Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Program kehamilan


__ADS_3

Sore mulai menyapa dan Nesa tengah memasak makan malam mereka, sedangkan Xavier sudah asik dengan PS nya, bukannya berinisiatif untuk mandi Xavier malah bermain game. setelah selesai masak makan malam pun nesa kembali ke kamar dan bersiap untuk mandi.


sebelum mandi tidak lupa ia menyiapkan pakaian untuknya dan untuk Xavier, setelah itu ia memasuki kamar mandi dan mulai melucuti semua pakaian. lalu ia masuk kedalam ruang shower dan mulai menyalakan shower.


Nesa membiarkan rambutnya basah memang niat awalnya ia akan keramas dan juga ia masih bingung kenapa sampai tanggal sekarang ia belum juga datang bulan tanpa Nesa sadari Xavier sudah masuk kedalam kamar mandi saat Nesa melucuti pakaian nya sendiri.


lalu saat Nesa sudah masuk ke ruang shower Xavier mulai melucuti semua pakaiannya dan masuk kedalam ruang shower dan langsung memeluk Nesa membuat Nesa terkejut namun tidak Xavier pedulikan, ia memeluk Nesa sambil meraba-raba bagian atas Nesa.


"Xavier, sedang apa kamu? " tanya Nesa terkejut juga kesal.


"tentu saja mandi sayang dan juga... "


"juga apa? " tanya Nesa ngegas.


"Program kehamilan sayang, ini sudah hampir mendekati tanggal datang bulan mu, dan sekarang waktu yang tepat karena kamu sedang sangat subur, "


"tapi Xavier, akhh, "


tanpa memperdulikan Nesa, Xavier mengangkat sebelah kaki Nesa dan langsung memasukkan miliknya, setelah semuanya masuk Xavier dengan perlahan-lahan menggerakkan miliknya membuat Nesa mengeluarkan desah***an kenikmatan.


Xavier terus memompa Nesa dari lambat menjadi cepat, Nesa berpegangan pada Closed agar selama Xavier memompa nya dari belakang dengan posisi berdiri, Xavier mempercepat lajunya hingga nesa keluar pertama kali.


lalu Xavier menarik Nesa dan melepaskan genggaman nya pada kaki Nesa dan mendorong Nesa hingga menempel ke tembok kaca ruang shower, sambil terus memompa Xavier menari kedua tangan Nesa untuk di pegang tangan kanannya.


sedangkan tangan kirinya memegang rambut basah Nesa dan sesekali menampar bagian kenyal milik Nesa membuat mereka sama-sama mengerang ke enakan, 30 menit mereka melakukan itu dan sekarang sudah berganti posisi lagi.


Xavier duduk di Closed dan Nesa duduk di atas Xavier untuk memimpin jalannya permainan, Nesa menaik turunkan pinggulnya perlahan-lahan dan di bantu oleh Xavier. Xavier sesekali mencium dan menggigit leher Nesa hingga meninggalkan banyak bekas kepemilikannya.


mereka terus melakukan itu hingga Xavier orgasmenya dan menghentikan permainan, namun Xavier tidak langsung mencabut miliknya membiarkan bibit-bibit anaknya berenang masuk kedalam rahim Nesa sedangkan Nesa menyenderkan kepalanya di dada bidang Xavier dengan keadaan kelelahan.


"sekarang mandi ya, habis itu kita makan dan bahas program kehamilan, " ujar Xavier dan menurunkan Nesa.

__ADS_1


Nesa hanya mengangguk karena kakinya yang sangat pegal, ia hanya bisa di mandikan oleh Xavier yang beruntung Xavier mau memandikan nya, ya pasti sudah jelas mau toh tubuh istrinya sangat molek dan menggugah seleranya.


mereka kali ini benar-benar mandi tidak melakukan apapun, setelah selesai mandi Xavier menggendong Nesa keluar kamar mandi, setelah itu mereka sama-sama memakai pakaian mereka masing-masing. Nesa masih terlihat lemas karena gempuran dadakan dari Xavier tanpa pemanasan.


"masih pegal? " tanya Xavier sambil memegang kaki Nesa.


"ya sedikit, " jawab Nesa sambil memegang kakinya juga.


"aku gendong saja ya? , "


"tidak usah, aku bisa jalan sendiri kok, "


"kamu yakin? "


Nesa mengangguk meyakinkan Xavier, Xavier hanya menghela napa saja, lalu mereka berdua turun ke lantai satu dan langsung menuju dapur bersama sambil Xavier memapah Nesa yang jalannya pelan karena pegal di kakinya.


sesampainya di dapat, Xavier langsung mendudukkan Nesa di kursi sampingnya lalu ia juga ikut duduk, dan seperti biasa Nesa mengambil kan nasi dan laku pakunya kedalam piring Xavier terlebih dahulu baru ia mengambil untuk dirinya sendiri.


"mau di suapin? " tawar Xavier.


lalu mereka berdua makan saling suap-suapan, mereka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk makan malam, namun karena kelelahan tadi bermain dadakan dan perut yang sangat kenyang Nesa sudah mengantuk sedangkan Xavier yang melihat itu hanya menggeleng saja.


"hey, aku mau kita ikut program hamil, apa kamu sudah siap? " tanya Xavier setelah lama diam.


Nesa yang mendengar pertanyaan itu tersenyum ia melihat ke arah Xavier dan mengangguk, tentu saja ia setuju karena sebentar lagi Xavier akan kembali bekerja dan mungkin ia tidak di perbolehkan bekerja lagi, dengan ia hamil dan memiliki bayi ia akan ada kesibukan selama Xavier tidak ada di samping nya.


"tentu saja, siapa yang tidak mau memiliki anak sayang? " jawab Nesa sambil tersenyum.


"baiklah, agar program kehamilan lebih efektif aku akan menghubungi temanku, "


"baiklah, "

__ADS_1


lalu Xavier mengeluarkan handphone dan menghubungi seorang temannya yang memang bekerja sebagai dokter kandungan, cukup lama mereka menunggu sampai panggilan di angkat hingga deringan ke 6 panggilan baru di angkat oleh orang yang di telepon.


"halo, ada apa ka.u menghubungi ku? kamu tahu aku sedang sibuk, " ujar orang yang di telepon


"sibuk? sibuk apa? " tanya Xavier tanpa ekspresi.


"tentu saja menjaga putraku, "


"oh baiklah, aku tidak akan berbasa-basi lagi, aku ingin melakukan program kehamilan dan langkah apa saja yang harus kami lakukan? " tanya Xavier to the point.


"oh baiklah, aku jelaskan, "


lalu dokter kandungan itu menjelaskan semua jalannya program kehamilan, Xavier dan Nesa mendengarkan dengan seksama hingga mereka sama-sama mengerti, setelah semuanya di jelaskan dan Xavier serta Nesa sudah mengerti step by step nya mereka mematikan sambungan telepon.


"ya sudah karena sudah tahu, dan hari sudah larut mari kita tidur, "


"humm baiklah aku juga sudah sangat mengantuk.


****************


hay author bawa rekomendasi lagi nih, di jamin bagus jangan lupa mampir ya.



Judul :Makmum Pilihan Michael Emerson


Penulis :SkySal


Zenwa Fahira tidak tahu harus berbuat apa ketika Micheal Emerson datang melamarnya sementara semua orang mengira Micheal memiliki hubungan dengan Arini Kamilia, yang tak lain adalah kakak Zenwa.


Namun Arini meyakinkan bahwa ia tak memiliki hubungan apapun dengan Micheal walaupun sebenernya Arini dan Micheal saling mencintai.

__ADS_1


Blurb


Setelah desakan dari seluruh keluarganya, Zenwa menerima lamaran Micheal dan pernikahan pun terjadi. Namun di malam pernikahan, sebuah rahasia besar terbongkar yang membuat hati Zenwa hancur.


__ADS_2