Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 54


__ADS_3

sudah setengah jam ghea menunggu, ia berjalan mondar-mandir menunggu bryan yang tak kunjung datang, duduk di pinggir ranjang, kemudian duduk di sofa lalu berdiri berjalan mondar-mandir itulah yang dilakukan ghea selama setengah jam menunggu suaminya.


setelah menunggu tidak jelas, ghea menyadari sesuatu yang membuatnya menyadari kembali status nya.


" mungkin bryan ada di kamar kak ay untuk menemani'nya.! lirih ghea dengan mata yang berkaca-kaca.


.


.


ghea yang baru saja terbangun dari tidurnya, menatap sekeliling mencari keberadaan suaminya yang entah pergi kemana sepagi ini.


" sepagi ini dia sudah berangkat? bahkan dia tidak meminta maaf.! ucapnya dengan kesal, ghea mengambil jam beker yang terletak tak jauh dari lampu kamar.


ghea mengucek-ngucek matanya untuk menyingkirkan belek yang menempel, melihat angka yang di tunjuk jam beker yang menunjuk'kan pukul sebelas siang.


" ya ampun.! ucap ghea yang langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


setelah selesai membersihkan diri, ghea segera turun ke bawah untuk makan karna cacing dalam perutnya sepertinya sudah meminta jatah makan.


saat jalan menuruni tangga, ghea melihat maya yang tengah asik memakan sesuatu di meja makan. maya yang tahu jika ghea sedang menuju ke meja makan, ia melemparkan senyuman penuh arti pada ghea


ghea membalas senyuman itu seraya berjalan menuju meja makan, ghea langsung menggeser kursi lalu duduk saling berhadapan dengan maya.


" maaf nyonya ghea! apa anda ingin saya buatkan sarapan.! ucap pak eko.


ghea hanya mengangguk, perhatian'nya masih tertuju pada maya yang sedang asik memakan sesuatu.


maya melirik ke ghea yang sedari tadi fokus menatap makanan yang sedang di makan'nya


" apa kau ingin mencoba makanan ku.! maya menawarkan semangkok bakso yang rasanya cukup pedas.


ghea hanya mengelengkan kepala, mungkin tubuhnya menolak tawaran tersebut tapi melihat reaksi mulut ghea yang sepertinya sangat ingin mencoba makanan tersebut.


" maaf nyonya maya! tapi tuan bryan memerintahkan saya untuk menjaga asupan makanan'nya jadi nona ghea hanya boleh memakan makanan buatan rumah, tidak boleh ada makanan dari luar demi menjaga kesehatan ibu dan calon bayi nya.! jelas pak eko.

__ADS_1


Ghea menghela napas kesalnya pada bryan, karna lagi-lagi ia di larang memakan makanan favoritnya.


maya menghela napas lalu berdecak kesal dengan sikap overprotektif bryan pada ghea.


" iya baiklah! saya tidak akan memberikan makanan ini pada ghea.! ketusnya.


maya menatap ghea yang terlihat sedih karna tidak di berikan izin memakan makanan dari luar.


" maaf ya ghe! tapi aku tidak bisa membagi makanan ku karna bryan yang melarangnya.! lirih maya, ia kemudian melanjutkan kembali makan'nya.


ghea yang sudah pasrah, ia memakan sarapan dan meminum susu dengan tidak bersemangat karna tidak berselera.


ghea dan maya yang sudah selesai dengan makanan mereka masing-masing, maya menghampiri ghea sebelum dia meninggalkan meja makan.


maya duduk di kursi samping ghea seraya mengusap pelan perut ghea.


" hai baby twins? bagaimana kabar kalian di dalam sana? mommy harap kalian baik-baik saja? mommy dan daddy tidak sabar menunggu kelahiran kalian? kalian tidak boleh sampai membuat mommy ghea kelelahan ya.? ucap maya seraya mencium dan mengusap perut ghea, matanya berkaca-kaca saat membayangkan kelahiran anak'nya.

__ADS_1


__ADS_2