Mr.Richard'S Twins

Mr.Richard'S Twins
bab 52


__ADS_3

ghea menghela napas melihat sikap dingin kaka'nya, mendapatkan perlakuan dingin membuat hatinya sedikit terluka.


ghea yang tidak akan menyerah untuk meluluhkan hati maya, ia kembali bertanya kepadanya.


" kak ay! apa kau baik-baik saja.! ucapnya.


" ckk..basa basi yang bodoh! apa menurut mu setelah bryan ingin menceraikan ku maka keadaan ku akan baik-baik saja? semuanya akan baik dengan sendirinya begitu! apa kau pikir hati ku berbahagia dengan keadaan seperti ini.! ucap maya dengan ketusnya seraya menatap benci wanita yang tengah duduk di sampingnya.


maya menghela napas, seraya menatap sendu ghea.


" andai! andai saja aku tidak melakukan rencana balas dendam ku padamu! mungkin sekarang aku masih tersenyum berbahagia bersama dengan kehidupan rumah tangga, suami dan calon anak'ku! aku menyesali kesalahan ku yang telah mengedepankan balas dendam tanpa memikirkan apa yang akan terjadi ke depan'nya! ternyata benar perkataan banyak orang tentang membawa wanita lain ke dalam kehidupan rumah tangga yang akan menghancurkan semuanya.! lirih maya dengan tangan yang mengepal yang kesal seraya menyesali semuanya.


Deg.


Lagi-lagi perkataan maya membuat hatinya sesak dengan semua yang di ucapkan'nya.


maya bangkit dari duduknya lalu menghela napas.

__ADS_1


" apa masih lama.! ucapnya pada bryan yang masih mengobrol dengan pengacara.


bryan melirik ke arah maya dan menghampiri nya untuk mengajak pulang segera.


bryan jalan di depan beriringan dengan sang pengacara, sedangkan maya dan ghea berjalan di belakang mereka.


sepanjang jalan bryan sibuk mengobrol dengan pengacara sedangkan ghea dan maya berjalan beriringan tanpa saling menatap ataupun hanya sekedar mengobrol.


.


.


" terima kasih atas bantuan'nya pak kevin.! ucapnya seraya melemparkan senyuman.


" sama-sama.! sahut pengacara seraya melepaskan jabat tangan'nya.


setelah saling berpamitan, bryan membuka'kan pintu mobil depan yang di peruntukan untuk ghea tapi maya mendahului gerakan ghea.

__ADS_1


maya memegang ujung atas pintu mobil, lalu ia masuk tanpa mengatakan apapun, bryan yang melihatnya kemudian ia menatap ghea yang memberinya senyuman tipis yang mengartikan bukan masalah.


bryan segera menutup pintunya, seraya melihat ghea yang sudah masuk ke dalam mobil untuk duduk di kursi penumpang.


selama perjalanan pulang bryan terus fokus menyetir dan menatap ke depan.


sedangkan maya sedari tadi menatap bryan dengan seringai senyum bahagia nya karna meskipun bryan sudah tidak mencintainya tapi setidaknya suaminya itu masih khawatir dan memperdulikan dirinya.


maya melirik ke belakang menatap ghea seraya tersenyum licik.


Flash back on..


maya yang sengaja datang ke ruang kerja bryan untuk membujuknya agar mau membatalkan perceraian, tapi tanpa sengaja ia menguping pembicaraan bryan dan doni di ruang kerja mengenai rencana makan malam yang akan dilakukan'nya bersama dengan ghea malam ini. setelah menguping, maya mengikuti mobil bryan yang pergi ke kantor terlebih dahulu sebelum melakukan check out restoran yang akan di sewa nya.


maya melihat semangat dan kebahagiaan bryan dalam membantu pegawainya untuk mendekor restoran yang di iringin senyuman bahagianya, ia sedih karna melihat begitu besar cinta bryan untuk ghea, cinta yang sama yang pernah ia dapatkan dulu dari suaminya itu, tapi karna obsesi besarnya pada ghea yang membuatnya melakukan segala cara dan kebohongan yang pada akhirya menghancurkan perasaan suaminya.


maya berjalan gontai keluar area restoran menuju taman, terus berdecak kesal dengan kehidupan nya yang hancur.

__ADS_1


maya mengacak-acak rambutnya


" sial! kenapa hal seperti ini terjadi! semuanya di luar dari dugaan ku.! maya berteriak sangat keras hingga membuat semua orang di sekitar menatap tajam dirinya yang berteriak dengan rambut yang acak-acakan.


__ADS_2