
mereka berdansa dan menguasai lantai dansa membuat banyak orang iri, hingga 15 menit berlalu mereka berdansa mereka menyudahi karena sebentar lagi akan menuju puncak acara yakni acara tukar cincin.
selesai berdansa tepukan meriah di berikan oleh para tamu kepada kedua sepasang kekasih itu. mereka berdua masih asik tatap-tatapan hingga suara emsi membuat mereka mengalihkan perhatian kepada emsi tersebut.
"baiklah sekarang adalah acara utama, yakni pertukaran cincin antara Xavier dan Vanesa... di persilahkan untuk kedua pasangan romantis ini naik ke atas panggung, " ucap emsi dan mempersilahkan mereka berdua naik ke atas panggung.
Nesa dan Xavier naik ke atas panggung dengan senyuman yang merekah, saat berjalan menuju pelataran panggung tidak sengaja Nesa melihat sosok yang ia rindukan, dan orang itu tengah tersenyum ke arahnya.
dengan senang Nesa tersenyum harus karena orang yang paling sepesial di hidupnya datang di hari pertunangannya. Nesa mengangguk dan di balas senyum bahagia oleh orang itu. sesampainya di atas panggung mereka berdua saling berhadapan.
Xavier mengambil cincin yang sudah di persiapkan sejak lama, dan membuka tutup kotak cincin dan terpampang lah cincin berlian yang mewah di hadapan Nesa.
Xavier berjongkok menghadap Nesa dan ia memegang mikrofon, dengan senyum yang mengembang dan gugup yang melanda Xavier mengucapkan kata-kata yang membuat Nesa dan para tamu terharu.
"Vanesa Anggelista Paramita... wanita yang berhasil membuat pertahanan saya hancur dan kembali mengenal kata cinta setelah sekian lama aku terpuruk akan kegagalan tentang masa lalu, "
"kedatangan mu membuat hariku kembali berwarna seperti dulu, entah sejak kapan perasaan ini datang hingga aku yakin untuk menjadikan mu wanita ku satu-satunya, "
"untuk menjadi pasangan ku selamanya! aku tidak perduli akan masa lalu mu, karena masa depan mu aku... aku Xavier Anderson Miller ingin mempersunting mu sebagai istri ku hingga sampai tua nanti... so will you marry me? " ucap Xavier panjang lebar dan menyatakan perasaannya yang selama ini ia pendam.
Nesa benar-benar terharu dengan kata-kata Xavier, bahkan tanpa sadar ia menangis karena tidak tahan melihat Xavier selembut ini... dengan yakin Nesa mengangguk sambil menghapus air matanya.
__ADS_1
dengan senyum yang mengembang Xavier memasangkan cincin di jari manis Nesa dan Nesa juga memasangkan cincin ke jari manis Xavier. setelah cincin terpasang tepuk tangan yang keras di berikan oleh para tamu.
Nesa dan Xavier saling berpelukan di atas pelataran panggung membuat para tamu semakin heboh dengan tindakan mereka yang blak-blakan di perlihatkan di depan banyak orang, Nesa lebih dulu melepaskan pelukan mereka karena malu.
sedangkan Xavier yang paham hanya tersenyum, mereka berdua menghadap ke arah lara tamu yang kebanyakan adalah kolega bisnis dari Xavier dan juga teman ayah dan bunda nya. dan sekarang memasuki sesi memberikan selamat kepada calon pengantin.
"oke... sekarang waktu nya memberikan selamat kepada calon pengantin... selamat untuk calon pengantin semoga kalian selalu bersama hingga akhir hayat dan di mudahkan dalam segala urusan yang akan mendatang, AAMIIN, " Ucap emsi memberikan selamat.
para tamu mulai bersalaman dengan calon pengantin, di saat tengah sibuk bersalaman ayah Nesa Ardiansyah yang datang ke acara pertunangan anak semata wayangnya memilih untuk menemui sahabat lamanya membuat ayah Xavier sedikit tidak suka karena kedatangan laki-laki paru baya itu.
"hey teman lama, " sapa Ardiansyah.
"ya ini aku... sudah lama kita tidak bertemu! ah aku tidak menyangka jika Xavier adalah anak mu, " ucap Ardiansyah basa-basi yang memang baru mengetahui jika Xavier adalah anak dari sahabat lamanya.
"langsung ke intinya saja Dian! " ujar Erwin mulai tidak nyaman.
sedangkan bunda sudah pergi saat kedatangan Ardiansyah untuk memberikan ruang kepada suaminya dan juga teman lamanya... Ardiansyah paham dengan sikap Erwin kepadanya ia hanya bisa tersenyum dengan paksa.
"aku sejak awal ingin meminta maaf kepada mu, semenjak aku menikah dengan almarhum istriku aku banyak berubah meski aku masih sering bermain wanita tapi aku benar-benar mencintai istri ku! "
"aku sudah mencari mu ke rumah lama mu namun aku tidak menemukan mu, dan tidak di sangka jika aku akan bertemu dengan mu ketika anak ku akan menikah... hey apakah kamu mau memaafkan kesalahan ku dulu? " ucap Ardiansyah panjang lebar sambil memperhatikan Nesa yang tersenyum bahagia.
__ADS_1
"apakah kamu menyesalinya? " tanya Erwin memastikan.
"ya tentu saja, dan aku ke sini dengan tujuan untuk meminta maaf kepada putri ku dan juga aku ingin menjadi wali saat ia menikah terlebih ia anak semata wayang ku, " jelas Ardiansyah dengan mata berkaca-kaca.
"huh sebenarnya aku tidak mau mempunyai dendam dengan mu, perusahaan mu hancur juga karena ulah anak ku! itu pun untuk menekan Jessica, " ujar Erwin
Ardiansyah hanya mendengarkan ia tahu, jika ia terlalu memanjakan anak itu sampai-sampai mengkhianati kekasihnya sendiri Xavier saat itu dengan bersetubuh dengan teman kolega bisnis Xavier sendiri.
Erwin menghadap ke arah Ardiansyah, begitu juga dengan Ardiansyah, mereka sama-sama tersenyum. Erwin memegang tangan Ardiansyah dengan senyum yang sudah lama tidak ia perlihatkan kepada orang lain.
"mimpi kita terwujud, untuk menjadi besan... meski saat itu aku masih memiliki dendam dengan mu! sekarang aku mau memaafkan mu dan memulai pertemanan kita dari awal lagi, " ujar Erwin dengan senang.
dengan perasaan campur aduk, Ardiansyah langsung memeluk teman lamanya dengan erat, bunda yang sejak tadi memperhatikan tersenyum harus. akhirnya dendam di hati Erwin mereda kalau Ardiansyah meminta maaf langsung.
...PROMOSI BAB...
**NB : novel ini masih dalam tahap revisi
Seorang siswa SMA yang punya penyakit terbelakang mental bernama Soejono alias Jono hidup dengan kemiskinan yang terpaksa harus mencari nafkah untuk keluarganya dengan cara yang haram, sebagai pengedar narkoba untuk membeli obat untuk ibundanya yang sakit-sakitan, disamping itu ayahnya juga sudah lama wafat dan dia adalah anak pertama dari 4 bersaudara yang keseluruhannya juga terbelakang mental, Tak hanya itu dia juga harus dibully teman-temannya di sekolah, untungnya ada wanita cantik jelita bernama Salma yang tak tega melihat pengorbanannya, dan Salma pun akhirnya jatuh hati padanya**
__ADS_1