Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Wanita pengganggu


__ADS_3

tanpa aba-aba, Aprilia langsung menarik lengan Xavier menjauh dari Nesa, Nesa sekarang mulai kehabisan kesabaran namun ia masih tahan lalu ia menyusul mereka berdua, sedangkan Xavier yang di tarik terus memberontak dan melepaskan pelukan tangan dari Aprilia dan langsung berlari menuju Nesa yang tertinggal jauh.


"Sebenarnya istri Xavier aku atau dia sih? " gumam Nesa kesal.


"abaikan saja dia sayang, dia memang seperti itu, " ujar Xavier setelah sampai di hadapan Nesa.


Nesa tidak menjawab ia memilih untuk menggandeng Xavier, sedangkan Aprilia sudah geram dan kesal karena Xavier lebih memilih Nesa dari pada dirinya yang menurut dirinya fia lebih cantik dari Nesa namun masih tetap kalah di mata Xavier.


Xavier dan Nesa melewati Aprilia begitu saja, dan mereka berjalan lebih dulu untuk menuju rumah makan terdekat karena perut mereka yang sudah minta di isi sejak tadi malah di ganggu oleh wanita aneh.


Aprilia tidak tinggal diam ia tetap mengikuti Xavier dan Nesa yang terus menerus memamerkan kemesraan mereka di hadapan nya, dengan sengaja Aprilia berjalan cepat dan menerobos mereka berdua dari tengah hingga membuat Nesa terjatuh.


tanpa rasa bersalah Aprilia menggandeng Xavier dan langsung mengajak Xavier untuk pergi, namun dengan cepat Xavier memberatkan diri agar tidak mudah di tarik oleh Aprilia, ia sudah muak dengan kelakuan Aprilia yang membuat bulan madunya kali ini bakal hancur.


tapi sebelum itu terjadi Xavier ingin mencegah, Xavier melepaskan lengan Aprilia yang melingkar di lengannya dan membantu Nesa untuk berdiri lalu menatap tajam ke arah Aprilia. Aprilia jelas sangat kesal karena Xavier memilih Nesa dengan sengaja Nesa yang baru saja berdiri langsung di dorong olehnya hingga terjatuh kembali dengan keras.

__ADS_1


"HEY, KARENA MU XAVIER JADI MENGABAIKAN KU! DASAR WANITA MURAHAN! " teriak Aprilia murka membuat beberapa wisatawan berdatangan.


Xavier yang mendengar makian Aprilia benar-benar emosi, ia membantu Nesa terlebih dahulu lalu memperingatkan Aprilia untuk tidak mengganggu mereka lagi.


"hay, apa kau bilang? Nesa murahan? apakah kau tidak mengaca sebelum mengganggu bulan madu kami?! wanita bodoh! kau dan dia berbeda jauh, ingat kau hanya teman lama dan tidak lebih sedangkan dia adalah istri ku! wanita sepesial yang ada di. hatiku! " ujar Xavier emosi.


"sudahlah biarkan saja, sebaiknya kita pergi saja, " ucap Nesa yang berada di belakang Xavier sambil menenangkan laki-laki itu.


"tidak bisa sayang, jika tidak di beri pelajaran wanita ini tidak akan tahu malu!


"sudahlah, dia itu hanya wanita murahan sejak dulu, bahkan ia rela naik di atas ranjang ku hanya demi aku membalas perasaannya, "


tanpa mereka ketahui, Aprilia sudah memegang sebuah batu yang cukup besar di tangannya, lalu ia kembali bersandiwara membuat Xavier sedikit bergeser dari hadapan Nesa membuat Aprilia memiliki kesempatan untuk melempar batu ke arah Nesa.


dan benar saja dalam hitungan ke tiga, Aprilia benar-benar melempar batu ke arah Nesa dan Xavier tidak sempat untuk melindungi Nesa hingga kepala Nesa terkena lemparan batu yang cukup keras dan membuatnya jatuh pingsan dengan keadaan berdarah dari kepalanya.

__ADS_1


"NESA! SAYANG BANGUN HEY? "


"KAU! CEPAT PANGGIL POLISI AKU MAU WANITA INI DI PENJARA! " teriak Xavier dan beberapa orang langsung memanggil polisi.


Aprilia yang melihat Nesa di dalam pelukan Xavier dengan keadaan berdarah tersenyum puas namun tiba-tiba ia sangat panik kala Xavier berteriak dan beberapa orang mengepungnya agar tidak bisa kabur hingga polisi sampai.


"TIDAK AKU TIDAK INGIN DI PENJARA! "


"sudahlah nona, kamu sudah berbuat salah bahkan mencelakai seseorang kamu harus menerima hukuman mu, " ujar salah satu warga.


sedangkan Xavier langsung mengangkat tubuh Nesa dengan di bantu beberapa polisi yang baru tiba untuk di bawa ke rumah sakit, sedangkan aprilia yang di bawa oleh polisi terus memberontak dan berteriak.


namun karena Xavier sudah benar-benar marah ia tidak memperdulikan sekitar yang sekarang ia perdulikan hanya keselamatan istrinya, sesampainya di dalam ambulan suster yang berjaga langsung membersihkan kepala Nesa terlebih dahulu yang di penuhi oleh darah.


selama pemeriksaan oleh suster, Xavier terus duduk di samping Nesa sambil memegangi tangan Nesa yang mulai memucat karena terlalu banyak darah yang keluar dari bekas luka batu yang terbuka.

__ADS_1


"bertahan lah sayang, sebentar lagi kita sampai! '


__ADS_2