
Nesa melihat pemandangan air yang berada di hadapan-nya dengan mata yang berbinar, wajah yang tadi-nya kusut sekarang berubah menjadi berseri-seri.
Nesa menatap kepada Xavier yang berada di samping-nya, lalu Xavier mengangguk membolehkan. mendapat anggukan dari Xavier, Nesa sangat senang tanpa sadar ia langsung menubruk tubuh Xavier dan memeluk-nya.
setelah memeluk Xavier beberapa detik Nesa melepaskan pelukan itu dan langsung berlari menuju pingiran pantai sebelum berlari ia sempat melepaskan sepatu hak-nya dan ia tinggalkan di hadapan Xavier.
Xavier sempat mematung kala Nesa tiba-tiba memeluk-nya lalu meninggalkan-nya dan juga sepatu-nya. Xavier tersenyum kala melihat Nesa yang bahagia ia tertawa tanpa rasa beban tidak seperti beberapa waktu lalu.
Xavier menggeleng saja, lantas ia mengambil sepatu hak milik Nesa dan di jinjing-nya. Nesa tertawa sambil bermain air, ia menoleh kepada Xavier yang tengah mengawasi-nya dari gazebo.
"pak sini, seru tahu! " teriak Nesa.
"tidak kamu saja! " jawab Xavier dengan teriak juga.
lalu karena mendapatkan jawaban itu dari Xavier, tanpa sadar Nesa memberengut kesal dan berjalan menghampiri Xavier yang tengah asik duduk.
tanpa aba-aba Nesa menarik lengan kekar Xavier dan ia bawa kearah pesisir pantai, entah sejak kapan Nesa menjadi berani seperti ini kepada Xavier.
sedangkan Xavier yang di tarik hanya bisa mengikuti dengan malas, namun di dalam lubuk hati-nya ia merasa senang karena Nesa sudah tidak canggung lagi kepada-nya tapi malah sebalik-nya ia yang merasa canggung.
Nesa mencipratkan air kearah Xavier yang belum siap menyilangkan tangan-nya sebagai tameng pada tubuh-nya sedangkan Nesa terus mencipratkan air itu sambil tertawa.
"awas kamu yah, " ucap Xavier.
lalu terjadilah perang air mereka saling mencipratkan air dengan senyum dan tawa yang bahagia, di ujung sana anak buah ayah Xavier menatap mereka berdua dengannya tersenyum.
lalu memotret mereka berdua diam-diam dan mengirimkan foto itu kepada sang bos. Xavier dan Nesa bermain air hingga sore dan melupakan pekerjaan mereka yang cukup menumpuk.
mereka berdua menikmati petang hingga terbenam-nya matahari bersama dengan tawa bahagia, entah kenapa ketika bersama Nesa, Xavier bisa tertawa lepas seperti ini. sudah cukup lama ia tidak tertawa selepas ini.
setelah kehilangan seseorang yang sangat ia cintai, ah lebih tepat-nya di tinggalkan demi laki-laki lain.
...****************...
__ADS_1
"sudah pak ayok, " ajak Nesa ketika keluar dari toilet umum.
setelah puas bermain air dan menyaksikan matahari terbenam mereka segera bergegas untuk mandi di toilet umum, mesi Xavier tidak menyukai tempat itu karena terlalu ramai.
"baiklah ayok... sebelum mencari tempat tinggal baru untuk mu kita isi perut dulu, " ucap Xavier dan meraih tangan Nesa.
"eh pak? " ucap Nesa terkejut kala tangan-nya di genggam.
Xavier hanya menaikan sebelah alis-nya, Nesa kembali diam karena mendapatkan tatapan seperti itu dari Xavier alhasil ia hanya bisa diam dan mengikuti dengan jantung yang berdetak dua kali lipat.
Xavier menarik tangan Nesa yang berada di genggaman-nya menuju mobil-nya yang terparkir rapih di parkiran. setelah itu Xavier membukakan pintu mobil untuk Nesa, Nesa yang di perlakukan seperti itu menjadi baper.
namun ia sadar hubungan mereka hanya sebatas perjanjian, setelah itu Nesa masuk sambil tersenyum kepada Xavier tidak lupa mengucapkan terimakasih.
setelah Nesa benar-benar sudah duduk Xavier memutari setengah mobil-nya dan masuk di bagian kemudi. setelah itu ia melajukan mobil-nya meninggalkan parkiran toilet umum.
dalam perjalanan hanya keheningan saja yang terjadi, tidak ada di antara mereka yang ingin membuka suara. Nesa pun hanya fokus menatap jalanan dari balik jendela mobil.
tidak lama dari itu mobil kembali memasuki parkiran sebuah restoran yang cukup mewah. setelah memarkirkan mobil Xavier mengajak Nesa untuk masuk.
"ayok duduk, " ajak Xavier membuyarkan lamunan Nesa.
Nesa mengangguk lalu mengikuti Xavier sambil melihat-lihat interior dari restoran ini, setelah itu mereka duduk dengan nyaman Xavier memanggil pelayan.
setelah itu waiters datang dan mencatat pesanan mereka, karena Nesa tidak tahu apa saja makanan enak di sini jadi ia meminta Xavier yang memilihkan. lalu waiters itu meninggalkan Nesa dan Xavier.
mereka kembali diam Nesa enggan mengeluarkan suara karena sedang melihat-lihat interior restoran sedangkan Xavier yang asik dengan handphone-nya.
"apa kamu mengenal pak Ardiansyah? " tanya Xavier tiba-tiba
Nesa yang mendengar pertanyaan itu terkejut, ia bingung harus menjawab apa ia terus memanglingkan wajah-nya agar tidak bersi tatap dengan Xavier.
sedangkan Xavier menunggu jawaban dari Nesa sambil terus memperhatikan Nesa yang gerak-gerik nya seperti tengah menyembunyikan sesuatu dari-nya.
"apa kamu tidak mau memberi tahu ku? kamu ini kekasih ku! " ucap Xavier tajam.
__ADS_1
dan lagi-lagi Nesa terkejut mendengar ucapan dari sang atasan-nya itu, ia melotot menatap horor kepada Xavier sedangkan yang di tatap hanya menampilkan wajah datar-nya saja.
"itu bukan urusan mu! " jawab Nesa ketus.
"hey... urusan mu juga urusanku, " ucap Xavier tidak Terima.
"memang-nya kamu siapa aku? " tanya Nesa nyolot.
"apakah kamu lupa jika aku kekasihmu? " tanya Xavier dengan kesal.
saat Nesa akan menjawab seorang waiters dan beberapa waiters lain-nya datang membawakan makanan mereka, setelah menaruh pesanan mereka berdua para waiters itu meninggalkan mereka kembali.
"huh... apakah bapak lupa? jika kita hanya kekasih kontrak? " tanya Nesa kesal.
sedangkan Xavier hanya memutar bola mata-nya, sungguh entah sejak kapan ia malah menjadi berharap lebih kepada Nesa, saat ingin membalas ucapan Nesa. sudah di potong terlebih dahulu oleh gadis itu.
"sebaiknya kamu makan... sebelum makanan-nya dingin, " ucap Nesa yang sudah mulai memakan makanan-nya.
Xavier mendengus namun ia tetap menuruti dan memulai makan. mereka fokus dengan makanan mereka tanpa ada yang berbicara karena makan sambil berbicara itu tidak sopan.
15 menit kemudian mereka selesai makan, Nesa menghabiskan minum-nya sedangkan Xavier kembali membuka handphone-nya dan kembali bertanya kepada Nesa.
"jadi? " tanya Xavier setelah menaruh handphone-nya lagi.
"jadi apa? " tanya Nesa yang tidak paham.
Xavier memutar bola mata-nya lalu mendengus ia menatap datar kepada Nesa. sedangkan Nesa yang sudah mengerti apa maksud dari pertanyaan Xavier hanya cengengesan tidak jelas.
"jadi apakah kamu mengenal-nya? " tanya Xavier datar.
"aku..
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
selagi nunggu cerita ini update, baca kqryaku yang satunya lagi yuk 'bismilah jodoh'
__ADS_1