavier memaksa untuk bilang tiga bulan lagi kepada Nesa lewat tatapan-nya. sedangkan Nesa tidak mau lagi pula mereka tidak akan menikah bukan?
"yang benar yang mana ini? bunda juga butuh kepastian, " tanya bunda Xavier kebingungan.
"3 bulan lagi Bun, " jawab Xavier mantap membuat kesalahan mendelik.
"tapi aku belum siap, " tolak Nesa kepada Xavier.
"maka dari itu persiapkan dirimu dari sekarang, " ucap Xavier menatap manik indah milik Nesa.
"tap-
" sudah biar bunda yang menentukan kapan kalian akan menikah, " potong Bunda dengan kesal.
"baiklah, " jawab Xavier dan Nesa bersama pasrah.
entah Nesa sudah pasrah mungkin ini jalan terbaik untuk-nya dan juga ini kesempatan besar untuk mendekati Xavier lebih dalam lagi, agar Xavier bisa membalas perasaan-nya fikir Nesa.
meski Nesa sedikit ragu karena soal perjanjian itu nanti Nesa akan tanyakan kepada Xavier dan sekarang mereka memilih diam karena bunda Xavier terus mengeluarkan ceramah-nya karena jawaban mereka berdua yang tidak pasti.
"baiklah bunda mau bulan depan kalian, biar semuanya bunda yang urus kalian cukup tunggu saja, " ujar bunda Xavier mutlak.
dan setelah mengatakan itu bunda Xavier meninggalkan mereka berdua yang terkejut bukan main, padal-nya mereka belum saling mengenal dalam kenal pun baru ada 2 minggu mungkin. Nesa yang terkejut bukan main langsung memukul Xavier menggunakan tas tangan-nya.
bugh...
"ini gimana perjanjian kita tidak seperti ini pak?! " tanya Nesa kesal juga panik, meski ada senang-nya juga.
__ADS_1
"shhh, sakit tahu... besok kita bicarakan lagi ini sudah malam sebaiknya kita istirahat, " ujar Xavier tidak mau menjawab pertanyaan Nesa dan langsung pergi meninggalkan Nesa sendiri.
"kenapa aku di tinggal? XAVIER!! " Ucap Nesa adanya berteriak memanggil Xavier yang belum jauh.
Nesa memberengut kesal, seorang pelayan menghampiri Nesa yang tengah kesal dan mengajak Nesa untuk ke kamar tamu yang sudah di sediakan, awal-nya Nesa ingin memaki orang yang mengganggu-nya namun ia urungkan karena itu pelayan rumah.
yang bahkan lebih tua dari dari-nya, mungkin seumuran dengan almarhum ibu-nya. Nesa menghela nafas gusar dan menurut mengikuti langkah pelayan itu menuju kamar tamu yang sudah di sediakan.
"mari nona saya antar, " ucap pelayan itu.
"jangan panggil aku nona bibi, panggil saja Nesa, " ujar Nesa sopan.
"baiklah nakal Nesa, mari, " ujar pelayan dan mengajak Nesa.
Nesa mengangguk dan mengikuti dari belakang, ia diangkat antar kan ke kamar yang kemarin sempat ia tempati saat menginap di mansion besar ini. setelah mengantar Nesa pelayan itu izin pamit untuk kembali ke kamar-nya dan langsung di angguki oleh Nesa dengan sopan.
Nesa duduk di atas kasur empuk itu dan melihat ke arah langit-langit kamar. ia memang ingin menikah tapi tidak seperti ini juga cara-nya huh nasib, Nesa hanya bisa pasrah dan berdoa agar Xavier juga mencintai-nya .
"SEDANG APA KAMU DI SINI? DAN KENAPA KAMU TIDAK MENGETUK PINTU TERLEBIH DAHULU SEBELUM MASUK? " Tanya Nesa dengan kesal sambil melempar bantal kepada Xavier.
Xavier menangkap bantal yang di lempar oleh Nesa, sungguh telinga-nya cukup sakit mendengar teriakan Nesa yang sangat membahana itu, hingga bisa-bisa membuat gendang telinga pecah. Xavier mengusap telinga-nya pelan dan menatap tajam kepada Nesa.
"bisakah kamu tidak teriak? ini sudah malam tahu, " tanya Xavier kesal.
"ya maaf, " cicit Nesa pelan tidak berani menatap Xavier.
Xavier menghela nafas ia menghampiri Nesa dan duduk di sebelah Nesa, awal-nya ia ke sini hanya untuk melihat Nesa sudah mandi dan tidur atau belum. eh ia malah di hadiahi bantal yang melayang.
"kenapa belum mandi? mandi sana dan segera tidur ini sudah malam, " tanya Xavier dan menyuruh Nesa untuk bersiap tidur.
"ya sebentar... tunggu apa kamu sudah mandi? " ucap Nesa dan bertanya seraya memperhatikan Xavier dari atas sampai bawah.
"tentu saja sudah, " jawab Xavier cepat.
__ADS_1
"what? kamu mandi secepat ini? apakah kamu mandi dengan bersih atau jangan-jangan... " ucap Nesa dan menggantung ucapan-nya.
"aku bukan seperti mu yang harus mandi menghabiskan waktu hampir setengah jam, " ujar Xavier memutar bola mata-nya.
"dan ya aku mandi tentu saja dengan bersih, " lanjut Xavier.
"baiklah aku percaya dan sebaiknya kamu keluar dari kamar ini, bagaimana aku mau mandi jika kamu ada di sini? " ucap Nesa seraya mengusir Xavier.
"baiklah, semua baju mu sudah ada di dalam lemari dan juga pakaian dalam mu, " ujar Xavier dan melangkah pergi.
Nesa mengangguk namun ia baru menyadari ketika Xavier sudah tidak terlihat dari balik pintu, Nesa menyadari dan menutup wajah-nya yang memerah karena malu. dari mana Xavier mengetahui ukuran dalam-nya?.
"dari mana ia tahu ukuran dalaman ku? " tanya Nesa sambil mengusap wajah-nya kasar.
"Aaaaa aku sangat malu, " ucap Nesa lagi sambil menghentak-hentakan kaki-nya.
setelah itu Nesa segera bergegas ke kamar mandi untuk melakukan ritual sebelum tidur-nya itu dan tidak lupa ia mengunci pintu kamar takut-takut Xavier datang saat ia tengah tidak memakai sehelai kain pun.
tanpa Nesa sadari Xavier masih ada di balik pintu dan mendengar ucapan dan pertanyaan Nesa yang entah Nesa berucap pada siapa. Xavier hanya tertawa dan menggeleng tidak mengerti lalu ia meninggalkan kamar Nesa untuk kembali ke kamar-nya.
di sisi lain, bunda dan ayah Xavier yang melihat tingkah anak-nya tersenyum senang karena Xavier sudah mulai kembali seperti dulu dan sungguh mereka geli melihat sang anak seperti baru saja jatuh cinta.
tidak lama Nesa melakukan ritual-nya hanya sekitar 10 menit saja, karena hari yang sudah larut ia tidak mau berlama-lama di kamar mandi takut-takut ia masuk angin nanti-nya. setelah itu Nesa memakai pakaian tidur-nya.
dan benar saja ukuran pakaian bahkan dalaman-nya benar-benar pas dan sama seperti milik Nesa yang lain-nya. Nesa hanya berdecak tidak mau memikirkan itu lalu ia segera bersiap untuk tidur. Nesa naik ke atas kasur dan merebahkan diri di sana, sebelum tidur seperti biasa Nesa berdoa terlebih dahulu baru tidur.
dan tidak lama dari itu Nesa sudah memasuki alam bawah sadar-nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
hay guyss selagi nunggu aku update novel ini, baca cerita ku yang satunya yah.
__ADS_1