Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Tidur Berempat


__ADS_3

"bunda ayolah, ini malam pertama ku dengan Nesa jangan mengganggu, " ucap Xavier lagi masih membujuk sang bunda untuk keluar dari kamar nya.


"malam pertama bisa lain kali saja, toh kalian juga sudah sering tidur berdua, " jawab bunda tanpa memperdulikan Xavier.


Xavier sungguh frustasi dengan sang bunda yang sangat sulit untuk di rayu atau di bujuk, bukan karena apa Xavier melakukan itu hanya saja, ia sangat risih jika ada orang yang mengganggu waktunya.


lalu dengan kesal Xavier menarik Nesa yang sedang mengobrol dengan bunda dan membawa ke balkon kamar untuk membicarakan hal ini. sedangkan bunda dan ayah hanya terkekeh kala melihat Xavier kesal dan mereka bertos ria.


"haha, ide bunda bisa saja... ayah suka, " ucap ayah sambil terkekeh.


"tentu saja bunda gitu loh, " jawab bunda juga terkekeh.


mereka berdua masih tertawa kecil melihat tingkah Xavier yang sudah sangat jarang mereka lihat. setelah itu mereka berdua bermesraan di atas ranjang besar milik Xavier tanpa memperdulikan pemilik kamar yang tengah kesal.


sedangkan di sisi lain Xavier tengah merajuk sambil memeluk Nesa. sungguh malam yang akan ia lewati dengan indah malah di ganggu oleh kedua orang tuanya. sedangkan Nesa hanya bisa menggeleng dan tidak habis pikir juga dengan apa yang di lakukan mertuanya itu.


"ihh, bunda sama ayah malah bermesraan di atas ranjang bukan nya keluar! " kesal Xavier sambil sesekali melihat ke arah dalam kamar.


"sudahlah biarkan, malam ini saja kita tidur berempat toh besok pagi kita langsung berangkat bukan? " ucap Nesa dengan bijak.


"tumben kamu bijak, " celetuk Xavier membuat senyum Nesa memudar dan mendorong Xavier melepaskan pelukan mereka.

__ADS_1


"ck, sana jangan dekat-dekat, " ucap Nesa kesal.


"iss, maaf habisnya aku kan jarang mendengar mu sebijak ini, " jawab Xavier jujur dan mencoba untuk memeluk Nesa lagi.


"terserah kamu saja, " ucap Nesa pasrah.


dan akhirnya mereka menikmati malam hingga tengah malam di teras balkon tanpa memperdulikan kemesraan kedua paru baya yang ada di atas ranjang besar milik Xavier hingga bunda memanggil mereka baru mereka masuk.


"sudahlah bunda juga sudah lama tidak tidur dengan mu, " ucap bunda sambil menyamankan diri di atas ranjang.


"bunda aku sudah besar kamu tahu itu kan? " ucap Xavier dengan kesal.


"tentu saja aku tahu, kamu pikir aku ini sudah pikun? " ujar bunda menohok.


"ya sudah sekarang tidur jangan ada penolakan lagi! " tegas bunda.


akhirnya Xavier mengalah dan mau tidur dengan ayah dan bunda nya, ayah sejak tadi diam bukan tidak mau melarang hanya saja ini momen yang sangat jarang setelah kejadian di mana Xavier di khianati oleh kekasihnya dulu.


posisi tidur mereka, bunda dan Nesa berada di tengah-tengah sedangkan Xavier dan ayah berada di pinggir menjaga agar kedua wanita itu tidak terjatuh nantinya. ayah yang memeluk bunda begitu juga bunda dan Xavier yang di peluk Nesa menaruh wajah di depan dada Nesa dan mulai terlelap.


sedangkan Nesa memang belum mengantuk hanya kelelahan berdiri, terus mengelus rambut lebat milik Xavier dan sesekali menciumnya hingga laki-laki itu tertidur dengan pulas baru ia menyusul untuk ikut tidur dan memasuki alam bawah sadarnya mengikuti yang lain.

__ADS_1


...****************...


matahari sudah menyapa dunia dengan sinar hangat nya, Nesa, bunda dan ayah sudah bangun terlebih dahulu dan membiarkan Xavier tidur. bunda dan ayah sudah pamit untuk ke kamar mereka sedangkan Nesa memutuskan untuk mandi dan prepare barang-barang yang akan di bawa untuk hanymoon.


di dalam kamar mandi Nesa menanggalkan pakaiannya dan langsung mandi karena hari masih dingin ia memilih menggunakan air hangat, tidak membutuhkan waktu yang lama Nesa sudah selesai mandi saat ia keluar dari kamar mandi ia melihat Xavier sudah bangun dengan keadaan rambut yang acak-acakan.


"morning sayang, " sapa Nesa sambil mengecup singkat pipi Xavier.


sedangkan Xavier hanya diam saja karena masih mengumpulkan nyawa, Nesa hanya menggeleng melihat itu lalu ia memilih untuk memakai pakaian dan segera membereskan barang yang akan di bawa sedangkan Xavier hanya memperhatikan dengan wajah bantalnya.


selesai mengganti pakaian Nesa mengambil w koper yang cukup besar dan mengisi dengan pakaian nya dan pakaian Xavier tidak lupa ia membawa alat mandi dan sabunnya. meski nanti di hotel akan ada perlengkapan ia kurang nyaman jika memakai barang dari hotel.


Nesa keluar dari ruang pakaian dan melihat Xavier yang masih terduduk di atas kasur. ia menghampiri Xavier dan menyuruh laki-laki itu mandi dan segera mandi karena pesawat mereka akan lepas landas pukul 08.15 dan sekarang sudah hampir setengah tujuh.


"mandi sana sayang, abis itu kita sarapan, " ucap Nesa menyuruh Xavier dengan lembut.


"semuanya udah selesai? " tanya Xavier sebelum masuk kedalam kamar mandi.


Nesa hanya menjawab dengan anggukan dan setelah itu Xavier masuk kedalam kamar mandi.


...PROMOSI BAB...

__ADS_1



Akibat dari cinta satu malam, membuat Vie harus merelakan masa mudanya. Setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Vie juga diusir oleh ayahnya sendiri karena Vie telah mencoreng nama baik keluarga. Lima tahun berlalu, kehidupan pahit Vie kini telah terobati dengan hadirnya sosok Arga, bocah kecil tampan yang sedang aktif berbicara meskipun kini tak tahu dimana keberadaan ayahnya. Namun, siapa yang menyangka jika selama ini Vie bekerja di perusahaan milik keluarga kekasihnya. Hal itu baru Vie ketahui saat kekasihnya mulai mengambil alih perusahaan. Masih adakah rasa yang tertinggal untuk sepasang kekasih di masa lalu ini? Mari kita ikuti kisahnya 😊


__ADS_2