Mr. AROGANT

Mr. AROGANT
Pemutusan perjanjian dan memulai dari awal


__ADS_3

Matahari menyinari pagi ini dengan hangat, sinar-nya mengenai dia orang yang tengah berdiam diri di tepi kolam renang. sejak mereka bertemu belum ada di antara Nesa dan Xavier yang ingin mengeluarkan suara mereka, Nesa asik dengan air dan mencelupkan kaki-nya kedalam kolam.


sedangkan Xavier menatap Nesa dalam sambil memikirkan kalimat apa yang akan ia keluar kan nanti, jangan sampai saat ia berbicara dengan Nesa ia salah mengatakan sesuatu atau salah kalimat yang seharusnya tidak ia ucap kan.


"jadi bagaimana ini? " tanya Nesa membuka pembicaraan sambil memainkan air.


"hah... jika Bunda sudah memutuskan sesuatu sulit untuk kita keluar dari rencana Bunda, " jawab Xavier menghela nafas.


"lalu apa kita harus memberi tahu semua ini? " tanya Nesa lagi dan sekarang ia menatap serius kepada Xavier.


Xavier yang mendengar itu menggeleng menolak keras, bisa-bisa penyakit jantung bunda-nya bisa kambuh jika di beri tahu tentang hubungan mereka yang hanya pura-pura dan ya, mereka baru memiliki hubungan belum lama bahkan baru 2 minggu.


"jangan hanya menggeleng saja, beri sedikit solusi kek, " ucap Nesa datar.


Xavier menghela nafas gusar, ia menatap lekat manik mata Nesa. seperti-nya sudah saat-nya ia mengungkapkan perasaan-nya yang sebenarnya semoga saja Nesa juga merasakan apa yang ia rasakan akhir-akhir ini.


"aku ingin memutuskan perjanjian ini, cukup sampai di sini kita bersama dalam pura-pura, " ujar Xavier datar.


deg


jantung Nesa berdetak 2 kali lebih cepat, apa maksud dari ucapan Xavier? apakah ia akan di usir dan tidak dapat bertemu dengan-nya lagi? pemikiran-pemikiran negatif terus bermunculan di dalam otak kecil Nesa. namun ucapan Xavier selanjutnya membuat Nesa tidak bisa berkata-kata lagi.


"aku ingin membangun hubungan resmi bukan pura-pura, so mulai sekarang aku putuskan perjanjian konyol itu dan kita memulai hubungan baru sebagai sepasang kekasih halayak-nya , " jelas Xavier mantap.


"sungguh entah sejak kapan perasaan ini singgah di hatiku, aku selalu ingin berdekatan dengan mu ketika kamu jauh dan aku selalu ingin melindungi mu dari orang-orang jahat termaksud keluarga mu dan niat jahat Jessica... yang jelas yang ku rasakan sekarang aku tidak mau kehilangan mu sampai kapan pun dan aku mengetahui itu jika aku mulai jatuh dalam pesona mu, aku mencintaimu Nesa, " lanjut Xavier panjang lebar.

__ADS_1


"ap-apa kamu serius? " tanya Nesa dengan mata yang berkaca-kaca.


Xavier mengangguk dengan mantap atas ucapan-nya, ia menatap lurus kepada Nesa yang tengah menitik kan air mata-nya. entah apa yang Xavier pikir kan wajahnya sudah terlihat lesu melihat ekspresi Nesa saat ini.


"kenapa? apa kamu tidak mencintai ku? " tanya Xavier sedikit bergetar.


Nesa menggeleng tanpa bicara sepatah kata pun, ia langsung memeluk Xavier dengan erat. Xavier yang di peluk secara tiba-tiba membuat pikiran-nya blank. apakah Nesa juga mencintai-nya atau ini salam perpisahan? pertanyaan demi pertanyaan bermunculan dalam benak Xavier.


"aku fikir cinta ku hanya bertepuk sebelah tangan, " ucap Nesa setelah melepaskan pelukan-nya.


"tunggu? jadi... aku kamu? "


"yah aku juga mencintai mu, entah sejak kapan perasaan ini datang... sejujurnya aku berusaha untuk tidak jatuh kepada mu namun perasaan ku tidak bisa di bohongin aku mencintaimu Xavier, " sela Nesa sebelum Xavier menyelesaikan ucapan-nya.


Xavier mendengar itu senang bukan main, ia langsung memeluk Nesa dengan sangat erat seakan-akan Nesa akan pergi dari-nya dan meninggalkan-nya untuk selamanya. dan kegiatan pelukan mereka tidak luput dari penglihatan kedua orang tua Xavier yang tengah berada di rumah.


Nesa mengangguk dan tersenyum tulus menjawab keraguan Xavier, Xavier yang melihat itu benar-benar senang. sungguh sudah lama ia tidak merasakan cinta dalam diri-nya dan sekarang ia kembali merasakan cinta dan cinta-nya tidak bertepuk sebelah tangan.


saat sedang asik-asik nya berpelukan, bunda dan ayah Xavier menghampiri mereka dan membuat pelukan mereka berdua terlepas. Xavier dan Nesa menunduk malu karena ke tahuan oleh ayah dan bunda.


"kayaknya seneng banget, ada apa ini? sampai berpelukan seperti ini? " tanya bunda Xavier sambil menaik turunkan alis-nya menggoda mereka berdua.


"an-anu cuma soal liburan aja kok, " jawab Xavier alasan sambil melihat ke arah lain.


"ouh, kalian mau liburan? masa tidak mengajak kita sih? " tanya ayah Xavier yang baru pertama kali Nesa dengar ayah Xavier berbicara.

__ADS_1


pasalnya selama Nesa datang ke mansion megah dan mewah ini, ia tidak pernah mendengar kepala keluarga itu berbicara. sedangkan bunda Xavier menggeleng dan mengajak sangat suami agar liburan berdua saja tanpa Xavier dan Nesa.


"sudahlah sayang, lagi pula kita bisa liburan berdua aja toh? " ucap bunda Xavier dan mengedipkan sebelah mata-nya genit kepada sang suami.


"ah benar juga, kalau begitu kamu ingin liburan kemana? " tanya ayah Xavier dengan mesra tanpa memperdulikan dua orang yang belum sah dengan wajah cemberut.


"bisakah kalian tidak bermesraan di depan kami? " tanya Xavier datar.


"ah iya lupa kalian belum sah... maka dari itu Xavier cepat halalkan Nesa agar kami juga cepat punya cucu, " ujar bunda Xavier yang mana malah membuat Xavier dan Nesa malu bukan main.


"baiklah, bukankah katamu aku akan menikah sebulan lagi? so persiapkan semuanya yang mewah bunda, " ucap Xavier menutup rasa malu-nya.


Nesa menyenggol pelan lengan Xavier membuat Xavier bertanya lewat tatapan-nya tidak mengerti Nesa yang melihat Xavier tidak mengerti hanya menghela nafas kasar. bunda dan ayah Xavier tersenyum dengan permintaan sang anak, tentu saja itu akan ia lakukan terlebih Xavier hanya anak tunggal mereka,


"tentu saja, karena ini pernikahan putra semata wayang ku... semuanya akan aku urus dan pernikahan kalian akan di liput oleh beberapa negara dan pasti nya akan sangat mewah, " ujar ayah Xavier sambil tersenyum.


Xavier mengangguk dan tersenyum menatap sang ayah, sungguh tindakan yang sudah lama Xavier tidak perlihatkan tersenyum dengan sangat lebar dan bahagia. setelah itu ayah dan bunda Xavier meninggalkan kedua orang yang tengah terdiam itu dengan mesra membuat mereka iri melihat ke bahagiaan kedua orang tua Xavier.


"lalu kita akan terus berdiam diri dengan menatap kepergian pasangan mesra itu di sini? " tanya Nesa memecahkan keheningan di antara mereka berdua dan masih menatap kemana tadi kedua orang tua Xavier berjalan pergi.


"Nesa aku ingin mengatakan sesuatu, " ucap Xavier setelah tersadar dari lamunan-nya dan menghadap Nesa.


"kamu ingin mengatakan apa?" tanya Nesa tanpa melihat ke arah Xavier.


"lihat aku dulu baru akan aku katakan, " ucap Xavier sambil menarik tubuh Nesa menjadi menghadap-nya.

__ADS_1


Nesa dengan malas menghadap ke arah Xavier dengan malas ia bertanya, sedangkan Xavier sekarang ia tengah di landa ke gugup an kembali setelah tadi sudah hilang saat mengetahui jika Nesa juga mencintai-nya.


"jadi... apa yang akan kamu katakan tuan? " tanya Nesa datar.


__ADS_2