Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
datang ke Makam


__ADS_3

pagi hari sudah menyapa, Nesa sedang di bangunkan oleh bunda dan Xavier sudah siap untuk sarapan sambil menunggu Nesa siap karena ia akan mengajak Nesa ke makan untuk mendoakan mendiang mama Nesa dan meminta restu.


"sayang bangun, udah mulai siang nih, " ucap bunda dari Balik pintu kamar Nesa.


“iya bunda, Nesa sudah bangun kok, " ucap Nesa dan membuka pintu kamar.


bunda tersenyum dan mengajak Nesa untuk sarapan, setelah sarapan Xavier memiliki rencana untuk ke makam Almarhum mama Nesa. sesampainya di ruang makan Nesa dan bunda di sambut oleh dua laki-laki yang masih fokus dengan pembahasan yang tidak jauh dari bisnis.


"pagi semuanya, " sapa Nesa membuat kedua laki-laki itu mengalihkan perhatian mereka dan berhenti membahas bisnis.


"pagi sayang, " jawab Xavier dengan senyum.


Nesa duduk di samping Xavier dan mulai memakan sarapannya begitu juga dengan yang lainnya. tidak sampai 15 menit mereka sudah selesai dengan sarapan mereka dan Xavier meminta izin untuk pergi ke makam.


"bunda ayah, Xavier sama Nesa mau ke makam dulu ya, " izin Xavier sambil berdiri.


"ya pergilah, sekalian berdoa dan meminta restu untuk pernikahan kalian nanti, " balas ayah.


Xavier dan Nesa mengangguk, lalu mereka berdua segera meninggalkan kediaman miller dan langsung menuju pemakaman di mana mama Nesa di kuburkan. selama perjalanan menuju makam Nesa tidak henti-hentinya tersenyum.


karena ia berhasil membawa seseorang untuk menghadap ke makam sang mama dan meminta restu secara langsung. dan juga Nesa ingin melepaskan rindu yang sudah lama ia pendam.


"hey, sepertinya kamu sangat senang kenapa? " tanya Xavier memecahkan keheningan.


"ah ya aku senang, bisa ke makam mama bersama orang yang aku cintai, " jawab Nesa sambil menatap Xavier yang fokus dengan jalanan.


"ah begitu rupanya, kalau begitu aku juga merasa senang, " ujar Xavier .

__ADS_1


dan keheningan kembali melanda mereka hingga mereka sampai di tujuan, saat Nesa turun dari mobil ia melihat sang ayah yang baru saja keluar dari pemakaman di mana sang mama di kuburkan.


"ayah, " teriak Nesa.


Ardiansyah yang merasa terpanggil menoleh dan mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobil dan memilih untuk menghampiri putri dan calon menantu nya.


"hey apa kabar sayang? " tanya Ardiansyah basa-basi.


"aku baik, ayah sudah ke makam mama? " jawab Nesa dan bertanya.


"sudah, ayah juga sudah membersihkan makam... sebaiknya kalian ke makam saja dulu yah, ayah masih ada urusan, " jawab Ardiansyah dengan menepuk pundak Nesa.


"iya ayah, terimakasih hati-hati di jalan, " ujar Nesa kepada sang ayah yang memasuki mobil.


Ardiansyah mengangguk lalu ia menyalakan Klakson dan pergi meninggalkan kawasan pemakaman, Xavier yang sejak tadi hanya diam memperhatikan menghampiri Nesa dan langsung mengajak nya masuk.


"iya ayok, "


mereka berdua berjalan beriringan menuju makan mama Nesa, dengan membawa bunga Nesa menghampiri makam dengan perasaan yang campur aduk rindu, sedih menjadi satu di hatinya.


Nesa dan Xavier duduk di samping kanan makam dan melantunkan doa untuk mama Nesa, setelah berdoa Nesa menaburi bunga di atas makam yang sudah bersih.


"ma, Nesa datang... maaf Nesa sudah lama tidak berkunjung ke makam mama dan juga sekarang Nesa datang tidak sendiri melainkan dengan calon suami Nesa, " ucap Nesa sambil mengelus baru nisa.


"Nesa minta doa dan restu dari mama, agar pernikahan kami berjalan dengan lancar dan juga agar rumah tangga kami sakinah mawaddah warahmah, " ucap Nesa sambil melihat ke arah Xavier dan makam secara bergantian.


sekarang giliran Xavier yang meminta restu kepada almarhum mama Nesa. dengan mereka bertukar tempat Xavier mengucapkan kata permohonan dan berjanji akan menjaga Nesa.

__ADS_1


"tante, saya Xavier calon suami Nesa... saya mau minta izin untuk mempersunting putrimu dan saya berjanji akan menjaga Nesa dengan sepenuh hati saya! terimakasih tante sudah melahirkan anak seperti Nesa, " ujar Xavier sambil mengelus batu nisan.


setelah selesai meminta restu dan juga berdoa mereka bergegas untuk pulang karena hari semakin mendung, sebenarnya Nesa tidak tega jika harus meninggalkan makam ia masih ingin berlama-lama namun karena cuaca tidak mendukung ia harus kembali dengan perasaan masih campur aduk.


"ayok sudah mau turun hujan, " ajak Xavier dan menuntun Nesa keluar dari pemakaman.


sesampainya di parkiran, Xavier langsung menyuruh Nesa untuk masuk dan ia juga masuk, lalu Xavier langsung menancapkan gas meninggalkan pemakaman dan tepat setelah beberapa menit meninggalkan pemakaman hujan turun dengan sangat derasnya.


"Hati-hati, jalanan tidak terlalu terlihat, " ucap Nesa menasehati Xavier.


"ya aku tahu, kamu tenang saja, " jawab Xavier sambil menenangkan Nesa.


Xavier melajukan mobil dengan perlahan-lahan, agar mengindari terjadinya kecelakaan nantinya dan bersyukur mereka sampai di rumah dengan selamat.


...PROMOSI BAB...



**Judul : Kembali Cantik Si Gadis Cacat


Napen : Emy


Alice pernah mengalami kecelakaan, hingga membuat sebagian wajahnya terluka.


Semenjak saat itu, dia harus menerima cacian dan hinaan dari semya orang. Bahkan sang kekasih pun akhirnya memutuskan hubungan secara sepihak karena wajah buruknya.


Namun diam-diam ada pria yang selalu membantu Alice. Bagaimanakah percintaan Alice selanjutnya? Apakah pria itu akan menampakkan diri dan membantu Alice mengubah takdirnya**?

__ADS_1


__ADS_2