
INFORMASI, AKU UPDATE MALEM KARENA BAB INI SUNGGUH ANU JADI GK BAIK DI BACA SIANG HARI.
sudah menjelang malam dan sekarang Nesa dan Xavier tengah berada di kamar bergantian untuk mandi, setelah Xavier selesai mandi sekarang giliran Nesa untuk mandi, selagi Xavier keluar kamar ia tengah memilih baju yang akan di kenakan nya saat dinas malam nanti.
"huhfttt, aku harus siap setelah ini aku baru benar-benar menjadi seorang istri, " ucap Nesa sambil menatap pantulan dirinya di cermin.
lalu ia memutuskan untuk mandi, tidak membutuhkan waktu yang lama untuknya mandi. dan sekarang Nesa tengah berpikir untuk menggunakan baju dinas yang mana, terlebih ini sudah di belikan oleh Daniel sebagai kado pernikahan mereka.
akhirnya Nesa memilih memakai lingerie warna hitam yang bagian bawah roknya transparan dan bagian dadanya sedikit turun membuat belahan buahnya terlihat.
setelah selesai memakai lingerie Nesa menarik nafas dalam-dalam dan keluar dari kamar mandi dengan perlahan dan tepat sekali Xavier masuk kedalam kamar membuat Nesa sedikit terkejut. sedangkan Xavier yang melihat Nesa memakai lingerie dan memamerkan lekuk tubuhnya tersenyum miring.
Xavier menjilat bibir nya sendiri, dengan perlahan dan pasti ia mendekati ke arah Nesa yang berdiri kaku dan gugup di depan pintu kamar mandi. sesampainya di hadapan Nesa yang tengah menunduk Xavier mengangkat wajah Nesa dengan jarinya dan menatap Nesa dengan wajah yang terlihat sangat bergairah.
"kamu terlihat seksi sayang, malam ini akan malam yang panjang untuk mu dan aku, " bisik Xavier sambil memainkan rambut Nesa yang tergerai bebas.
Nesa hanya diam sungguh ia benar-benar gugup, dan tanpa aba-aba Xavier langsung mencium Nesa dengan sangat bergairah, sedangkan Nesa yang sudah mulai terhasut dengan permainan ciuman Xavier mengalungkan tangannya di leher Xavier.
Xavier terus mencumbu Nesa dari bibir hingga ke leher dan meninggalkan jejak kepemilikan nya di leher Nesa, kedua tangan Xavier tidak tinggi diam, tangan kanan Xavier mengelus pelan paha dalam Nesa sedangkan yang kiri memainkan buah yang cukup besar di tangannya dengan lincah.
__ADS_1
"akhhh, "
languhan Nesa keluar begitu saja dari bibir tipis Nesa yang mana semakin membuat Xavier bergairah, dengan pasti Xavier memainkan tangannya menaikan rok lingerie ke atas dan bermain di perut mulus milik Nesa.
Xavier melepaskan ciuman mereka, ia melihat wajah Nesa yang sudah terangsang dengan permainan tangan dan cumbuannya. ketika sedang menikmati sentuhan-sentuhan sensual dari Xavier tiba-tiba tubuh Nesa merasakan melayang.
Xavier menggendong Nesa sambil mencumbu bibir tipis Nesa yang sekarang sudah menjadi candunya. dengan perlahan Xavier meniduri Nesa di atas ranjang dan ia menindih tubuh Nesa. masih asik dengan cumbuannya Xavier turun ke leher hingga ke dada bulat milik Nesa.
dengan nafas yang tidak beraturan Xavier mencium dan menggigit pelan buah milik Nesa hingga memerah dan meninggalkan jejak kepemilikannya, erangan demi erangan keluar dari bibir Nesa, membuat gairah Xavier semakin meningkat.
dengan perlahan Xavier menurunkan tali lingerie di bagian dada Nesa hingga terlepas dan terpampang lah buah milik Nesa yang sangat putih, lembut dan mulus itu. dengan sedikit kasar Xavier mengemut chocochip pink milik Nesa sebelah kanan.
selesai dengan buah milik Nesa, Xavier dengan perlahan turun ke perut mulus Nesa ia melepaskan lingerie yang masih di pakai oleh Nesa dan melemparkan nya sembarang arah, sedangkan Nesa sudah pasrah di bawah kendali suaminya itu.
Xavier mencium di setiap perut mulus Nesa dan sesekali menjilat pusar Nesa dan menatap wajah Nesa yang sudah sangat bergairah karena ulah nya. selesai dengan perut rata Nesa dengan perlahan Xavier mencumbu hingga di bagian inti yang masih terbalut dengan kain tipis.
Xavier kembali ke atas dan kembali mencumbu Nesa yang masih terengah-engah karena ulah cumbuannya, namun tangan kanan dan kirinya tetap tidak tinggal diam, yang sebelah kiri terus meremas buah milik Nesa sedangkan yang sebelah kanan mengelus pelan milik Nesa dengan lembut dari luar dalaman membuat Nesa tidak bisa diam karena bergairah.
dengan masih mencumbu Xavier memasukkan tangannya ke dalam dalaman Nesa, dan mengelus pelan milik Nesa yang masih sempit dan juga bersih dari bulu-bulu halus. dengan perlahan Xavier memasukkan satu jarinya kedalam sangkar emas membuat Nesa melenguh kesakitan.
__ADS_1
"shhh, sakit, "
"tenang sayang, sakitnya hanya akan sebentar saja setelah itu kenikmatan akan menghampiri, " ucap Xavier sambil mencoba memaju mundurkan jarinya di dalam sangkar emas yang sempit itu.
Nesa hanya menikmati dengan manahan sakit karena sangkar di masukin oleh jarik Xavier yang cukup besar, Xavier demi mengalihkan rasa sakit Nesa ia kembali mencumbu Nesa dan terus meremas buah milik Nesa.
...PROMOSI KARYA...
**Blurb :
Pada 16 tahun yang lalu, Keluarga Shen dan Keluarga Yu mengadakan suatu perjanjian pernikahan aliansi antara kedua keluarga. Dan mereka sepakat, bahwa anak kedualah yang akan menjadi pengikat tali aliansi kedua keluarga tersebut.
Namun siapa yang menyangka, jika ternyata anak kedua dari Keluarga Shen adalah seorang gadis dengan fisik tak serupa dengan Shen Xu saudara kembarnya yang cantik jelita.
Yu Zhen yang merupakan tuan muda kedua Keluarga Yu, menolak pernikahan aliansi tersebut dengan suatu alasan. Yu Zhen masih ingin mempelajari ilmu yang mengharuskan dirinya untuk tetap menjaga keperjakaannya.
Shen Ji yang merasa ditolak oleh Yu Zhen dan terus ditindas oleh Shen Xu, akhirnya melarikan diri dari keluarganya hingga dia bertemu dengan seseorang yang akan mengubah takdirnya**.
__ADS_1