
sehabis mengobrol dengan bunda, Nesa langsung kembali ke kamar dan sekarang ia tengah merecoki Xavier yang tengah kerja dengan menelepon laki-laki itu dan mengajak video call dengan alasan Nesa merindukan laki-laki itu.
"sayang, aku matiin ya? sebentar lagi ada rapat sayang, " ujar Xavier mencoba memberi pengertian kepada Nesa.
"humm, lama tidak? " tanya Nesa.
"lumayan, soalnya tentang orang yang hampir membuat perusahaan bangkrut dan juga mau merombak ulang sistem agar tidak di bobol orang lagi, paling tidak memakan waktu hingga 2 sampai 3 jam, " jelas Xavier.
"lama sekali, ya sudah matikan saja... oh ya aku izin ingin ke rumah ayah ya? "
"baiklah, Hati-hati nanti di antar oleh supir aku tidak mau kamu pergi sendirian, "
"baiklah, sampai jumpa, "
tut
setelah Nesa mematikan sambungan telepon, Nesa beralih menelepon Shafira sudah lama ia tidak menghubungi wanita itu dan juga kemarin ia ingin bertemu dengan Shafira namun wanita itu tengah sibuk jadi di batalkan dan sekarang Nesa memilih untuk menelepon wanita itu sebentar untuk memberi tahu kabar bahagia ini.
Nesa menunggu hingga telepon di angkat, dua kali panggilan belum juga di angkat oleh wanita itu mungkin sedang sibuk, akhirnya Nesa memilih untuk tidak mengganggu lagi dan merebahkan diri di atas ranjang sambil memikirkan apa yang akan ia bawa untuk sang ayah.
baru juga memikirkan tentang barang yang akan ia bawa, handphone nya kembali berdering menandakan ada yang menelepon, Nesa langsung bangkit dan melihat siapa yang menelepon nya dan ternyata Shafira yang menelepon dirinya balik.
__ADS_1
"halo Nesa, maafkan aku tidak mengangkat telepon mu, tadi habis dari toilet, " ujar Shafira setelah telepon tersambung.
"tidak apa-apa, bagaimana kabar mu? oh ya maaf baru sempat mengabari mu, "
"ah aku baik, tidak masalah asal kamu bahagia aku juga ikut bahagia, jadi ada apa kamu menelepon ku? "
"aku ada kabar bahagia untuk mu, aku hamil! "
"what? seriously? akhirnya aku akan mendapatkan keponakan, kapan-kapan kita bertemu Oke? "
"iya baiklah, aku rasa kamu sibuk aku hanya memberi tahu itu, "
"baiklah terimakasih sudah memberi tahu, sampai jumpa, ".
setelah sambungan telepon terputus, Nesa bergegas untuk turun ke bawah dan mencari bunda untuk izin keluar sebentar dan juga izin untuk meminjam dapurnya sebentar.
setelah menemukan bunda Nesa langsung menghampiri bunda dan duduk di samping wanita paru baya yang masih terlihat sangat cantik meski usianya sudah tidak muda lagi.
"bunda, Nesa izin keluar mau ke rumah ayah dan juga Nesa pinjam dapurnya ya, " izin Nesa.
"astaga sayang, kenapa izin sama bunda? pakai saja dan apa kamu sudah meminta izin kepada Xavier? " tanya bunda.
__ADS_1
"sudah bunda, ya sudah Nesa izin ke dapur ya, "
"ya baiklah, Hati-hati dan jangan kecapekan saat di rumah ayah mu, "
"baiklah aku akan mengingat itu, "
lalu Nesa meninggalkan bunda di kolam renang sendiri dan langsung menuju dapur, sepertinya ia akan membuat brownies kesukaan sang ayah, sesampainya di dapur Nesa memakai celemek dan mulai mempersiapkan bahan-bahan nya.
dari gula, susu, tepung dan juga oven. setelah semuanya sudah selesai Nesa mulai meracik bahan-bahan itu, Nesa sudah biasa mambuat brownies, saat sang mama masih ada ia sering buat bersama sebelum keluarga mereka terpecah belah.
Nesa memasak dengan perasaan senang dan juga selalu berhati-hati, Nesa membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk menyelesaikan brownies nya, setelah brownies sudah matang ia membawa untuk sang ayah dan ia tinggalkan satu loyang untuk di makan bunda atau dirinya.
setelah membungkus brownies, Nesa segera kembali ke kamar dan mengganti pakaiannya. setelah selesai ia sekali lagi berpamitan kepada bunda dan meminta supir untuk mengantarkan dirinya menuju rumah lamanya.
selama perjalanan menuju rumah hanya ada keheningan, Nesa senantiasa tersenyum sambil memandang ke arah jalanan dan membayangkan seberapa bahagianya sang ayah saat mengetahui jika dirinya tengah mengandung cucu pertamanya.
"aku penasaran apa reaksi ayah saat tahu aku hamil? " gumam Nesa.
tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di rumah sang ayah, sekarang mobil yang di tumpangi oleh Nesa mulai memasuki kawasan rumah sang ayah. setelah berhenti tepat di depan pintu rumah Nesa turun dan menatap pintu besar itu sambil tersenyum.
****************************
__ADS_1
halo guyss, aku bawa rekomendasi lagi nih, jangan lupa mampir ya.