
doni segera pergi menuju restoran tempat dimana yang sudah ia datangi tiga hari ini bersama maya.
" permisi apa aku boleh bergabung.! seru doni yang langsung mengeser kursi disebelah maya lalu mendudukinya.
maya mengangguk lalu melemparkan senyum tipis.
belum sempat maya ingin bertanya doni sudah lebih dulu menjawabnya.
" bos sedang pergi mengantar nona ghea mengontrol kandungannya jadi aku bebas.! jawab doni sembari mengambil buku menu lalu membacanya.
maya hanya mengangguk lalu meneruskan kembali makannya.
doni membaca satu persatu daftar menu makanan mencari hidangan yang pas sesuai dengan mood dan seleranya, setelah mendapatkan ia langsung memanggil pegawai lalu memesan makanan yang hendak ia makan.
saat makanan pesanan doni sudah siap makan, maya malah sudah selesai dengan makan siangnya.
" sudah selesai.!
" iya aku sudah selesai.!
__ADS_1
" yah padahal aku baru saja mau makan.! lirih doni.
" aku harus segera pergi banyak kegiatan bryan yang harus aku jadwalkan.! ucap maya yang tak enak hati.
doni menghela napas, memainkan makanan dengan sendok memperlihatkan wajah melasnya kepada maya agar wanita yang duduk didekatnya mau menemani dirinya makan. maya yang mengerti tingkah doni menarik napas pelan.
" baiklah aku akan menemani mu makan.! ucap maya dengan sedikit terpaksa.
mendengar maya mengatakan akan menemaninya makan tentu saja membuat doni mengukir senyum bahagia.
selama makan doni terus mengatakan tentang dirinya kepada maya entah apa maksudnya tapi maya yang sedang memainkan ponselnya hanya menjawab dengan anggukan kepala atau tersenyum tipis menyahuti semua ucapan doni yang tidak ia tangkap sama sekali hanya sekelibat terdengar tapi semua perkataannya tidak satupun yang menempel diotak pendengarannya.
didalam mobil ghea memancarkan wajah ketusnya sembari terus mendengus kesal, sesekali ia melirik ke samping jok mobil menatap kesal ponsel yang terus berbunyi dengan tampilan bertuliskan nama suaminya.
" ckkk..percuma! aku tidak akan mengangkat telepon darimu.! ucapnya dengan ketus saat mendapat banyak panggilan masuk dari suaminya.
lagi-lagi telepon ghea terus berdering, bryan tidak berhenti menelepon ghea ia selalu saja meneleponnya meskipun panggilannya tidak satupun dijawab.
tadi aku menelepon tapi tidak satupun panggilanku yang diangkat dan sekarang giliran kamu terus menelepon ku tanpa aku jawab satupun.! celoteh ghea sembari menatap bahagia ponselnya yang sejak tadi terus berbunyi.
__ADS_1
" dia dan doni sama saja! dua-duanya membuatku kesal.! decak ghea memancarkan senyuman licik.
sopir yang sedang mengemudikan mobil menuju rumah sakit, melirik sesekali ke kursi belakang menatap bingung tingkah istri tuannya yang sejak tadi terus mengoceh.
bryan yang mendapatkan pesan jika ghea sudah pergi ke rumah sakit bersama supir ia langsung menyusul kerumah sakit tempat dimana ia sudah membuat janji khusus dengan dokter kandungan.
" maaf nyonya apa perlu saya mengatakan pada tuan.! ucap supir.
" tidak usah aku bisa sendiri.! ucapnya yang langsung melenggang pergi memasuki rumah sakit.
supir yang berniat ingin ikut mengantar namun tidak diijinkan ghea ia ingin melakukan pemeriksaan sendiri saja lagipun jika ada apa-apa akan banyak suster dan dokter yang membantu.
setelah memasuki rumah sakit ghea mencari ruangan dokter kandungan yang sedang melakukan pemeriksaan dengan jadwalnya hari ini.
ghea menatap ruang tunggu dokter kandungan ada banyak sekali ibu-ibu yang sedang mengantri menunggu giliran untuk dipanggil dalam pemeriksaan kandunga mereka.
ghea berjalan ke arah suster yang sedang berdiri didepan pintu ruangan.
" maaf suster saya mau mendaftar pemeriksaan kandungan saya.!
__ADS_1
" iya bu silahkan tapi harus mengantri karna hari ini banyak sekali pasien yang datang.! sahutnya dengan sopan.