
Ghea yang masih menyisir belum menyadari tanda merah di lehernya.
" apa ini! apakah dia melakukannya, tapi kenapa? bukankah dia sudah berjanji tidak akan menyentuhku.! Serentetan pertanyaan keluar begitu saja dari mulutnya seraya terus melihat tanda merah tersebut dari pantulan cermin.
" ghea.! Panggil bryan.
" ya.!
" tolong ambilkan aku handuk! Aku lupa membawanya.! Teriak bryan.
" iya.! Ghea pun langsung mengambilkan handuk dan membawanya ke pintu bathroom.
" dia itu menyusahkan ku saja.! Ketus ghea.
" nihh handuknya.! Ucap ghea seraya memberikan handuknya tanpa menatap ke arahnya.
" dimana aku tidak melihatnya.! Sahut bryan.
" ini.! Sahut ghea yang memalingkan wajahnya ke handuk.
" ya ampun.! Ghea menepuk keningnya. " bagaimana bisa kau mengambilnya jika pintu kamar mandinya saja belum di buka.! Seloroh ghea di ringin tawa kecil melihat kebodohan bryan.
bryan yang baru tersadar, dengan segera membuka pintunya yang hanya memunculkan kepala dan tangannya saja dan dengan segera bryan merebutnya lalu menutup pintunya dengan keras.
__ADS_1
" ya ampun! Dasar tidak tahu terima kasih.! Gerutu ghea
" terima kasih.! Teriak bryan dari kamar mandi.
bryan yang keluar dari kamar mandi menatap ghea yang sedang merapikan tempat tidur.
" meskipun dia anak dari kalangan konglomerat tapi dia tidak manja seperti gadis lainnya.! Guman bryan dengan seringai senyumnya saat melihat ghea yang mandiri tidak harus mengandalkan pelayan.
" shitt! Kenapa aku masih saja tidak bisa memakainya.! Gerutu bryan yang sibuk memakai dasi.
bryan terus berdecak kesal karna dirinya yang masih saja tidak bisa memakai dasi sendiri.
ghea yang melihat semuanya, ia berjalan menghampiri bryan.
" cepat sedikit membungkuk.! Titah ghea.
bryan yang sedari tadi fokus menatap ghea, sedikit terkejut dengan suara ghea.
bryan yang sudah membungkuk, menatap wajah cantik ghea yang ada di hadapannya, ada perasaan sesuatu di hatinya.
" ya ampun! baru juga satu malam ghea jadi istri tapi dia udah bikin dag dig dug.! Guman bryan hanya dalam hati yang masih menatap wajah cantik ghea.
bryan yang masih menatap ghea, tiba-tiba sorot matanya tertuju pada tandanya di leher mulus ghea.
__ADS_1
Ghea yang menyadari tatapan bryan hanya tersenyum tipis saat melihat ekspresi bingung bryan.
" hal seperti ini udah biasa.! Ucap ghea yang sudah selesai memakaikan dasi.
bryan yang bingung hanya mengerucutkan keningnya.
" kau pasti ingin bertanya tentang tanda merah ini.! Tanya ghea seraya menunjuk lehernya. " tidak usah dipikirkan, aku memaklumi hal wajar seperti ini.! Ucap ghea yang tengah memainkan ponselnya.
" apa maksudmu hal wajar.? Tanya bryan seraya berjalan mendekati ghea.
" aku ini bukan wanita polos yang tidak mengetahui hal seperti ini! aku juga sudah biasa melakukan ini bersama kekasihku.! Seloroh ghea, di iringi senyum tipis tapi masih fokus bermain ponsel.
" apa! tadi dia mengatakan hal seperti itu wajar.! Lirih bryan.
" ghea! apa maksud mu tadi, kau sudah biasa dengan ini.! Ucap bryan yang langsung mengambil ponsel ghea dan melemparnya ke kasur.
" bryan.! Pekik ghea melihat ke arah ponselnya di lempar.
Ghea yang hendak mengambil ponsel, langkahnya terhenti karna bryan mencengkram tangannya kemudian menarik ghea jatuh ke pelukannya, melingkarkan tangannya di pinggang ghea.
bryan memajukan wajahnya mendekati leher ghea.
" bryan kau mau apa.! ghea yang reflek tangannya langsung mendorong wajah bryan.
__ADS_1