Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Berita Palsu


__ADS_3

prakkk


Xavier membanting handphone Nesa hingga tidak berbentuk karena emosi, Nesa yang melihat handphone-nya di banting hingga tidak terbentuk itu langsung emosi ingin memarahi Xavier namun melihat kemarahan Xavier yang lebih dominan sekarang ia menjadi diam menciut.


"****... mereka bermain-main dengan ku rupa-nya! " ucap Xavier menahan emosi karena ia sadar masih ada Nesa di samping-nya.


"bi-bisakah kamu tenang? " tanya Nesa sedikit takut dengan sifat Xavier yang tiba-tiba mengerikan.


Xavier tidak memperdulikan ucapan Nesa, ia segera mengambil handphone-nya dengan terburu-buru dan segera mencari kontak seorang dan menelpon-nya. Xavier mundar-mandir di dalam ruangan-nya.


kenapa Xavier sangat emosi? padahal berita itu tentang Nesa, Nesa yang di tuduh karena sebagai perusak hubungan Xavier dengan Jessica yang kebenarannya mereka bertiga sudah tahu bukan?


"cepat ke rumah ku sekarang! " ucap Xavier ketika sambung an telpon tersambung dan langsung di matikan setelah mengatakan itu.


Xavier menatap Nesa lembut tatapan-nya berubah kala melihat wajah ketakutan Nesa, Xavier berjalan menghampiri Nesa yang tertunduk dan langsung membawa Nesa kedalam pelukan-nya mencoba memberi tahu jika ia tidak akan menyakiti-nya.


"sekarang ikut aku, " ucap Xavier tak terbantahkan.


Nesa hanya mengangguk dan mengikuti langkah Xavier yang membawa-nya pergi dari perusahaan besar itu. Xavier mengendarai mobil-nya dengan kecepatan sedang karena ia masih sadar jika ia membawa seseorang yang spesial jika sendiri mungkin ia sudah ugal-ugalan di jalan.


Nesa diam belum berani berbicara, sungguh Xavier benar-benar mengerikan jika sedang marah, wajah yang menyebalkan tiba-tiba berubah menjadi datar namun masih tampan membuat nyali Nesa ciut.


"kenapa kamu sangat marah? itukan berita tentang ku, " tanya Nesa setelah mengumpulkan keberanian.


Xavier hanya diam saja, ia juga bingung kenapa ia bisa se emosi dan semarah ini? apakah ia benar-benar sudah jatuh kepada Nesa? atau ini hanya kekhawatiran yang berlebihan atau rasa kasihan saja? entah lah Xavier hannya mengikuti kata hati saja.


Nesa yang tidak mendapat jawab memilih untuk diam dan mengikuti Xavier kemana ia akan di bawa dari pada menambah masalah dan membuat singa jantan itu semakin marah lebih baik diam bukan? tidak lama kemudian mereka mulai memasuki kawasan Mansion yang sangat mewah.


Nesa terkesip melihat Mansion mewah itu, Mansion siapa itu? tentu saja itu Mansion pribadi milik Xavier. jarak dari gerbang utama menuju pintu rumah cukup berjarak mungkin kalau jalan kaki hingga memakan waktu 15 menit baru sampai.

__ADS_1



setelah sampai di depan pintu Mansion Xavier turun terlebih dahulu, lalu ia membukakan pintu untuk Nesa. sudah ada para penjaga juga pelayanan yang berjejer rapih menyambut kedatangan sang tuan.


Xavier berjalan melewati mereka dengan tatapan datar juga tajam dan menggenggam erat tangan mungil Nesa, sedangkan Nesa berjalan sambil memberikan senyum kikuk karena di perlakuan seperti itu.


para pelayanan menunduk hormat kepada sang tuan dan mempersilahkan masuk sang tuan, Xavier membawa Nesa ke kamar-nya yang berada di lantai 3 mereka menuju lantai tiga menggunakan lift, sungguh seberapa kayak sebenarnya Xavier? tak henti-henti nya Nesa mengaggumi Mansion milik Xavier yang mewah ini.


bahkan mewah-nya mengalahkan Mansion kedua orang tua Xavier. Xavier menggandeng tangan Nesa sampai di kamar-nya dan menyuruh Nesa untuk tetap di kamar-nya sampai ia kembali setelah mengurus berita palsu tentang Nesa yang menjadi perusak hubungan-nya dan itu langsung menjadi tranding topik siang ini.


"kamu tunggu di sini, dan jangan keluar sebelum aku datang, " ucap Xavier tanpa mau di bantah.


"tapi ini hany-


" ini sudah kelewatan Nesa, biar aku yang mengurus-nya, " potong Xavier cepat.


dan akhirnya Nesa hanya bisa pasrah dan mengangguk, Xavier yang melihat gadis-nya mengangguk tersenyum lalu ia mendarat kan satu kecupan di kening Nesa dan meninggalkan Nesa di kamar luas tersebut.



Nesa lebih memilih duduk di sofa dan menyalahkan televisi yang tersedia di kamar Xavier, sambil menunggu sang pemilik kamar kembali agar ia juga tidak mati kebosanan di kamar luas milik Xavier ini.


...****************...


"kamu serius? " tanya Daniel tidak percaya dengan apa yang ia baca.


"apakah aku sedang bercanda? " tanya Xavier menatap datar kepada Daniel.


"lalu kamu ingin aku apa? " tanya Daniel yang kembali serius.

__ADS_1


"hapus semua berita itu dan bersihkan nama baik wanita ku, " ucap Xavier tegas.


"baik... lalu dengan keluarga itu? " jawab Daniel dan di akhiri pertanyaan.


"nanti saja, aku akan lihat seberapa berani mereka melangkah, " ucap Xavier sambil tersenyum penuh arti.


"baiklah akan aku kerjakan dengan cepat, oh ya apa kamu sudah tahu tentang latar belakang gadis mu? " tanya Daniel.


"sudah, " jawab Xavier singkat.


lalu mereka terdiam dengan pikiran mereka masing-masing, Xavier yang memikirkan bagaimana cara untuk membalas perbuatan keluarga Nesa dan membayangkan ekspresi mereka yang meminta ampun dan berlutut kepada-nya.


"aku rasa kamu harus mengurus Jessica terlebih dahulu, dari pada hubungan mu dengan gadismu itu terancam bukan? kamu tahu Jessica itu nekat, " ucap Daniel memberi usul.


"ah benar juga, apa hukuman yang cocok untuk nya? ah tapi nanti saja, jika dia berani melukai gadisku aku akan melakukan apa yang ia lakukan kepada gadis ku, " ucap Xavier tersenyum miring.


Daniel yang melihat senyum itu yang jarang sekali Xavier perlihatkan membuat bulu kuduk-nya berdiri karena merinding, keluarga Ardiansyah kamu bermain dengan orang yang salah.


"sudah tidak ada lagi, aku pulang kalau begitu, " pamit Daniel.


Xavier hanya mengangguk, lalu Daniel meninggalkan Xavier di ruang kerja pribadi-nya sendiri. Xavier masih memikirkan cara agar orang-orang itu diam dan tidak mengganggu ketenangan gadis-nya.


dan ya ia menunggu permainan apa yang akan di lakukan Jessica kepada-nya atau bahkan kepada Nesa. setelah selesai bergelut dengan fikiran-nya Xavier berjalan meninggalkan ruang kerja-nya dan menuju ke kamar nya di mana ada sangat gadis yang menunggu-nya.


Xavier berjalan dengan santai menuju kamar seakan-akan tidak terjadi apa-apa, padahal tadi ia sempat marah dan sisi iblisnya hampir keluar namun masih bisa di tahan. ya jangan bermain-main dengan Xavier jika tidak mau membangun kan singa yang sedang tidur.


Xavier membuka pintu kamar-nya dan masuk kedalam, pemandangan yang pertama kali ia lihat Nesa yang tengah menonton televisi dengan serius membuat ide jahil tinggal di otak cerdik Xavier.


karena saking fokus-nya dengan film yang di putar, Nesa tidak menyadari kedatangan Xavier yang sudah berdiri tepat di belakang tubuh-nya. Xavier tiba-tiba memeluk Nesa dari belakang membuat Nesa terkejut bukan main dan membisikkan sesuatu membuat Nesa langsung berdiri.

__ADS_1


"sepertinya bermain sebentar tidak apa-apa kan sayang,?" bisik Xavier dan menjilat belakang telinga Nesa.


__ADS_2