Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Kemarahan Jessica


__ADS_3

sesampai-nya di mansion besar milik Xavier, Nesa belum berani membuka suara ia masih takut akan kejadian tadi dan juga di tambah dengan wajah datar dan tatapan tajam dari Xavier membuat-nya semakin ketakutan.


"sudah jangan di ingat lagi, sebaiknya kamu istirahat biar aku saja yang mencari tahu siapa yang mencoba untuk menculik mu! " tegas Xavier dengan datar.


Nesa tidak mengangguk juga tidak menggeleng ia masih diam sambil menatap lurus ke arah lantai. Xavier yang menyadari ke terdiaman Nesa membuat Xavier tahu jika Nesa sedang di ke adaan ketakutan dan ia takut jika nanti Nesa menjadi trauma karena ini.


Xavier bangkit dari duduk-nya dan pindah dari di hadapan Nesa menjadi di samping Nesa lalu ia memeluk Nesa dengan erat menenangkan Nesa agar ia tidak ketakutan lagi... di dalam pelukan Xavier Nesa kembali menangis namun tidak separah tadi.


"sudah jangan menangis, kamu akan aman bersama ku tenanglah... sebaiknya kamu istirahat aku antar ke kamar ku, " ujar Xavier tidak mau di bantah.


Nesa hanya mengangguk dan menurut karena ia juga sudah lelah karena menangis terus menerus sejak tadi tanpa berhenti sekali pun. Xavier mengajak Nesa untuk ke kamar-nya, mereka menaiki lift yang berada di mansion Xavier agar cepat sampai di lantai 2.


setelah sampai di lantai 2, mereka berdua langsung menuju kamar Xavier yang tidak jauh dari lift. setelah sampai Nesa di suruh masuk dan beristirahat oleh Xavier... Xavier merasa khawatir melihat wajah Nesa yang sudah memucat itu.


"istirahat lah, aku tidak akan mengganggu sampai nanti makan malam tiba aku akan bangunkan kamu! " ujar Xavier.


"iya, " hanya jawaban itu yang bisa Nesa keluar kan.


Nesa masuk kedalam kamar Xavier dan merebahkan diri di kasur empuk itu tidak lama kemudian ia tertidur karena kelelahan menangis juga ketakutan yang berlebihan. Xavier yang melihat Nesa langsung tertidur pula menutup pintu kamar dan mengunci-nya dari luar agar tidak ada yang masuk kedalam kamar-nya sembarangan.


setelah itu Xavier berjalan meninggalkan kamar-nya dan menuju ruang pribadi-nya, ia menelpon Daniel untuk membantu mencari siapa dalang di balik percobaan penculikan yang untung-nya dapat di gagalkan oleh Xavier.


"cepat ke rumah ku sekarang! " perintah Xavier dan ia langsung menutup sambungan telepon secara sepihak.


Xavier mengepalkan tangan-nya dengan kuat hinga kuku-kuku di tangan-nya memutih, sungguh siapapun kamu... kamu sudah membangunkan singa yang tengah tertidur dan tunggu lah ke ajaiban apa yang bisa membantu mu.


Brakkk


"Siapa pun dirimu, jangan harap bisa lepas dari ku, kamu sudah berani melukai wanita ku.... jangan salahkan aku jika hidupmu tidak tenang! " gumam Xavier tersenyum jahat.

__ADS_1


tidak lama dari itu Daniel tiba di kediaman milik Xavier, ia langsung masuk dan langsung menuju ruangan Xavier. ia dengan cepat datang karena mendengar nada bicara sang bos yang tengah menahan emosi.


sesampai-nya di ruangan sang bos, dugaan-nya benar Xavier tengah menahan emosi namun apa yang sudah membuat singa jantan yang tengah tidur terbangun? Daniel benar-benar tidak masalah ini.


"ada apa? " tanya Daniel setelah duduk di hadapan Xavier.


"ada yang mencoba melukai Nesa, " jawab Xavier datar.


"WHAT? serius? siapa yang berani melakukan itu? " tanya Daniel bertubi-tubi.


"aku tidak tahu, tapi aku sudah yakin dengan orang itu namun aku ingin mencari tahu dulu siapa dalang di balik penculikan wanita ku... aku butuh bantuan mu! " jawab Xavier.


"baiklah, " jawab Daniel mantap.


...****************...


...Brakkk...


"ada yang melindungi-nya bos, " jawab orang itu tanpa ketakutan sama sekali.


"Apa kamu tidak bisa menghajar-nya hah? " tanya Jessica lagi dengan emosi yang menggebu-gebu.


"sudah twpi kekuatan ku tidak sebanding dengan orang itu, " jawab laki-laki itu.


"AKHHH, KAMU MEMANG TIDAK BECUS... BESOK AKU TIDAK MAU TAHU DIA HARUS ADA DI HADAPAN KU JUGA! " teriak Jessica murka.


laki-laki itu hanya mengangguk lalu segera meninggalkan tempat itu sebelum ia terkena amukan Bos-nya. Jessica gagal menculik Nesa dan ia bingung siapa yang sudah menolong Nesa... dan tiba-tiba ia teringat sesuatu.


"apa mungkin Xavier? " tanya Jessica entah pada siapa.

__ADS_1


"tidak, tidak Xavier masih mencintai ku Nesa itu hanya pelampiasan saja... aku yakin jika Xavier masih sangat mencintai ku! " ujar-nya lagi.


sumpah serapah terus Jessica lontarkan dan itu semua tertuju pada Nesa, sampai ia masih kesal ia terus membanting barang-barang yang berada di sekitar-nya hingga hancur lebur.


"Nesa kamu akan mati! lihat saja NANTI! " ucap Jessica dan terus menerus membanting barang.


"AKU TIDAK TERIMA JIKA KAMU BAHAGIA NESA... KAMU HARUS MATI SEPERTI IBU MU YANG ******* ITU! " teriak Jessica kesal.


Tiba-tiba mama Jessica memasuki ruangan pribadi sang anak yang sudah hancur lebur. ia bingung dengan Jessica kenapa bisa menjadi segila ini? mama Jessica menghampiri putri-nya dan langsung memeluk-nya.


"nak ada apa? " tanya mama Jessica.


"mama, kamu tahu Nesa sudah merebut Xavier dari ku! " jawab Jessica menuduh Nesa.


"APA? anak sialan itu? benar-benar anak tidak tahu di untung... dia dan ibu-nya sama-sama seorang ******* murahan, " ucap mama Jessica tersulit emosi.


Jessica senang saat ia bisa memprovokasi mama-nya agar bisa membantu-nya. ia tersenyum jahat ada rencana lain untuk menghancurkan Nesa dan mempermalukan Nesa. dengan bantuan sang mama ia pasti akan menang terlebih ayah sambung-nya juga sangat menyayangi-nya bahkan tidak tahu jika Nesa hanya mereka berdua tuduh agar keluar dari mansion ini.


"apa rencana kamu sayang? " tanya mama Jessica tertawa jahat.


"aku membutuhkan bantuan mama, bantu aku bicara pada ayah ya? " pinta Jessica manja.


"baiklah akan mama bicarakan dengan ayah oke? jangan sedih, ******* itu akan bernasib sama seperti ibu-nya, " jawab mama Jessica dengan jahat.


"ya sudah mama ke ayah dulu ya? " lanjut mama Jessica dan meninggalkan Jessica yang senang bukan main.


"kamu akan hancur Nesa, hahaha, " ujar Jessica dan tertawa dengan jahat.


Jessica kembali menata rencana baru, meski rencana penculikan masih ia jalankan tapi jika gagal lagi. ia sudah memiliki rencana b untuk menghancurkan Nesa sampai sehancur-hancur nya. kalau bisa sampai bunuh diri.

__ADS_1


"lihat saja, Xavier akan kembali ke pelukan ku! " gumam Jessica dan pergi melenggang meninggalkan ruangan-nya yang sudah hancur berantakan.


sebelum keluar ia merapihkan diri, dari rambut yang acak-acakan hingga pakaian-nya yang sedikit terangkan karena tadi melempar barang sembarangan.


__ADS_2