
sudah seminggu berlalu setelah Xavier pulang dari rumah sakit. akhir-akhir ini Nesa sering mengalami keram dan kontraksi ringan padahal usia kandungannya baru menginjak 8 bulan. karena sering kontraksi Nesa akhir-akhir ini juga sering jalan-jalan di sekitar mansion di temi Xavier dan hari ini Nesa tengah melakukan yoga di dalam air dan di awasi okeh sang ahli.
"astaga istriku sebentar lagi akan melahirkan haha, " ucap Xavier menertawakan Nesa yang mengomel sambil yoga.
"hey, sebaiknya kamu diam saja! " teriak Nesa kesal.
"baiklah baiklah, lanjutkan yogamu, " ucap Xavier terkekeh kecil.
Xavier terus mengawasi Nesa selama yoga dan juga ada ahli yoga yang sudah membantu Nesa sejak kandungan Nesa masih kecil hingga mau melahirkan seperti ini. Nesa fokus dengan yoga yang ia lakukan, setiap harinya yoga sehari 2 kali pagi dan sore sedangkan siang hari Nesa memilih untuk berjalan dari pada berdiam diri di ranjang.
setelah 30 menit melakukan yoga di dalam air, Nesa tidak mau naik dari kolam renang ia memilih untuk berenang. Xavier yang takut perut Nesa terbentur memilih untuk ikut menemani wanita itu berenang.
"jangan jauh-jauh dari ku! takutnya kamu tidak hati-hati dan terbentur, " ucap Xavier yang tengah membuka baju dan ikut terjun ke dalam air.
"ihh kenapa kamu buka baju sih? " tanya Nesa dan mendekat kearah Xavier.
"tidak enak berenang menggunakan baju, " ucap Xavier dan memeluk Nesa.
__ADS_1
Nesa hanya memberengut kesal, lalu melepaskan diri dari Xavier dan mulai berenang dengan pelan. begitu juga dengan Xavier ia berenang di sekitar Nesa untuk menjaga wanita itu.
"mau sampai jam berapa berenang? hmm, " tanya Xavier dan memeluk Nesa dari belakang.
"nanti dulu, aku masih mau berenang, " jawab Nesa dan melepaskan pelukan Xavier.
Xavier hanya menggeleng ia membiarkan Nesa berenang 30 menit lagi, setelah itu ia memaksa Nesa untuk naik jika tidak Nesa bisa masuk angin kelamaan berenang. Xavier ikut berenang karena sudah lama ia tidak berenang namun pandangan nya tetap tidak lepas dari Nesa.
sudah hampir 30 menit berlalu dan Nesa masih betah berenang. karena sudah waktunya naik Xavier mengajak Nesa untuk naik namun di tolak oleh wanita itu alasannya masih ingin berenang belum mau naik ke atas.
"naik sekarang! atau aku marah, " tegas Xavier kala Nesa terus menolak.
"ck, terserah! jangan salahin aku kalau tidak datang saat kamu sakit perut nanti, " ancam Xavier bercanda.
lalu karena Nesa belum juga naik, Xavier memilih untuk meninggalkan wanita itu sendiri tapi baru beberapa langkah Xavier sudah di panggil oleh Nesa untuk membantu wanita itu naik ke atas. Nesa lebih memilih menurut dari pada saat dia sakit perut nanti Xavier malah mendiamkannya.
"sayang, tolong, " ucap Nesa menengadahkan tangannya.
__ADS_1
Xavier memutar badannya dan menghela napas, sungguh jika ia tidak melakukan itu Nesa tidak akan mendengarkan nya, Xavier mendekati Nesa dan membantu Nesa untuk naik ke daratan lalu memberikan handuk kepada wanita itu.
"mandi habis ini kita makan, " ucap Xavier yang di angguki oleh Nesa.
mereka berdua kembali ke dalam kamar dan manfaat bersama, hanya mandi tidak lebih. setelah selesai mereka berdua bersiap untuk makan siang, bunda dan ayah sedang tidak ada karena sedang liburan keluar kota mungkin nanti malam baru akan pulang.
Xavier menuntun Nesa menuju ruang makan. setelah sampai mereka berdua surat di suguhi makanan di atas meja. setelah itu mereka berdua mulai memakan makanan yang ada di hadapan mereka.
tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka menyelesaikan makannya, sekarang mereka tengah bersantai di ruang televisi sambil mengobrol.
"huh, Shafira tidak ada kabar sama sekali, " kesal Nesa sambil melihat handphone nya.
"biarkan saja, mungkin sedang asik bersama kekasihnya... perut kamu gimana sakit lagi atau tidak? " ucap Xavier dan mengalihkan perhatian Nesa.
"tidak, perutku masih baik-baik saja hanya saja aku sedikit bosan, " jawab Nesa dengan jujur.
"mau istirahat saja di kamar? " tanya Xavier.
__ADS_1
meski ia tahu Nesa tengah bosan bukan berarti ia akan mengajak Nesa melakukan hal yang bisa membahayakan kandungan nya, meski ada yang tidak berbahaya tapi dengan kondisi Nesa yang hamil besar membuat Xavier sedikit takut terjadi apa-apa kepada wanita itu.
Nesa hanya mengangguk saja. lalu Xavier membantu Nesa untuk kembali ke kamar dan istirahat, ia juga merasa sedikit mengantuk jadinya mengajak wanita itu untuk istirahat.