Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Nesa menghilang


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju rumah Shafira, mereka berdua hanya diam sambil menikmati lagu yang terputar dari radio mobil Xavier. dan terkadang Nesa ikut bernyanyi jika ia tahu lirik lagu-nya dan Xavier hanya mendengar kan dan terkadang tertawa sesekali ketika Nesa salah lirik.


tanpa mereka sadari ada mobil van hitam mengikuti mereka, sampai di pertigaan jalan ban mobil Xavier bocor, membuat ia harus menghentikan mobil secara mendadak.


"ada apa? " tanya Nesa bingung.


"seperti-nya ban mobil ku bocor, " jawab Xavier dan membuka sabuk pengaman.


saat tengah membuka sabuk pengaman tanpa sengaja ia melihat mobil van hitam yang mencurigakan namun Xavier menggeleng dan mencoba untuk berfikir positif, lalu Xavier turun di ikuti oleh Nesa untuk melihat ban belakang dan depan yang bocor.


"ckck, kenapa bisa bocor dua-duanya di saat yang bebarengan? " tanya Nesa kebingungan.


"entahlah aku juga bingung, sebentar biar aku cek dulu, " uajr Xavier yang sama kebingungan-nya.


Xavier sempat melihat ke arah belakang di mana tempat berada mobil van hitam itu berhenti, namun saat ia lihat lagi sudah tidak ada mobil itu, Nesa mengikuti arah pandang Xavier namun ia tidak melihat apapun di sana.


Xavier mulai mengecek ban mobil dan tanpa ia sadari ada 2 orang sudah mengawasi mereka berdua dari jarak yang tidak terlalu jauh. Xavier berdecak saat tahu ada paku yang menancap di kedua ban mobil-nya.


ia kembali melihat ke arah Nesa yang tengah menunggu-nya, Xavier menghela nafas kasar, Nesa yang mengetahui itu hanya bisa diam bingung harus melakukan apa.


"sebentar biar aku telpon orang bengkel dulu, " ujar Xavier sambil mengeluarkan handphone-nya.


"baiklah jangan lama-lama ya, "


"ya tidak akan lama, " jawab Xavier.


Xavier menjauh untuk menelepon, Nesa menunggu di samping mobil. 2 orang yang mengintai mendekati Nesa tanpa suara lalu membekap mulut mesa menggunakan kain yang sudah di kasih obat bius.

__ADS_1


Nesa ingin memberontak namun tiba-tiba kepala-nya menjadi pusing, dan kegelapan pun menghampiri-nya. setelah Nesa jatuh pingsan kedua orang itu segera menggendong Nesa dan membawa Nesa pergi.


Xavier yang baru saja selesai menelpon bengkel kembali dan tidak mendapati Nesa berada di dekat mobil-nya. Xavier panik dan langsung mencari Nesa di sekitar mobil namun ia tidak menemukan siapa-siapa di sana.


"astaga kenapa aku bisa lalai seperti ini! NESA! " ucap Xavier dan berteriak memanggil nama Nesa namun tidak ada jawaban sama sekali.


"jika aku tahu siapa pelakunya jangan salahkan aku jika kalian akan hidup menderita seumur hidup! " emosi Xavier.


lalu Xavier dengan cepat kembali mengambil handphone-nya dan menelpon seseorang untuk membantu-nya mencari kemana Nesa pergi... tidak mungkin jika Nesa melarikan diri dati-nya toh mereka saling mencintai.


"CEPAT DATANG KEMARI JIKA KARIR MU MASIH MAU AMAN! " ucap Xavier kepada seseorang itu dan langsung mematikan-nya secara sepihak.


Xavier terus mondar-mandir di depan mobil berharap jika Nesa hanya sedang ke toilet namun sudah lebih dari 5 menit Nesa tidak kembali membuat emosi Xavier semakin memuncak bahkan ia sampai menendang dan memukul mobil-nya untuk pelampiasan.


tidak lama dari itu 2 mobil menghampiri Xavier yang tengah emosi, salah satu dari mobil itu adalah tukang bengkel dan satunya Daniel yang sangat lama datang. Xavier menatap tajam kepada Daniel membuat Daniel ketakutan dan juga kebingungan.


"Nesa menghilang, " jawab Xavier lirih.


"apa bagaimana bisa? apakah kamu sudah mencari-ny? " tanya Daniel berturut-turut.


"AKU SUDAH MENCARI-NYA SEJAK TADI NAMUN TIDAK ADA! " ujar Xavier emosi.


"baiklah, tenangkan dirimu sebaiknya kita pulang dan membicarakan ini secara kepala dingin... jika kamu emosi seperti ini yang ada masalah tidak akan selesai, " saran Daniel.


tanpa berkata lagi Xavier langsung berjalan menuju mobil Daniel dan membiarkan tukang bengkel membenarkan mobil-nya biar nanti anak buah-nya saja yang membawa mobil-nya.


Daniel masuk kedalam mobil dengan keadaan emosi juga, ia bingung siapa yang berani bermain-main dengan Xavier jika saja orang itu tahu Xavier seperti apa mungkin saja ia akan sangat menyesalinya karena telah berurusan dengan singa jantan.

__ADS_1


Daniel segera menjalankan mobil-nya dan segera menuju mansion kedua orang tua Xavier karena mereka berdua juga harus tahu tentang ini, dan jika sampai besok Nesa belum di temukan pertunangan dan pernikahan mereka berdua akan di undur sampai Nesa di temukan.


sesampainya mereka di mansion keluarga Miller tanpa kata lagi Xavier masuk kedalam rumah dan memberi tahu tentang menghilang-nya Nesa... kedua orang tua Xavier yang sudah mendengar cerita itu dari Xavier terkejut bukan main dan akhirnya mereka menyetujui permintaan Xavier untuk acara pertunangan mereka di undur sedikit.


dan sekarang Xavier dan Daniel berada di ruang pribadi milik Xavier dan membahas menghilang-nya Nesa... Xavier menenangkan diri ia tidak yakin jika ini ulah Jessica pasalnya beberapa hari lalu ia sudah mengirimkan ancaman.


"apa kamu yakin jika dia tidak lari dari mu? " tanya Daniel ia sedikit ragu jika Nesa memang mencintai Xavier terlebih mereka berawal dari perjanjian.


"dia tidak akan pergi karena dia mencintaiku, " jawab Xavier yakin.


"baiklah apa rencana mu? " tanya Daniel pasrah dan mulai serius.


"cari tahu dan lacak mobil van hitam yang berada di sekitar sana, " ucap Xavier.


"dan setelah kita tahu siapa pelakunya segera pergi ke sana dan lakukan apa yang sudah ia lakukan kepada wanita ku! " perintah Xavier mutlak.


"baiklah tunggu sebentar, " jawab Daniel.


laki-laki itu mulai membuka leptop-nya dan mencoba menerobos keamanan CCTV yang berada di lokasi kejadian, Xavier terus memantau dengan perasaan campur aduk. khawatir, takut akan kehilangan Nesa dan juga emosi.


hingga 30 menit kemudian mereka menemukan titik di mana Nesa di bawa, dan benar Jessica di balik ini semua seperti-nya wanita itu hanya memikirkan jika ancaman yang di berikan Xavier hanya lelucon biasa.


"sialan! cepat bawa anggota mu dan kita kepung mereka... berangkat sekarang! " perintah Xavier tidak main-main.


"baik bos, " jawab Daniel dan segera menghubungi anggota-nya.


"aku pikir kamu akan berhenti Jessica, jadi jangan salahkan aku jika aku melakukan hal seperti apa yang kamu lakukan kepada wanita ku jika kamu melukai-nya satu kali saja, maka aku akan membalas tiga kali lipat Jessica! " batin Xavier berbicara.

__ADS_1


setelah persiapan selesai mereka langsung meluncur ke tempat di mana Nesa du sekap dan di siksa di sana. jaraknya cukup jauh karena berada di antara hutan yang jarang di lewati oleh orang membuat mereka telat datang.


__ADS_2