
seorang laki-laki paru bayar tengah berkutat dengan leptop mencari perusahaan yang mau bekerja sama dengannya, saat sedang fokus handphonenya berbunyi tanda ada pesan masuk. ia tidak menghiraukan suara handphone karena sedang fokus mencari kolega baru.
setelah selesai dengan kerjaan nya ia membuka handphonenya dan melihat ada notifikasi pesan dari orang yang tidak ia kenal, awalnya ia tidak akan membuka pesan itu namun ada satu pesan yang membuatnya penasaran dan akhirnya ia membuka pesan itu.
di sana ada satu pesan dan 2 video, Ardiansyah pertama membaca pesan itu terlebih dahulu baru beralih ke video yang berdurasi 1 menit. saat melihat dan menonton video itu Ardiansyah benar-benar tidak menyangka.
jika istri dan anak yang selalu ia banggakan dan lindungi bahkan rela mengusir anak kandungnya sendiri, melakukan hal menjijikkan. di video pertama terlihat sangat istri tengah berada di salah stau kamar hotel dan sedang bersetubuh dengan laki-laki lain yang wajahnya tidak terlihat.
dan video yang kedua berisi pertanyaan jika anak dan istrinya hanya menginginkan harta nya saja dan bahkan berencana untuk melakukan pembunuhan untuk nya. setelah melihat semua video itu Ardiansyah menangis.
sungguh ia benar-benar menyesal telah mempercayai mereka berdoa, ia memohon maaf kepada almarhum istrinya dan ia akan mencari Nesa untuk meminta maaf sebesar-besarnya.
"maafkan ayah nak! ayah tidak mempercayai mu saat itu... sayang maafkan aku sudah memperlakukan kasar anak kita! " gumam Ardiansyah pelan sambil mengusap wajahnya.
sedangkan di lain tempat Nesa sekarang tengah berada di salah satu restoran untuk menemui teman lamanya, ya dia berjanji akan membantu Xavier mencari sekertaris baru dan kebetulan teman lamanya tengah mencari pekerjaan.
tidak lama kemudian seorang laki-laki bertubuh tegap menghampiri Nesa duduk dan Nesa menerima salam dari laki-laki tersebut yang tidak lain adalah teman lama Nesa.
"maaf ya, menunggu lama, " ucap laki-laki itu sambil duduk di hadapan Nesa.
"tidak apa-apa, aku juga belum lama di sini, " jawab Nesa seadanya.
"jadi apa pekerjaan nya? ingat loh harus di bidang ku, " tanya laki-laki itu sambil bercanda.
__ADS_1
"haha tentu saja, pekerjaannya sebagai sekretaris CEO, dan CEO itu calon suamiku awalnya aku juga sebagai sekretaris namun karena mau menikah aku harus mengundurkan diri, " jelas Nesa.
"ohhh, kalau boleh tahu nama perusahaan nya apa ya? " tanya laki-laki itu.
"nama perusahaannya, Miller Company Diego, " jawab Nesa sambil menyeruput esnya.
"APA? itukan perusahaan besar kamu serius? " tanya Diego tidak percaya.
Nesa hanya tersenyum dan mengangguk, sedangkan Diego masih tidak percaya akan fakta ini, sebentar lagi ia akan menjadi sekretaris dari perusahaan ternama di negaranya, sungguh ia benar-benar beruntung kali ini.
"Terima kasih, lalu aku harus apa setelah itu? " ucap Diego senang dan bertanya.
"kamu besok bisa datang ke perusahaan dan bilang kalau kamu aku yang merekomendasikan, " ucap Nesa menjelaskan.
"ah tidak apa-apa, kamu pergilah, " ucap Nesa sambil tersenyum.
"sekali lagi terimakasih, " ucap Diego dan ia benar-benar pergi meninggalkan Nesa yang masih asik menghabiskan makan siangnya.
di sisi lain ada yang memperhatikan Nesa sejak ia datang, seorang wanita yang menggeram marah kala melihat Nesa sangat bahagia, namun ia hanya bisa diam karena kondisinya yang cacat sekarang.
Nesa memesan cukup banyak desert yang akan ia habiskan sendiri, dan selama makan ia ber chat ria dengan Xavier dengan tujuan untuk mengganggu laki-laki itu yang tengah bekerja.
beberapa kali Nesa membuat lelucon yang membuat Xavier kesal dan hingga tiba-tiba Xavier menelepon dengan video call sedangkan Nesa mengangkat dan tersenyum seperti orang yang tidak bersalah.
__ADS_1
"dimana laki-laki itu? " tanya Xavier tanpa basa-basi.
"tidak ada hehe, " jawab Nesa.
"jangan bercanda Vanesa, "
"sudah pulang sayang, dia hanya sebentar toh dia juga akan melamar menjadi sekertaris nanti kamu akan tahu siapa orangnya, "
"hah, baiklah aku harap kamu tidak berdekatan dengan laki-laki lain selama aku tidak bisa menemani mu! " nasehat Xavier.
"siap bos, tenang saja hehe, "
dan setelah itu mereka video call hingga Nesa pulang dari restoran, selama itu pula Nesa menemani Xavier bekerja lewat video call dan sebaliknya Xavier menemani Nesa makan desert, sekarang Nesa sudah berada di apartemen dan sedang melakukan ritual mandi.
ia tadi cukup cepat makan di restoran dan buru-buru pulang karena ia merasa ada yang memperhatikan nya, selama di kamar mandi pun Nesa bergidik takut mengingat tadi di restoran.
...PROMOSI BAB...
**Velia Selkova pergi ke negara lain untuk memulai kehidupan baru setelah dikhianati suaminya. Tak pernah disangka setelah tiba di negara tersebut dia mendapat musibah yang membuatnya menjadi seorang ketua mafia.
Terjun ke dunia gelap selama beberapa tahun membuatnya menemukan fakta yang mengejutkan tentang masa lalunya. Velia memutuskan kembali ke negaranya untuk mengungkap kebenarannya.
__ADS_1
Deon Alexander yang terkenal sangat perfectsionis dan gila kerja memiliki saingan di yang tidak bisa dikalahkannya dengan mudah karena memiliki klan mafia yang cukup kuat. Pertemuannya dengan Velia Selkova membuat Deon Alexander ingin membuat kesepakatan**.